Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sinergi APBN, Danantara & Fiskal-Moneter
Tiga Pilar Jadi Jurus Baru Jaga Ekonomi
Jumat, 25 September 2026 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat sinergi kebijakan melalui tiga pilar untuk menjaga stabilitas ekonomi, sekaligus mendorong pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.
Tiga pilar tersebut mencakup Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemanfaatan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia, serta sinergi kebijakan fiskal dan moneter.
“Sinergi ketiga pilar tersebut menjadi bagian dari cara kerja baru dalam mengelola ekonomi makro Indonesia agar pertumbuhan dapat berlangsung lebih merata,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara dalam Antara Business Forum 2026 bertema “The Synergy Horizon: Positioning Indonesia for the Next Decade” di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Menurut Suahasil, APBN terus diarahkan sebagai instrumen untuk memenuhi kebutuhan publik, sekaligus mendukung program prioritas pembangunan. Hal ini juga mendorong berbagai program prioritas pembangunan yang menopang pertumbuhan ekonomi melalui delapan kluster prioritas pembangunan.
Baca juga : Warga Kebayoran Butuh Bantuan Bangun Rumah
Sedangkan Danantara Indonesia berperan sebagai katalis investasi di luar APBN dengan mendorong investasi strategis bersama sektor swasta.
“Sinergi APBN dan Danantara adalah horizon baru pengelolaan ekonomi kita. APBN masuk ke titik-titik krusial ibarat titik refleksi atau akupunktur, yang dampaknya menjalar ke seluruh perekonomian,” ujar Suahasil.
Pilar ketiga diwujudkan melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
“Sinergi ini diarahkan untuk mendukung sektor keuangan yang lebih inklusif, dalam dan stabil,” ucap Suahasil.
Baca juga : Italia Vs Belgia, Azzurri Incar Start Manis
Menurutnya, ketahanan ekonomi Indonesia juga tercermin pada semester I-2026. Hal itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang tetap solid, inflasi yang terkendali, serta kembali masuknya aliran modal ke pasar keuangan domestik.
Hingga 14 September 2026, akumulasi aliran modal masuk melalui Surat Berharga Negara (SBN) dan Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai Rp 140,7 triliun.
Di sisi fiskal, Pemerintah memperkirakan nilai insentif pajak yang diberikan sepanjang 2026 mencapai Rp 576 triliun atau setara 2,2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Insentif tersebut diarahkan untuk memperkuat daya saing sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
“Uang ini tidak hilang, melainkan beredar di masyarakat untuk memperkuat konsumsi rumah tangga dan modal investasi sektor strategis, seperti manufaktur dan pertanian,” jelasnya.
Baca juga : Evaluasi GP Austria, Ducati Loyo Di Tikungan
Ke depan, Pemerintah memproyeksikan enam sektor sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sektor tersebut meliputi infrastruktur digital, hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), manufaktur bernilai tambah tinggi, industri hulu strategis dan energi, ketahanan pangan, serta Energi Baru dan Terbarukan (EBT). NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Jumat, 25 September 2026 dengan judul "Sinergi APBN, Danantara & Fiskal-Moneter Tiga Pilar Jadi Jurus Baru Jaga Ekonomi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya