Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
KKP Kembangkan Hilirisasi Produk Nonpangan Di Sukabumi
Minggu, 4 Oktober 2026 19:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan industri diversifikasi produk nonpangan skala mikro dan kecil berbasis potensi lokal di Sukabumi, Jawa Barat.
Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus memperkuat ekonomi sirkular di tingkat lokal.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Plt. Dirjen PDSPKP) KKP Erwin Dwiyana mengatakan, pengembangan industri diversifikasi juga menjadi bagian dari penerapan ekonomi biru yang mengedepankan keberlanjutan ekologi.
“Industri diversifikasi juga mendukung implementasi ekonomi biru yang menekankan pada prinsip keberlanjutan ekologi,” kata Erwin di Jakarta, Minggu (4/10/2026).
Menurutnya, hasil samping dari aktivitas pendaratan, penanganan dan pengolahan ikan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu, Sukabumi, memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah.
Hasil samping tersebut antara lain kepala, tulang, kulit, sisik hingga jeroan ikan. Jumlahnya diperkirakan mencapai 50-100 kilogram per hari.
Baca juga : Akademisi Nilai Bahlil Punya Modal Kuat Integrasikan Hilirisasi-Transisi Energi
Salah satu produk yang dapat dikembangkan adalah tepung ikan yang dibutuhkan sebagai bahan baku pakan.
“Ini bukan sekadar penanganan limbah produksi perikanan, tapi membuka peluang usaha produk nonpangan dan dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja,” jelas Erwin.
Dia menuturkan, pengembangan industri tersebut membutuhkan penguatan kerja sama lintas sektor. Di antaranya pengelola PPN Palabuhanratu, pemerintah daerah, pelaku usaha perikanan, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBAT) Sukabumi sebagai offtaker, serta unit pakan mandiri yang telah memiliki sertifikat Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB).
Dengan ekosistem yang terintegrasi, Erwin optimistis pemanfaatan hasil samping perikanan dapat menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus memberikan kepastian pasar bagi pelaku usaha.
“Pengolahan ini sekaligus mendukung program nasional seperti Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan Budidaya Tematik,” ujarnya.
Tekan Ketergantungan Impor
Baca juga : Bahlil Makin Dipercaya Presiden
Perwakilan BBAT Sukabumi Susi Rosellia menekankan pentingnya produksi tepung ikan lokal untuk menopang ketahanan industri pakan nasional.
Menurutnya, tepung ikan lokal bermutu tinggi dengan kandungan protein sesuai standar SNI 2715:2013 diperlukan untuk menekan biaya produksi pakan sekaligus mendukung keberlanjutan industri akuakultur nasional.
“Ketergantungan terhadap pakan dan bahan baku impor seperti tepung ikan masih cukup tinggi, dan pengolahan sisa industri adalah solusi kemandirian budidaya,” kata Susi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi Sri Padmoko menyambut baik langkah KKP mengembangkan pemanfaatan produk nonpangan di wilayah tersebut.
Dia menyebut, potensi sisa pengolahan fillet ikan di Sukabumi bahkan dapat mencapai 500 kilogram per hari atau sekitar 10 ton per bulan.
“Potensi ini terbukti bernilai tinggi jika dikelola secara terstruktur melalui kemitraan yang jelas antarstakeholder,” ujarnya.
Baca juga : BPDP Buka Call for Proposal Program Pangan dan Hilirisasi 2026
Sebagai langkah awal, KKP telah menggelar Sosialisasi Diversifikasi dan Nilai Tambah Produk Perikanan Nonpangan pada 10 September 2026 di Palabuhanratu.
Kegiatan tersebut melibatkan PPN Palabuhanratu, BBAT Sukabumi, Dinas Kelautan dan Perikanan Sukabumi, serta akademisi, khususnya dari Sekolah Vokasi IPB.
Pengembangan produk nonpangan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi sisa hasil pengolahan ikan, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan baru bagi pelaku usaha di sekitar sentra perikanan.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat hilirisasi sektor perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di berbagai daerah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya