Dark/Light Mode

Arnantara Dorong Penguatan Industri Pelayaran Nasional

Selasa, 6 Oktober 2026 12:52 WIB
Foto: Ist
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Utama PT Armada Niaga Nusantara (Arnantara) Prof. Amarulla Octavian menekankan pentingnya Indonesia meningkatkan porsi nilai ekonomi maritim dari aktivitas ekspor komoditas strategis nasional.

Amarulla menyampaikan hal tersebut saat menjadi panelis dalam Danantara’s Maritime Industry Dialogue: Accelerating Indonesia’s Maritime Corridor Development yang diselenggarakan Danantara di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Menurut Amarulla, penguatan industri pelayaran nasional menjadi penting agar manfaat ekonomi dari aktivitas perdagangan dan ekspor komoditas strategis dapat lebih banyak dinikmati oleh pelaku usaha dan industri dalam negeri.

PT Arnantara, kata dia, berperan sebagai operating holding yang bermitra dengan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) untuk memperkuat ekosistem industri pelayaran dan angkutan laut nasional.

Baca juga : Bank Mandiri Perkuat Pembiayaan Di Industri Pelayaran Dan Galangan kapal

Forum tersebut turut dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, COO BPI Danantara/Kepala BP BUMN Dony Oskaria, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian Setia Diarta, serta CTO BPI Danantara Sigit Puji Santosa.

Selain itu, hadir sejumlah direktur utama BUMN, pimpinan perusahaan, dan perwakilan asosiasi industri maritim.

Amarulla menjelaskan, bahwa PT Arnantara saat ini terus memperkuat organisasi perusahaan. Struktur organisasi telah diisi dua direktur, sekretaris perusahaan, auditor internal, kepala hukum perusahaan, delapan kepala divisi, serta dua kepala departemen.

Perseroan juga telah menetapkan Siwi Sukma Adji sebagai Komisaris Utama dan Darwanto sebagai Komisaris.

Baca juga : Gelar Rapat Tahunan, ASA Putuskan 5 Poin Penting Industri Pelayaran

Dalam Program Kerja 100 Hari, PT Arnantara tengah menyusun RKAP 2026, RJPP 2027–2032, serta berbagai SOP yang menjadi dasar operasional dan pembagian tugas perusahaan.

Perseroan juga menyiapkan pemenuhan kebutuhan kapal-kapal berukuran besar untuk mengangkut komoditas strategis melalui sejumlah skema, mulai dari pengadaan kapal bekas, pembangunan kapal baru, hingga penyewaan kapal.

Peningkatan kebutuhan kapal tersebut diperkirakan turut mendorong aktivitas galangan kapal nasional, baik untuk pembangunan kapal baru maupun kegiatan pemeliharaan kapal.

Di sisi lain, penerapan mekanisme Cost, Insurance and Freight (CIF) dalam ekspor komoditas dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap industri pendukung, termasuk peningkatan premi asuransi maritim.

Baca juga : Gelar Rapat Tahunan, FASA Sinergikan Sektor Pelayaran Di Kawasan ASEAN

Pengoperasian kapal-kapal PT Arnantara juga berpotensi membuka lapangan kerja bagi ribuan pelaut Indonesia.

Menurut Amarulla, penguatan industri pelayaran juga membutuhkan kolaborasi dengan berbagai perusahaan pelayaran dan transportasi laut nasional, termasuk PT Pelni, PT Pelindo, dan PT ASDP Indonesia Ferry.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pelayaran nasional sekaligus meningkatkan kontribusi sektor maritim terhadap perdagangan dan ekspor komoditas strategis Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.