Dark/Light Mode

Agrinas Palma Nusantara Kejar Transformasi, Fokus Sawit hingga Bioetanol

Kamis, 8 Oktober 2026 15:44 WIB
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani (tengah) dalam acara media ghatering bareng Energy and Mining Editor Society (E2S) di Kantor Agrinas Palma Nusantara, Kamis (8/10/2026). (Foto: Fazry/Rakyat Merdeka)
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani (tengah) dalam acara media ghatering bareng Energy and Mining Editor Society (E2S) di Kantor Agrinas Palma Nusantara, Kamis (8/10/2026). (Foto: Fazry/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Agrinas Palma Nusantara (APN) mempercepat transformasi bisnis dengan mengembangkan perkebunan sawit, jagung, kedelai, dan singkong. Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung percepatan swasembada pangan dan energi nasional.

Agrinas Palma merupakan transformasi dari PT Indra Karya berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2025.

Perusahaan sebelumnya bergerak di bidang jasa konsultansi konstruksi, kemudian mendapatkan penugasan pemerintah untuk mengembangkan sejumlah komoditas pertanian strategis.

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani, menjelaskan bahwa transformasi ini dilakukan secara menyeluruh guna merespons berbagai tantangan industri serta menata ulang struktur perusahaan dari hulu hingga hilir.

"Saya itu diangkat bulan Maret 2026, tanggal 12 Maret. Yang istilah anak muda itu, saya merespons dan mereset ulang dari nol," ujarnya.

"Artinya, yang dulu strukturnya saya rombak habis, saya rubah organisasinya, saya lengkapi strukturnya, dan saya lengkapi orangnya," kata Ghani dalam acara media ghatering bersama Energy and Mining Editor Society (E2S) di Kantor Agrinas Palma Nusantara, Kamis (8/10/2026.

Baca juga : Dukung E20, Agrinas Palma dan IPB Kembangkan Bioetanol Multifeedstock

Hadir pada pertemuan, Direktur Operasional APN Tuhu Bangun, Direktur Konsultan Konstruksi Gagah Guntur Ariwibowo, Direktur Kepatuhan dan Keberlanjutan Nofil Anoverta, Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Bambang Agustian dan Kepala Sub Divisi Corporate Communication Anie Rahmi.

Hingga Agustus 2026, transformasi tersebut mulai tercermin dalam kinerja perusahaan. Produksi tandan buah segar (TBS) tercatat 2,08 juta ton atau meningkat 190 persen secara tahunan.

Produktivitas TBS mencapai 4,65 ton per hektare atau naik 124 persen. Dari sisi keuangan, pendapatan Agrinas Palma mencapai Rp3,55 triliun atau tumbuh 185 persen secara tahunan.

Sementara itu, laba bersih mencapai Rp1,63 triliun atau meningkat 123 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk mempercepat transformasi, Agrinas Palma melakukan sejumlah langkah, antara lain verifikasi aset melalui pemetaan udara, optimalisasi penjualan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) melalui mekanisme tender, digitalisasi kegiatan pertanian, serta penguatan tata kelola perusahaan.

Perusahaan juga menerapkan digital farming sejak Juli 2026 untuk mendigitalisasi pencatatan produksi dan pengadaan barang secara elektronik.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Bantu UMKM Naik Kelas, Difa Kreasi Berawal dari Kuli Sawit

Di sisi tata kelola, Agrinas Palma mengimplementasikan Integrated Procurement System (IPS) guna menjamin akuntabilitas dan kredibilitas. Transformasi Agrinas Palma juga berkaitan dengan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2026.

Ghani mengatakan, terdapat sejumlah target pengembangan, antara lain pembangunan perkebunan sawit seluas 400.000 hektare, reaktivasi pabrik biodiesel berkapasitas 600.000 ton per tahun, serta pengembangan perkebunan singkong 300.000 hektare dan dua pabrik bioetanol.

Untuk pengembangan bioetanol, Agrinas Palma menilai singkong menjadi salah satu bahan baku yang paling potensial.

Selain produktivitasnya relatif tinggi, komoditas tersebut dinilai memiliki tingkat kompetisi pangan yang lebih rendah dan cukup adaptif terhadap berbagai kondisi lahan.

Pengembangan bioetanol terintegrasi ditargetkan menggunakan lahan hingga 1 juta hektare dengan potensi produksi 5 juta kiloliter per tahun.

Program tersebut diproyeksikan menciptakan jutaan lapangan kerja serta memberikan potensi penghematan devisa yang signifikan bagi negara.

Baca juga : BPDP Hadirkan UMKM Di Kriyanusa 2026, Dorong Produk Perkebunan Naik Kelas

Selain pengembangan komoditas, Agrinas Palma mendorong model kemitraan dengan petani dan koperasi.

"Perusahaan mengembangkan konsep single management untuk pengelolaan sawit rakyat. Termasuk skema bagi hasil, peremajaan sawit rakyat (replanting), dan penanaman baru agar kesejahteraan petani turut meningkat." 

Ghani juga menyoroti pentingnya menciptakan keseimbangan antara perkuatan petani rakyat dan korporasi, mengingat luas perkebunan sawit nasional saat ini masih didominasi oleh ketimpangan produktivitas.

"Kalau kita bicara penguasaan perkebunan, khususnya sawit, dari total 16,8 juta hektare, porsi rakyat itu sekitar 6,2 juta hektare atau 41 persen. Namun dari sisi produksi, hasilnya masih di bawah 40 persen," ujar Ghani, menjelaskan perlunya tata kelola kemitraan yang lebih berkeadilan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.