Dark/Light Mode

Buka Peluang Pasar, BPDP Tampilkan Produk UMKM Berbasis Perkebunan Di ITTIE 2026

Senin, 31 Agustus 2026 19:18 WIB
BPDP menampilkan beragam produk UMKM berbasis kelapa sawit, kelapa, dan kakao dalam ITTIE 2026 di Mega Mall Batam Center, Kepulauan Riau. Dok. BPDP
BPDP menampilkan beragam produk UMKM berbasis kelapa sawit, kelapa, dan kakao dalam ITTIE 2026 di Mega Mall Batam Center, Kepulauan Riau. Dok. BPDP

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) membuka peluang pasar dan kemitraan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis komoditas perkebunan melalui ajang Indonesia Tourism and Trade Investment Expo (ITTIE) 2026.

Kegiatan yang digelar di Mega Mall Batam Center, Kepulauan Riau, pada 27-30 Agustus 2026 itu menjadi sarana bagi BPDP untuk memperkenalkan produk UMKM sekaligus memperluas jejaring perdagangan, investasi, dan akses pasar.

Dalam pameran tersebut, BPDP menampilkan beragam produk UMKM mitra binaan berbasis komoditas perkebunan, terutama kelapa sawit, kelapa, dan kakao. Produk yang dipamerkan antara lain aneka minuman kelapa, produk kakao, fashion dan kain batik dengan lilin berbahan minyak kelapa sawit, serta beragam produk home decor dan fashion berbahan kelapa.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan keikutsertaan BPDP dalam ITTIE 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan produk UMKM berbasis perkebunan kepada pasar yang lebih luas.

Baca juga : Apkasi-BPDP Perkuat Kolaborasi, Dorong Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

“Kami ingin menunjukkan bahwa ekosistem perkebunan tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya berbagai usaha dan produk bernilai tambah. Melalui keikutsertaan ini, BPDP berupaya memperkenalkan produk UMKM sekaligus membuka akses dan peluang kerja sama yang lebih luas bagi para pelaku usaha,” ujar Helmi dalam keterangannya, Minggu (30/8/2026).

Menurut Helmi, penguatan UMKM merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem sektor perkebunan yang memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat. UMKM dinilai memiliki peran dalam menciptakan nilai tambah sekaligus menggerakkan perekonomian.

Karena itu, BPDP terus mendorong pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usaha, meningkatkan kualitas produk, dan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

“UMKM memiliki peran penting dalam menciptakan nilai tambah dan menggerakkan perekonomian. Karena itu, kami terus mendorong agar produk-produk UMKM memiliki kesempatan untuk berkembang, naik kelas, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri,” katanya.

Baca juga : Jangan Biarkan Hasil Sawit Hilang Di Jalan, Losses Harus Dipangkas dari Kebun

Helmi mengatakan BPDP juga mendorong UMKM perkebunan mengikuti program Mari Belajar Go Ekspor (MBGe). Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pelaku usaha untuk memasuki pasar ekspor.

Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi bentuk kontribusi BPDP dalam mendukung target pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen sebagaimana ditargetkan Presiden Prabowo Subianto.

ITTIE 2026 dinilai menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan konsumen, mitra bisnis, calon investor, serta berbagai pihak yang memiliki peluang kerja sama perdagangan dan investasi.

Melalui ajang tersebut, BPDP berharap semakin banyak pelaku usaha dan calon mitra melihat potensi bisnis produk UMKM berbasis komoditas perkebunan. Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka kolaborasi yang berkelanjutan.

Baca juga : BPDP Tampilkan Produk UMKM Perkebunan, Perkuat Komoditas Berkelanjutan

Keikutsertaan BPDP dalam pameran tersebut juga mendapat apresiasi dari penyelenggara. Booth BPDP terpilih sebagai Booth Terfavorit dan meraih Juara 2 Booth Terbaik dalam ITTIE 2026.

Selain membuka akses pasar, kehadiran produk UMKM perkebunan dalam pameran tersebut diharapkan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk lokal. Penguatan produk UMKM dinilai dapat membantu memperkuat rantai nilai di dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

BPDP berkomitmen melanjutkan dukungan terhadap pengembangan ekosistem perkebunan yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk melalui penguatan kapasitas serta promosi produk UMKM.

Dengan inovasi, peningkatan kualitas, dan jejaring pasar yang semakin luas, UMKM diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam menciptakan nilai tambah dari berbagai komoditas perkebunan Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :