Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra di MotoGP Mandalika
- Kinerja Melesat, Bank Mandiri Buyback Saham Dan Tebar Dividen
- Mbappe Brace, Real Madrid Hajar RB Leipzig
- Jakmania Dilarang Hadiri 6 Laga Tandang, PSSI Sanksi Persija-Persita
- Madura United Vs Persib Bandung, Jadwal Padat Jadi Kendala
Genjot Produksi Migas, BPMA Minta Pelibatan Tenaga Kerja Lokal Jadi Agenda Utama
Kamis, 15 Oktober 2026 09:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mendorong peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) di Aceh sekaligus memperkuat keterlibatan tenaga kerja dan kontraktor lokal. Upaya tersebut menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam kunjungan lapangan bersama jajaran komisaris dan direksi PT Pema Global Energi (PGE) ke Wilayah Kerja (WK) B di Aceh Utara, 13–14 Oktober 2026.
Kepala BPMA Mawardi Nur mengatakan, sejak dilantik, dirinya menekankan pentingnya evaluasi progres kegiatan, penyelesaian kendala operasional, dan percepatan pencapaian target produksi nasional. Ada tiga agenda utama yang menjadi perhatian BPMA, yakni percepatan pengelolaan sumur minyak masyarakat, peningkatan lifting migas, serta penguatan peran pelaku usaha lokal dan sumber daya manusia (SDM) Aceh.
“Ada tiga agenda utama yang menjadi perhatian kami, yaitu percepatan pengelolaan sumur minyak masyarakat, peningkatan lifting migas, serta penguatan peran pelaku usaha lokal dan SDM Aceh,” ujar Mawardi.
Baca juga : Gelar AEDF, PEMA Dorong Hilirisasi Untuk Percepat Transformasi Ekonomi Aceh
Menurut Mawardi, ketiga agenda tersebut membutuhkan kerja keras agar Aceh dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi migas nasional. Upaya itu sejalan dengan arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral untuk mengoptimalkan potensi hulu migas Aceh demi kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
BPMA juga berkoordinasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk mengawal tindak lanjut penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) pengelolaan sumur minyak masyarakat. Selain itu, BPMA mendorong kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) melibatkan tenaga kerja dan kontraktor lokal serta menjalankan program pemberdayaan masyarakat secara tepat sasaran.
Dalam kunjungan tersebut, Mawardi turut menekankan lima aspek pengelolaan migas, yaitu keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan, keandalan produksi dan disiplin program kerja, tata kelola dan keandalan data, peningkatan manfaat bagi daerah, serta penguatan koordinasi untuk mengatasi hambatan operasional.
Baca juga : Rute Pelayaran Aceh-Penang Segera Dibuka, PEMA Matangkan Kajian Bisnis
Direktur Utama PGE Firdaus Noezula mengatakan, kunjungan lapangan memberikan kesempatan kepada manajemen dan regulator untuk melihat langsung kondisi operasional serta memahami tantangan yang dihadapi tim di lapangan. Menurut dia, profesionalisme, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan sinergi dengan BPMA menjadi bagian penting dalam menjalankan kegiatan perusahaan.
“Bagi kami, ada tiga hal penting, yaitu profesionalisme dengan mengutamakan keselamatan dan lingkungan, kolaborasi dan sinergi dengan BPMA, serta memastikan keberadaan PGE memberikan dampak nyata bagi masyarakat Aceh,” kata Firdaus.
Firdaus menegaskan, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari capaian operasional, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat dan daerah. Ia mengutip hadih maja atau ungkapan bijak Aceh untuk menekankan pentingnya meninggalkan jejak kebaikan bagi generasi mendatang.
Baca juga : Sah! Faisal Ilyas Lanjutkan Estafet Bos Baru PEMA, Mawardi Nur Jadi Kepala BPMA
“Kalau ada yang baik, lakukanlah; kalau ada yang benar, pertahankanlah. Hal-hal baik yang kita ukir untuk anak cucu, jika tidak meninggalkan bukti atau jejak, bagaimana orang akan mengetahui bahwa kita pernah ada sebelumnya,” ujarnya.
Kunjungan tersebut dihadiri Deputi Dukungan Bisnis BPMA Edy Kurniawan, Komisaris Utama PGE Sunny Ikbal beserta jajaran komisaris, General Manager PGE Andika Mahardika bersama pimpinan fungsi dan tim teknis operasional WK B di Point A, serta Manajer Migas, Mineral dan Batubara, serta Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Minerba dan EBTKE) PT Pembangunan Aceh (PEMA) Perseroda Almaiyani Yusna beserta jajaran.
BPMA dan PGE berkomitmen memperkuat sinergi untuk mengoptimalkan produksi migas, menjaga keselamatan dan lingkungan, serta meningkatkan kontribusi industri hulu migas terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Aceh.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya