Dark/Light Mode

PEMA Kebut Pembangunan Pabrik Baja Ringan Di KIA Ladong Untuk Serap Tenaga Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 21:40 WIB
Direktur Utama PT PEMA Mawardi Nur meninjau langsung progres pengembangan Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Aceh Besar, Selasa (28/7/2026). Foto: PEMA
Direktur Utama PT PEMA Mawardi Nur meninjau langsung progres pengembangan Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Aceh Besar, Selasa (28/7/2026). Foto: PEMA

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PEMA mempercepat pengembangan Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong di Kabupaten Aceh Besar dengan menyiapkan pembangunan pabrik baja ringan sebagai tenant utama. Upaya tersebut ditempuh untuk mempercepat realisasi investasi strategis di sektor industri konstruksi sekaligus memperkuat hilirisasi ekonomi Aceh.

Direktur Utama PT PEMA Mawardi Nur meninjau langsung progres pengembangan kawasan pada Selasa (28/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan dan memantau tahapan pembangunan pabrik yang diharapkan menjadi awal terbentuknya klaster industri konstruksi terintegrasi di Aceh. Keberadaan kawasan industri itu juga ditargetkan mampu meningkatkan daya saing sektor manufaktur di daerah.

“Kawasan Industri Aceh Ladong kami siapkan menjadi pusat pertumbuhan industri baru yang produktif, modern, dan kompetitif,” kata Mawardi Nur.

Baca juga : Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Ungkap Korupsi di Pemkot Bengkulu

Menurut dia, kerja sama tersebut tidak hanya bertujuan membangun fasilitas produksi, tetapi juga meletakkan fondasi industri konstruksi Aceh agar mampu memenuhi kebutuhan daerah, mengurangi ketergantungan pasokan dari luar Aceh, serta menarik investasi lanjutan.

Pengembangan kawasan dilakukan melalui kerja sama PT PEMA dengan PT Indo Surya Gavalum (ISG) Group melalui PT Aceh Global Steel. Kolaborasi itu diharapkan menghadirkan investasi yang mampu mendorong transfer teknologi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, sekaligus memperkuat kapasitas industri lokal agar lebih kompetitif.

Pada tahap awal, pembangunan pabrik memanfaatkan lahan seluas lima hektare di dalam kawasan industri. Fasilitas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 2.000 ton baja ringan per bulan untuk memenuhi kebutuhan pasar di Aceh dan wilayah sekitarnya. Dalam jangka panjang, kawasan itu direncanakan berkembang menjadi klaster yang terdiri atas empat pabrik baja ringan yang saling terintegrasi sehingga memperkuat rantai pasok material konstruksi nasional.

Baca juga : Komisi IV: Industri Sulit Serap Tembakau Lokal

Mawardi mengatakan setiap investasi yang masuk harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. “Setiap investasi yang kami hadirkan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, manfaat itu diwujudkan melalui pembukaan lapangan kerja bagi putra-putri Aceh, tumbuhnya usaha pendukung, serta meningkatnya aktivitas jasa di sekitar kawasan industri. Menurut dia, proyek tersebut diharapkan menciptakan efek berganda yang berkelanjutan bagi perekonomian daerah sebagai bagian dari komitmen PEMA selaku Badan Usaha Milik Aceh.

Selain potensi ekonomi, KIA Ladong dinilai memiliki keunggulan karena didukung ketersediaan lahan yang memadai, pengembangan infrastruktur dasar yang terus berjalan, akses logistik yang strategis, serta kedekatan dengan sejumlah pusat kegiatan ekonomi. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menarik investasi industri baru.

Baca juga : Bersejarah, Bobby Nasution Ngantor Di Kepulauan Nias

Melalui pengembangan KIA Ladong, PT PEMA juga membuka peluang kolaborasi dengan investor, pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan berbagai mitra strategis. Sinergi tersebut diharapkan membentuk ekosistem industri yang kompetitif, memperluas kesempatan kerja, memperkuat sektor konstruksi, serta mempercepat transformasi ekonomi Aceh menuju daerah yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.