Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Man City Vs Brighton, Ancaman Produktivitas The Seagulls
- Rupiah Menguat Ke Rp 18.123, Ini Sentimen Pendorongnya
- OMC Berhasil Tekan Titik Panas Karhutla di Papua Selatan
- Chelsea vs Man United, Ujian Terakhir Michael Carrick
- Pramono Minta Bina Marga Kebut Perbaikan Jalan Gelap dan Bergelombang Rawamangun
RM.id Rakyat Merdeka - Pemeliharaan jaringan transmisi listrik menghadapi tantangan keselamatan kerja, terutama saat petugas harus membersihkan insulator di ketinggian.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, PT Duta Topkey Energi menguji teknologi drone pembersih insulator yang berpotensi meningkatkan efisiensi pemeliharaan sekaligus mengurangi risiko bagi petugas.
Teknologi yang diklaim sebagai inovasi pertama di Indonesia ini didemonstrasikan di lingkungan Unit External ULTG Yogyakarta, UPT Salatiga, Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah, Direktorat Transmisi, pada Selasa (13/10/2026).
Drone tersebut dikembangkan sebagai alternatif metode pemeliharaan jaringan transmisi yang selama ini masih mengandalkan tenaga manusia untuk membersihkan insulator.
Jika memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan, teknologi ini berpotensi mendukung pembersihan insulator tanpa harus selalu menghentikan aliran listrik.
Direktur Utama PT Duta Topkey Energi Novita Emilda mengatakan, pengembangan teknologi tersebut bertujuan mengurangi paparan risiko terhadap personel yang bertugas memelihara jaringan transmisi.
“Melalui inovasi teknologi drone, kami ingin menghadirkan alternatif metode pemeliharaan yang dapat mengurangi paparan personel terhadap risiko tersebut, sekaligus mendukung pekerjaan yang lebih efektif dan efisien,” ujar Novita saat ditemui di kantor PT Duta Topkey Energi di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Rabu (14/10/2026).
Menurut Novita, kebersihan insulator merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keandalan jaringan transmisi listrik.
Komponen ini dapat mengalami penumpukan kotoran akibat kondisi lingkungan sehingga membutuhkan pemeliharaan secara berkala.
Sebagai negara kepulauan dengan banyak wilayah pesisir, Indonesia menghadapi tantangan kontaminasi insulator berupa endapan garam laut dan debu.
Baca juga : Madura United Gelar 2 Uji Coba Selama Jeda Super League
Selain itu, abu vulkanik akibat aktivitas gunung berapi serta debu dari kebakaran lahan juga berpotensi menempel pada permukaan insulator.
Jika tidak dibersihkan secara berkala, penumpukan material tersebut dapat meningkatkan risiko flashover atau loncatan listrik pada permukaan insulator. Kondisi ini berpotensi mengganggu keandalan jaringan transmisi.
Direktur PT Duta Topkey Energi, Alex Xu menjelaskan bahwa drone yang digunakan telah dimodifikasi untuk menunjang pekerjaan pembersihan insulator pada jaringan transmisi listrik.
Menurut Alex, perangkat tersebut awalnya digunakan untuk kebutuhan pertanian. Perusahaan kemudian mengembangkannya dengan menambahkan sistem pompa dan penyemprotan agar dapat dimanfaatkan untuk pemeliharaan jaringan transmisi.
Drone ini dilengkapi tabung berkapasitas 35 liter yang berisi cairan khusus untuk membersihkan insulator.
Sistem penyemprotan bertekanan tinggi memungkinkan perangkat menjangkau bagian jaringan yang sulit diakses tanpa mengharuskan petugas memanjat menara transmisi.
“Tabungnya 35 liter. Kapasitas itu dinilai paling sesuai karena drone menggunakan baterai. Kalau tabungnya terlalu besar, daya baterainya juga harus diperhitungkan,” jelas Alex.
Dalam operasionalnya, drone tersebut dapat terbang sekitar 30 menit sebelum kembali untuk penggantian tabung dan melanjutkan pekerjaan.
Durasi penerbangan ini menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam mengatur proses pembersihan di lapangan.
Alex menambahkan, teknologi tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk pekerjaan pemeliharaan lain, termasuk membersihkan kaca gedung.
Baca juga : Operasional LRT Hingga Pukul 24.00 & Headway Dipangkas
Namun, penggunaan pada jaringan transmisi listrik membutuhkan keterampilan operator yang lebih khusus karena berkaitan dengan risiko kelistrikan dan standar keselamatan.
Salah satu keunggulan yang ditawarkan teknologi ini adalah potensinya untuk mendukung pemeliharaan insulator ketika jaringan listrik tetap beroperasi, sepanjang kondisi lapangan dan prosedur keselamatan memungkinkan.
Pada metode konvensional, pekerjaan pemeliharaan tertentu dapat mengharuskan petugas memanjat menara dan menunggu jaringan dinonaktifkan.
Penggunaan drone berpotensi membuat proses pembersihan lebih fleksibel tanpa selalu memerlukan penghentian aliran listrik.
“Pakai drone, jaringan tetap bisa online. Jadi, listrik bisa terus berjalan dan tidak mengganggu kawasan maupun masyarakat,” kata Alex.
Meski demikian, pemeliharaan tanpa pemadaman tidak dapat diterapkan secara otomatis pada seluruh kondisi jaringan.
Penerapannya tetap memerlukan evaluasi teknis dan pemenuhan standar keselamatan yang ditetapkan PT PLN (Persero).
Sejumlah aspek yang perlu dipastikan antara lain keandalan peralatan, karakteristik jaringan, kondisi lingkungan, serta kompetensi operator sebelum teknologi tersebut digunakan secara lebih luas.
Direktur Transmisi dan Perencanaan, Daniel Tampubolon disebut Novita menyambut positif gagasan pemanfaatan drone untuk mendukung modernisasi pemeliharaan jaringan transmisi.
Novita mengatakan, demonstrasi di Yogyakarta juga mendapat respons positif dari pihak pengguna di lapangan.
Baca juga : Luhut: Uji Coba Transfer Tunai Bansos Dimulai Kuartal I-II 2027
Menurut dia, teknologi tersebut telah dilaporkan kepada PLN pusat untuk ditindaklanjuti. Namun, ia menegaskan bahwa inovasi tersebut masih dalam tahap evaluasi karena belum pernah diterapkan secara luas di Indonesia.
Hingga kini, belum ada kepastian mengenai jadwal implementasi maupun kontrak kerja sama untuk penggunaan komersial.
Pemanfaatan drone tersebut masih menunggu hasil evaluasi dan keputusan lebih lanjut dari PLN.
Alex Xu berharap, teknologi drone pembersih insulator dapat mulai direalisasikan pada 2027.
Meski demikian, target tersebut tetap bergantung pada hasil evaluasi teknis, pemenuhan persyaratan keselamatan, serta keputusan PLN.
Jika memenuhi seluruh ketentuan, teknologi ini berpotensi menjadi alternatif pemeliharaan jaringan transmisi, terutama untuk menjangkau area yang sulit diakses dan mengurangi paparan risiko terhadap petugas.
Inovasi tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pemeliharaan sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.
Namun, penerapan secara luas belum dapat dipastikan karena evaluasi dan pembahasan implementasi masih berlangsung.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya