Dark/Light Mode

Masukan DPRD Selama Masa Uji Coba

Operasional LRT Hingga Pukul 24.00 & Headway Dipangkas

Sabtu, 26 September 2026 06:25 WIB
LRT Jabodebek melintas di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. (Foto: Khairizal Anwar/RM.id)
LRT Jabodebek melintas di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. (Foto: Khairizal Anwar/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta meminta sejumlah kekurangan dalam uji coba Light Rail Transit (LRT) Kelapa Gading-Manggarai, segera dibenahi. Antara lain, memangkas waktu tunggu dan memperpanjang jam operasional.

Sekretaris Komisi C DPRD DKI Jakarta Ismail berharap, waktu pelayanan diperpanjang mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB. “Saat masa uji coba, baru dimulai dari pukul 05.30,” ujar Ismail, Selasa (22/9/2026).

Selain jam operasional, Ismail menyoroti waktu tunggu atau headway antar-LRT yang masih sekitar 15 menit. Menurut dia, jarak kedatangan tersebut perlu dievaluasi, agar layanan lebih menarik bagi masyarakat yang akan menggunakan transportasi publik.

“15 menit adalah waktu yang cukup lama. Mungkin menjadi bahan pertimbangan yang kurang menarik bagi masyarakat calon pengguna LRT,” tutur Ismail.

Komisi C juga menyoroti aksesibilitas di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan. Khususnya, bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas. “Sejumlah akses masih kurang memadai,” nilainya.

Dia mencontohkan, ukuran anak tangga dan eskalator yang sempit untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. “Masih ada waktu untuk segera dibenahi,” pinta politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Baca juga : Inggris Vs Spanyol, Kenangan Final Euro 2024

Dia berharap, penyempurnaan fasilitas dilakukan sejak masa uji coba, sehingga ketika jumlah penumpang meningkat, sarana pendukung sudah lebih siap.

Dia juga mengajak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik, khususnya moda berbasis rel seperti LRT, Moda Raya Terpadu (MRT) dan Kereta Rel Listrik (KRL).

“Ketika semua sudah terhubung, layanan transportasi publik berbasis rel inilah sebenarnya yang menjadi solusi bagi Jakarta untuk mengatasi kemacetan,” kata Ismail.

Vice President Corporate Secretary PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Muhammad Alfin Rinaldinsyah mengatakan, pihaknya bersama PT LRT Jakarta akan menindaklanjuti sejumlah catatan Komisi C.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyediaan jalur pedestrian yang terintegrasi dengan moda transportasi lain di kawasan Manggarai.

Dalam waktu dekat, Jakpro dan LRT Jakarta akan menyiapkan jalur alternatif atau jalur pedestrian baru untuk memudahkan perpindahan penumpang dari berbagai moda.

Baca juga : Jelang GP Azerbaijan, McLaren Rombak MCL40

“Sehingga, ketika kita berjalan dari Stasiun KRL Manggarai, Halte Transjakarta Manggarai, saat menuju ke LRT Manggarai atau sebaliknya, lebih mudah,” ucap Alfin.

Dia menambahkan, pembukaan stasiun di sepanjang rute Kelapa Gading–Manggarai dilakukan secara bertahap berdasarkan kajian teknis.

Karena itu, masyarakat diminta bersabar selama proses penyempurnaan fasilitas dan layanan operasional berlangsung.

Alfin berharap, keberadaan LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai dapat mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum berbasis rel.

Menurut dia, langkah tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menuju kota global, sekaligus mendukung percepatan target net zero emission.

“Pemprov DKI membangun LRT ini ingin mengubah mindset seluruh masyarakat Jakarta, lebih baik menggunakan LRT atau transportasi publik yang disediakan pemerintah,” ucap Alvin.

Sekilas Mengenai LRT

Baca juga : Jamuan Trump Untuk Xi Mirip Kontes Kecantikan

LRT merupakan jenis moda transportasi massal berbasis rel. Namun, LRT lebih ramping dan lebih ringan dibandingkan kereta konvensional dan MRT.

Umumnya, LRT terdiri dua hingga empat gerbong per rangkaian, dengan kapasitas muat yang lebih kecil dibandingkan kereta konvensional dan MRT.

Namun, sumber tenaga LRT, sama dengan sumber tenaga Kereta Rel Listrik (KRL) dan MRT. Yakni, listrik.

LRT, umumnya menggunakan jalur layang untuk menghindari kemacetan dan perlintasan sebidang dengan kendaraan lain di perkotaan.

Seperti LRT Jakarta, jalur Kelapa Gading-Manggarai dari Jakarta Utara, melewati Jakarta Timur hingga Jakarta Selatan. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.