Dark/Light Mode

Pupuk Kaltim Raih Primaniyarta 2026 Perkuat Daya Saing Manufaktur Nasional 

Jumat, 16 Oktober 2026 12:56 WIB
Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Andik Cahyanto Budiarto saat menerima penghargaan Primaniyarta 2026 kategori Eksportir Produk Industri Manufaktur dari Kementerian Perdagangan, atas kontribusinya terhadap kinerja perdagangan luar negeri dan memperluas pasar internasional, di Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026). (Foto: Dok. Pupuk Kaltim)
Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Andik Cahyanto Budiarto saat menerima penghargaan Primaniyarta 2026 kategori Eksportir Produk Industri Manufaktur dari Kementerian Perdagangan, atas kontribusinya terhadap kinerja perdagangan luar negeri dan memperluas pasar internasional, di Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026). (Foto: Dok. Pupuk Kaltim)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) menerima penghargaan Primaniyarta 2026, kategori Eksportir Produk Industri Manufaktur dari Kementerian Perdagangan, lantaran kontribusi perusahaan dalam meningkatkan kinerja perdagangan luar negeri dan memperluas pasar internasional, sekaligus memperkuat posisi produk nasional di pasar global.  

Penghargaan diterima Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Andik Cahyanto Budiarto, pada Pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026). 

Andik mengatakan, penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pupuk Kaltim untuk terus memperkuat kinerja bisnis, dengan tetap mengedepankan tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri.

Menurutnya, salah satu capaian penting perusahaan yakni pengiriman urea ke Australia dalam skema Government to Government (G2G) pada Mei 2026.  

Andik menambahkan, pengiriman perdana sebanyak 47.250 ton urea dari Bontang, Kaltim, menjadi bagian dari target ekspor bertahap sebesar 250.000 ton hingga akhir tahun.

Hal ini, sekaligus menandai dimulainya kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Australia, dalam memperkuat rantai pasok pupuk di kawasan Asia Pasifik.  

Baca juga : Dukung Dekarbonisasi, PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026 

Langkah itu pun menunjukkan, peluang produk manufaktur Indonesia mampu berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pasar internasional, termasuk memperluas kerja sama perdagangan regional.  

"Bagi Pupuk Kaltim, pengembangan pasar ekspor bagian dari strategi dalam mengoptimalkan kapasitas produksi, serta memperkuat posisi di tengah dinamika industri global," ujar Andik, dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).  

Ia menilai, keseimbangan antara penguatan pasar ekspor dan pemenuhan kebutuhan domestik merupakan aspek penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis Pupuk Kaltim.

Pihaknya pun terus mengoptimalkan kapasitas produksi, memperkuat efisiensi dan menjaga kesiapan distribusi agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi industri manufaktur, serta sektor pertanian Indonesia.

"Dari hal itu, pasar internasional dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengesampingkan mandat perusahaan dalam mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional," kata Andik.   

Tercatat hingga 30 September 2026, Pupuk Kaltim mencapai realisasi produksi yang solid. Terdiri dari Ammonia mencapai 2.171.024 ton atau 79,23 persen dari target, urea 2.812.801 ton atau 81,29 persen, serta NPK sebesar 263.457 ton atau 82,07 persen.  

Baca juga : Revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim Diproyeksi Hemat Rp 228 Miliar

Capaian tersebut mencerminkan keberlanjutan operasional perusahaan dalam menghasilkan produk manufaktur untuk mendukung kebutuhan sektor pertanian dan industri.

Sejalan dengan itu, Pupuk Kaltim juga memastikan ketersediaan pupuk dalam memenuhi kebutuhan petani dalam negeri.

Saat ini, stok pupuk di gudang produsen lini I berada dalam kondisiaman dan mencukupi, dengan total lebih dari 245 ribu ton yang disiapkan untuk mendukung musim tanam Oktober 2026-Maret 2027. Terdiri dari 236.417 ton urea dan 8.658 ton NPK.  

"Kesiapan stok menjadi bagian dari upaya kami menjaga kesinambungan pasokan, sehingga aktivitas produksi dan ekspor tetap sejalan dengan kebutuhan pupuk nasional," kata Andik.

 Ia menambahkan, penghargaan Primaniyarta pun menjadi dorongan untuk memperluas kontribusi dalam perdagangan internasional, dengan menjadikan keunggulan operasional, kualitasproduk dan keandalan pasokan sebagai modal utama.

Dari upaya tersebut, perseroan berkomitmen memperkuat daya saing industri nasional, sekaligus menjalankan peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia.  

Baca juga : Pupuk Kaltim Raih Predikat Gold CSR & PDB Awards 2026 Dorong Kemandirian Desa

"Kami akan terus mengoptimalkan kapasitas produksi dan menjaga kesiapan distribusi agar makin memberikan kontribusi nyata bagi industri manufaktur, serta sektor pertanian Indonesia secara berkelanjutan," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengapresiasi, seluruh penerima Penghargaan Primaniyarta 2026, yang dinilai telah berkontribusi dalam memperkuat kinerja ekspor dan daya saing produk Indonesia di pasar global.  

“Capaian ini harus menjadi momentum untuk memperkuat ekspornasional, meningkatkan nilai tambah produk, serta mendorong produk Indonesia semakin kompetitif di pasar internasional,” kata Bahlil.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.