Dark/Light Mode

Digelar 28–29 Oktober 2026 Di Jakarta

FOREK Hulu Migas 2026 Bidik Investasi, Dongkrak Produksi

Selasa, 20 Oktober 2026 21:29 WIB
Dari kanan: Bayu Kusuma Dewanto, Direktur Keuangan PT Pertamina Hulu Energi (PHE); Desti Melanti, Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas; Nyimas Fauziah Rikani, Chairperson of FOREK Hulu Migas 2026, saat konferensi pers menuju FOREK Hulu Migas 2026 di Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). [Foto-foto: Rusma/RM.id]
Dari kanan: Bayu Kusuma Dewanto, Direktur Keuangan PT Pertamina Hulu Energi (PHE); Desti Melanti, Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas; Nyimas Fauziah Rikani, Chairperson of FOREK Hulu Migas 2026, saat konferensi pers menuju FOREK Hulu Migas 2026 di Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). [Foto-foto: Rusma/RM.id]

 Sebelumnya 
Tiga Prioritas untuk Memperkuat Hulu Migas

Pembahasan FOREK Hulu Migas 2026 akan difokuskan pada tiga agenda strategis yang saling mendukung.

Pertama, meningkatkan daya tarik investasi melalui pembenahan kebijakan dan tata kelola. Keselarasan regulasi, kepastian berusaha, serta tata kelola yang terintegrasi diperlukan untuk mengurangi hambatan dan meningkatkan keyakinan investor terhadap prospek proyek migas di Indonesia.

Baca juga : Kolaborasi Akses Investasi Reksa Dana

Kedua, mempercepat komersialisasi untuk memenuhi kebutuhan energi domestik. Upaya ini mencakup optimalisasi pemanfaatan produksi, kepastian penyerapan hasil migas, pengembangan skema komersialisasi yang adaptif, serta penyediaan infrastruktur yang mendukung distribusi dan pemanfaatan energi.

Ketiga, memperluas kemitraan dan akses pembiayaan. Sinergi pemerintah, perusahaan migas, perbankan, investor, dan mitra strategis diharapkan membuka peluang pendanaan yang lebih luas sekaligus mempercepat pelaksanaan proyek.

Ketiga agenda tersebut diharapkan mempertemukan kebutuhan regulator dengan tantangan yang dihadapi pelaku usaha. Dengan koordinasi yang lebih kuat, hambatan investasi dapat diidentifikasi dan ditangani melalui solusi yang terukur.

Baca juga : Bukan Cuma Usaha, PNM Hadirkan Dampak Lebih Luas bagi Nasabah

Akhirnya, peningkatan produksi migas nasional membutuhkan keterhubungan yang kuat antara potensi sumber daya, kelayakan investasi, realisasi proyek, dan keberlanjutan produksi.

Melalui FOREK Hulu Migas 2026, para pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama untuk mempercepat pengembangan sumber daya migas, meningkatkan daya saing investasi, dan memperbesar kontribusi sektor hulu migas terhadap ketahanan energi serta perekonomian nasional.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.