Dark/Light Mode

Pembeli Saham AS Tertokenisasi di PINTU Melonjak 68 Persen

Kamis, 22 Oktober 2026 20:37 WIB
PINTU memperluas pilihan saham dan ETF AS tertokenisasi untuk memudahkan investor Indonesia mengakses aset global. Dok. PINTU.
PINTU memperluas pilihan saham dan ETF AS tertokenisasi untuk memudahkan investor Indonesia mengakses aset global. Dok. PINTU.

RM.id  Rakyat Merdeka - Minat investor terhadap saham dan exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat (AS) tertokenisasi meningkat pada kuartal III-2026. Platform investasi aset kripto PINTU mencatat jumlah pengguna yang membeli aset tersebut tumbuh 68 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Pertumbuhan ini diikuti kenaikan jumlah trader aktif sebesar 64 persen, jumlah transaksi 55 persen, dan volume perdagangan 51 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ).

Presiden Direktur PT Pintu Kemana Saja (PINTU) Andy Putra mengatakan, sejumlah saham teknologi global tertokenisasi mencatatkan pertumbuhan pembeli signifikan selama periode tersebut.

Nvidia (NVDAX) mencatat kenaikan jumlah pembeli sebesar 224 persen, disusul Apple (AAPLX) sebesar 212 persen. Alphabet (GOOGLX) tumbuh 131 persen, sedangkan Robinhood (HOODX) meningkat 118 persen.

“Kuartal III-2026 menunjukkan positifnya perdagangan aset tertokenisasi di platform PINTU,” ujar Andy dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10/2026).

Dari sisi volume perdagangan, aset tertokenisasi Meta (METAX) mencatat kenaikan lebih dari 230 persen. Menurut Andy, perkembangan ini menunjukkan pengguna semakin aktif mengikuti perusahaan teknologi global dan memperluas pilihan aset dalam portofolio investasi.

Baca juga : Saham BUMN Menguat, IHSG Kembali Bangkit

Selain saham teknologi, minat terhadap instrumen lain juga meningkat. Jumlah pembeli SPDR Gold ETF tercatat naik lebih dari 170 persen pada kuartal III-2026.

Andy mengatakan, perkembangan tersebut menunjukkan pengguna mulai memanfaatkan aset tertokenisasi untuk diversifikasi investasi. Karena itu, PINTU berencana terus memperluas pilihan aset yang tersedia dalam aplikasinya.

Per Oktober 2026, PINTU menyediakan lebih dari 100 aset tertokenisasi yang mencakup saham AS, ETF, dan berbagai komoditas. Berdasarkan keterangan perusahaan, aset tersebut dapat ditransaksikan mulai Rp11.000.

PINTU juga menambahkan 10 aset tertokenisasi baru yang diterbitkan Ondo. Penambahan tersebut terdiri dari sembilan ETF dan saham Micron (MUon).

Pilihan baru itu mencakup ETF pasar Jepang, Korea Selatan, dan India, serta ETF komoditas dan instrumen surat utang pemerintah AS atau US Treasury bills berjangka pendek dengan tenor nol hingga tiga bulan.

Untuk aset baru tersebut, pengguna dapat mulai bertransaksi dari Rp65.000. Saham Micron tertokenisasi tersedia untuk perdagangan 24 jam sehari selama tujuh hari, sedangkan sembilan ETF lainnya dapat diperdagangkan selama 24 jam sehari, lima hari seminggu.

Baca juga : Kinerja Melesat, Bank Mandiri Buyback Saham Dan Tebar Dividen

Andy menjelaskan, saham dan ETF tertokenisasi merupakan representasi digital yang memberikan eksposur terhadap pergerakan harga aset dasarnya. Melalui platform PINTU, pengguna dapat membeli aset dalam pecahan kecil atau fractional menggunakan rupiah tanpa membuka rekening di perusahaan efek luar negeri.

Menurutnya, waktu transaksi yang lebih panjang dibandingkan jam bursa reguler AS juga memberi keleluasaan bagi investor Indonesia. Andy menyebut pajak final atas transaksi tersebut sebesar 0,21 persen.

“Berbagai keunggulan tersebut membuat aset global mudah dijangkau oleh investor ritel, termasuk investor pemula,” ujarnya.

Secara global, tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA) juga terus berkembang. Saham, ETF, dan surat utang semakin banyak dibawa ke infrastruktur blockchain oleh penerbit dan institusi keuangan.

Data platform analitik RWA.xyz mencatat kapitalisasi pasar aset tertokenisasi mencapai 39,26 miliar dolar AS per 20 Oktober 2026. Nilai tersebut setara sekitar Rp708,64 triliun berdasarkan angka konversi dalam rilis perusahaan.

Andy menilai, perkembangan tokenisasi membuka peluang akses yang lebih luas bagi investor ritel terhadap berbagai instrumen keuangan. Namun, ia mengingatkan bahwa setiap aset memiliki karakteristik dan tingkat risiko berbeda.

Baca juga : Saham BUMN Dinilai Berpeluang Topang Pemulihan IHSG

“Aset tertokenisasi menjadi tren positif yang membuka akses lebih luas bagi investor ritel terhadap instrumen investasi yang sebelumnya sulit dijangkau. Di tengah dinamika ekonomi dan pasar keuangan, kami melihat aset tertokenisasi bukan sekadar alternatif investasi, melainkan juga peluang baru untuk memperluas akses investasi,” kata Andy.

Ia mengimbau investor melakukan riset menyeluruh, memahami profil risiko, dan mempertimbangkan tujuan investasi sebelum mengambil keputusan.

PINTU merupakan platform aset keuangan digital yang dioperasikan PT Pintu Kemana Saja. Perusahaan menyatakan platformnya berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta menjadi anggota Bursa Kripto CFX.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :