Dark/Light Mode

Harga Minyak Brent Tembus 114 Dolar AS per Barel, WTI Capai 100 Dolar

Jumat, 23 Oktober 2026 09:13 WIB
Ilustrasi. Dok. Mubadala Energy
Ilustrasi. Dok. Mubadala Energy

RM.id  Rakyat Merdeka - Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Kamis (22/10/2026). Dikutip dari OilPrice, harga minyak mentah Brent naik menjadi 114,01 dolar AS per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) mencapai 100 dolar AS per barel.

Kenaikan harga kedua minyak acuan tersebut terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan global. Pasar merespons laporan serangan drone yang menghantam ladang minyak Shaybah milik Saudi Aramco di Arab Saudi.

Serangan tersebut menewaskan dua orang dan meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur energi di Timur Tengah.

Baca juga : Harganya Tembus 106 USD Per Barel, Minyak Dunia Demam Tinggi

Harga Brent bertahan di atas 110 dolar AS per barel. Sementara itu, WTI mendekati level psikologis 100 dolar AS per barel setelah kedua acuan tersebut sempat terkoreksi pada perdagangan sebelumnya.

Ketegangan geopolitik turut memengaruhi prospek pasokan minyak dunia. Amerika Serikat dilaporkan memerintahkan sejumlah personel non-darurat dan anggota keluarga mereka meninggalkan Arab Saudi.

Di sisi lain, Ukraina melancarkan serangan drone terhadap infrastruktur minyak Rusia. Serangan tersebut menambah kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan produksi dan ekspor energi.

Baca juga : Trump Tuduh Houthi Sengaja Naikkan Harga Minyak Dunia

Perkembangan di Timur Tengah dan Rusia menjadi perhatian pelaku pasar. Gangguan terhadap fasilitas produksi maupun jalur distribusi berpotensi memengaruhi ketersediaan minyak mentah di pasar global.

Kenaikan harga minyak dunia juga menjadi perhatian bagi negara pengimpor, termasuk Indonesia. Pergerakan harga minyak mentah dapat memengaruhi biaya pengadaan energi dan menjadi salah satu faktor dalam penentuan kebijakan energi nasional.

Di Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) September 2026 sebesar 112,81 dolar AS per barel. Angka tersebut naik 23,38 dolar AS dibandingkan Agustus 2026 yang sebesar 89,43 dolar AS per barel.

Baca juga : AS Tolak Syarat Damai Iran, Harga Minyak Makin Melejit

Nilai ICP September tersebut juga berada di atas asumsi harga minyak dalam APBN 2026 sebesar 70 dolar AS per barel.

Meski harga minyak dunia meningkat, harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia pada Jumat (23/10/2026) belum berubah. Harga BBM nonsubsidi maupun bersubsidi masih mengikuti ketentuan yang berlaku.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.