Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 2 Kemenangan Beruntun, PSM Makin Pede di BRI Super League
- Petaka Menit Ke-90, Persib Tumbang di Markas Madura United
- Juventus Vs Rennes Berakhir Imbang, Gol Kemenangan Dianulir VAR
- Debut di Asian Para Games 2026, Abdil Majid Langsung Sabet Emas
- AC Milan Dibantai Bournemouth, Maignan Kena Kartu Merah
Kilang Balikpapan Sudah 99 Persen, Stok BBM Nasional Dipastikan Aman
Jumat, 23 Oktober 2026 14:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan telah mencapai 99 persen penyelesaian.
Di tengah penyelesaian proyek strategis untuk mengurangi ketergantungan pada impor BBM tersebut, pemerintah memastikan stok BBM nasional tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Kepastian itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat meninjau Kilang Balikpapan, Kamis (22/10/2026).
Sebelum meninjau kilang, Bahlil meresmikan penerimaan gas Jangkrik North East #6 (JNE#6) dan fasilitas produksi Lapangan Maha-South Hub di lepas pantai Kalimantan Timur.
“Untuk RDMP keseluruhan sudah 99 persen, sudah selesai. Cuma perintil-perintilnya, biasalah barang baru. Barang baru itu kan ada karet-karetnya, kira-kira begitulah. Tapi insyaallah kita akan selesaikan,” tutur Bahlil.
Baca juga : Pemerintah Dan Pertamina Perkuat RDMP Balikpapan, Progres Capai 99 Persen
Ia menjelaskan, pekerjaan yang tersisa berupa penyesuaian teknis dan commissioning atau pengujian peralatan baru untuk memastikan kilang dapat beroperasi secara optimal.
Sambil menunggu kilang beroperasi penuh, pemerintah memastikan pasokan BBM nasional tetap terjaga. Bahlil menegaskan, stok BBM berada dalam kondisi aman dan memenuhi standar minimum.
Stok Pertalite diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 16 hingga 18 hari. Sementara itu, stok BBM nonsubsidi dengan jenis RON 92, RON 95, dan RON 98 tersedia untuk lebih dari 20 hari.
Pasokan solar juga tidak mengalami kendala karena kebutuhan nasional telah terpenuhi tanpa impor. Adapun ketersediaan BBM di Kalimantan relatif setara dengan rata-rata nasional.
Selain memastikan ketersediaan pasokan, Bahlil meminta Pertamina mengoptimalkan distribusi agar BBM bersubsidi tepat sasaran dan diterima masyarakat yang berhak.
Baca juga : Prabowo Nyalakan Mode Survival
Pengawasan penyaluran juga akan diperkuat bersama pemerintah daerah serta aparat penegak hukum, termasuk TNI dan Polri, terutama untuk menindak tegas praktik penimbunan BBM.
Distribusi BBM Hadapi Tantangan El Niño
Bahlil mengungkapkan, distribusi BBM masih menghadapi tantangan di lapangan. Fenomena El Niño memicu pendangkalan Sungai Kapuas di Kalimantan Barat sehingga sempat mengganggu jalur pengiriman BBM.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Pertamina memanfaatkan kapal sebagai tempat penyimpanan terapung (floating storage).
BBM kemudian disalurkan ke daerah tujuan melalui jalur darat. Pemerintah berharap penyelesaian RDMP Balikpapan dapat semakin memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.
Proyek Strategis Nasional tersebut memiliki nilai investasi 7,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 126 triliun. Nilai itu menjadikannya salah satu investasi terbesar BUMN dalam satu lokasi.
Baca juga : Pastikan Pasokan Aman, Bahlil Dorong Penggunaan Energi Secara Bijak
Setelah beroperasi penuh, Kilang Balikpapan diharapkan mampu memenuhi sekitar 22 hingga 25 persen kebutuhan BBM nasional.
Dengan demikian, pasokan energi bagi masyarakat diharapkan semakin kuat dan ketergantungan pada impor BBM dapat terus ditekan, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya