Dark/Light Mode

Di Tengah Tantangan Disparitas Ene

Pertamina Serius Jaga Pasokan BBM di Seluruh Negeri

Senin, 26 Oktober 2026 06:40 WIB
Kebutuhan BBM masyarakat harus tetap terpenuhi, dengan tetap menjaga daya beli dan ketepatan sasaran subsidi. Foto: Dok. PERTAMINA
Kebutuhan BBM masyarakat harus tetap terpenuhi, dengan tetap menjaga daya beli dan ketepatan sasaran subsidi. Foto: Dok. PERTAMINA

 Sebelumnya 
Sementara ketersediaan LPG nasional dilaporkan berada di atas rata-rata 13 hari, dengan cadangan komoditas energi lainnya mencapai lebih dari 20 hari. Untuk solar, sudah tidak ada lagi impor.

Pemerintah juga terus mengantisipasi hambatan distribusi energi akibat faktor cuaca dan kondisi geografis, termasuk pendangkalan sungai di Kalimantan dan wilayah Asmat, Papua.

Dalam upaya memperkuat tata kelola pengadaan energi, Bahlil melaporkan, Presiden Prabowo telah menandatangani peraturan presiden terkait pengadaan minyak mentah, BBM, dan LPG secara langsung melalui skema antarpemerintah (government-to-government atau G2G) lewat Badan Layanan Umum (BLU).

Pemerintah juga mencatat kemajuan dalam pengurangan ketergantungan impor solar.

Waspadai Pergeseran Konsumsi

Baca juga : BI Tahan Bunga Acuan, Longgarkan Likuiditas

Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha mengatakan, masalah antrean BBM di sejumlah daerah perlu dilihat secara menyeluruh. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya terkait dengan ketersediaan pasokan, tetapi juga efektivitas distribusi, kapasitas penyimpanan, peningkatan permintaan, dan kesiapan sistem energi dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen.

Satya bilang, salah satu isu yang menjadi perhatian adalah dampak peralihan konsumen dari Pertamax ke Pertalite dalam jangka panjang.

“Apabila pergeseran konsumsi tersebut terjadi dalam skala besar, permintaan terhadap BBM bersubsidi berpotensi meningkat dan menambah tekanan terhadap distribusi di sejumlah wilayah,” jelasnya.

Satya menyarankan pemerintah mengantisipasi kondisi tersebut dengan memantau permintaan, memperkuat distribusi, serta berkoordinasi dengan badan usaha penyalur BBM. Langkah ini diperlukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, sekaligus menjaga ketepatan sasaran subsidi dan daya beli masyarakat.

“Ketahanan energi nasional tidak cukup dinilai berdasarkan ketersediaan sumber daya atau besarnya cadangan energi. Kemampuan menyalurkan BBM secara merata hingga ke daerah, juga menjadi indikator penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” bebernya.

Baca juga : DPR: Momentum Tingkatkan Kualitas Tenaga Medis Kita

Tantangan Distribusi Energi

Sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi tantangan distribusi energi yang beragam, mulai dari kondisi geografis hingga keterbatasan infrastruktur. Karena itu, gangguan pasokan di suatu wilayah perlu ditelusuri penyebabnya, baik akibat keterlambatan distribusi, peningkatan konsumsi, keterbatasan infrastruktur, maupun faktor lainnya.

Evaluasi tersebut diperlukan agar pemerintah dapat menentukan langkah penanganan yang tepat, sesuai kondisi di masing-masing wilayah. Tak hanya merespons persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Satya juga menekankan pentingnya transparansi informasi mengenai ketersediaan BBM. Sebab, informasi yang akurat mengenai kondisi pasokan dan distribusi tak hanya dapat memberikan kepastian kepada masyarakat, tetapi juga dapat mencegah kepanikan, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik oleh pemerintah dan badan usaha penyalur.

Saat ini, Indonesia juga dituntut mempercepat diversifikasi energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Pengembangan energi baru dan terbarukan menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kemandirian energi nasional.

Baca juga : Pembuang Sampah Dan PKL Liar Bakal Ditindak

Rencana pengembangan biodiesel B50 dan bahan bakar campuran etanol hingga E50 menjadi bagian dari upaya diversifikasi tersebut. Namun, menurut Satya, implementasinya membutuhkan kesiapan bahan baku, kapasitas produksi, infrastruktur distribusi, standar mutu, serta pengujian teknis dan perhitungan keekonomian yang memadai.

“Diversifikasi sumber energi dapat memperkuat ketahanan nasional, apabila didukung kebijakan yang konsisten, investasi, dan infrastruktur yang memadai,” pungkasnya. BCG

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Senin, 26 Oktober 2026 dengan judul "Di Tengah Tantangan Disparitas Ene Pertamina Serius Jaga Pasokan BBM di Seluruh Negeri"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.