Dark/Light Mode

PGE Akselerasi Efisiensi Energi Melalui Inovasi Digital

Senin, 26 Oktober 2026 16:56 WIB
Ilustrasi: AI
Ilustrasi: AI

RM.id  Rakyat Merdeka - Lima solusi G-Bionic memperkuat pengambilan keputusan berbasis data, pengawasan proyek, dan tata kelola operasi panas bumi.

Transformasi digital di industri energi tidak cukup diukur dari banyaknya aplikasi yang dibangun. Ukuran yang lebih penting adalah perubahan yang dihasilkan: keputusan lebih cepat, operasi lebih efisien, dan nilai ekonomi yang dapat dibuktikan. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menempuh langkah tersebut melalui ekosistem digital G-Bionic yang dirancang untuk mengintegrasikan proses bisnis panas bumi.

Menurut Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, pemanfaatan teknologi digitalnya menghasilkan nilai tambah aktual sebesar 312.000 dolar AS atau setara sekitar Rp 5,15 miliar. Nilai tersebut berasal dari optimalisasi kinerja hot well pump di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu, yang meningkatkan keluaran produksi lebih dari 2 megawatt (MW).

Baca juga : Pemerintah Ubah Skema Impor Minyak, BLU Jadi Pelaksana

Capaian itu memperlihatkan bagaimana pengolahan data operasional dapat memberikan hasil yang terukur. Namun, manfaat digitalisasi tidak berhenti pada peningkatan produksi. Teknologi juga dapat membantu mempercepat pengambilan keputusan, menekan risiko operasional, dan meningkatkan efisiensi proses bisnis.

PGE memperkenalkan lima produk dalam ekosistem G-Bionic, yakni G-COMPASS untuk manajemen kontrak dan pengadaan, PEDAS sebagai dasbor pemantauan proyek secara waktu nyata, PIMS Historian untuk pemantauan operasi, GENIUS sebagai asisten kerja berbasis kecerdasan buatan (AI), serta G-ENERGYZER untuk asesmen kompetensi sumber daya manusia.

Kelima produk tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan berbeda yang saling berkaitan dalam rantai bisnis panas bumi. PIMS Historian membantu pengambilan keputusan berbasis data operasional, sementara PEDAS memberikan gambaran perkembangan proyek secara waktu nyata.

Baca juga : Pertamina Kaji Teknologi Distribusi Gas Bersama Mitra Jepang

Adapun G-COMPASS dirancang untuk menstandarkan proses kontrak dan pengadaan. PGE menyatakan sistem tersebut berpotensi memangkas waktu peninjauan kontrak lebih dari 60 persen serta mempercepat persetujuan dokumen lebih dari 70 persen.

Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho menegaskan pentingnya transformasi tersebut. “Saat ini kita sedang bergerak dari tahap inisiasi menuju tingkat maturitas digital yang advanced,” ujarnya kepada media, Sabtu, 1 Juli 2026.

Menurut Andi, pengembangan G-Bionic didukung infrastruktur keamanan siber dan menjadi bagian dari cara kerja baru perusahaan untuk mempercepat inovasi serta meningkatkan efisiensi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.