Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PGE Akselerasi Efisiensi Energi Melalui Inovasi Digital
Senin, 26 Oktober 2026 16:56 WIB
Sebelumnya
Kebutuhan tersebut berkaitan erat dengan karakter industri panas bumi. Pengembangan lapangan membutuhkan investasi besar, menghadapi risiko eksplorasi, serta melibatkan proses teknis dan administrasi yang kompleks. Keterlambatan pengadaan atau keputusan yang tidak didukung data dapat berpengaruh terhadap biaya dan jadwal proyek.
Teknologi AI yang dikembangkan melalui GENIUS juga menjadi bagian dari upaya mempercepat akses terhadap informasi internal. PGE menyatakan platform tersebut terintegrasi dengan Sistem Tata Kerja dan data produksi perusahaan, dengan perlindungan keamanan siber untuk menjaga kerahasiaan informasi.
Baca juga : Pemerintah Ubah Skema Impor Minyak, BLU Jadi Pelaksana
Penerapan teknologi semacam ini tetap memerlukan tata kelola yang kuat. Kualitas data, pembatasan akses, jejak audit, dan kompetensi pengguna harus dijaga agar keputusan yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan.
Andi juga menegaskan pentingnya inovasi, kolaborasi, dan diversifikasi pemanfaatan panas bumi untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Perusahaan menargetkan kapasitas terpasang yang dikelola sendiri mencapai 1 gigawatt pada 2028 dan 1,8 gigawatt pada 2034.
Baca juga : Pertamina Kaji Teknologi Distribusi Gas Bersama Mitra Jepang
Pertumbuhan kapasitas tersebut membutuhkan operasi yang andal dan pengelolaan proyek yang disiplin. Karena itu, digitalisasi dapat menjadi salah satu pengungkit produktivitas, meskipun tetap harus ditopang investasi, kompetensi manusia, dan penerapan standar keselamatan.
Keberhasilan transformasi digital pada akhirnya perlu dinilai melalui indikator yang konsisten. Nilai tambah finansial, tambahan produksi, waktu penyelesaian kontrak, dan keandalan operasi dapat menjadi ukuran untuk mengevaluasi manfaatnya dari waktu ke waktu.
Baca juga : PM Singapura Soal Pengurangan Pasokan Gas RI: Semua Pihak Harus Penuhi Komitmen
Bagi industri energi, pelajaran utamanya adalah bahwa inovasi digital bukan sekadar memindahkan pekerjaan manual ke layar komputer. Nilai strategisnya muncul ketika teknologi membantu pekerja mengambil keputusan lebih baik, memperkuat pengendalian proses, dan menghasilkan manfaat yang dapat dibuktikan.
Jika manfaat itu dapat dipertahankan dan direplikasi, inovasi digital berpotensi memperkuat daya saing panas bumi sekaligus mendukung transisi Indonesia menuju energi rendah karbon.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya