Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gempa M5,4 Guncang Pulau Karutung Sulawesi Utara, Tidak Berpotensi Tsunami
- Hasil Liga Italia: Lazio Pesta Gol, Roma dan Como Ikut Raih Kemenangan
- PSS Sleman Takluk dari Borneo FC, Kartu Merah Jadi Titik Balik
- Persib Vs Melbourne Victory, Ujian Terberat Maung Bandung
- Gempa M5,4 Guncang Gunungkidul Yogyakarta, Tidak Berpotensi Tsunami
193 Lembaga Keuangan Terbaik Raih Penghargaan The Finance 2026
Senin, 26 Oktober 2026 17:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 193 lembaga keuangan dari sektor perbankan, asuransi jiwa, asuransi umum, dan perusahaan pembiayaan meraih penghargaan Top 20 Financial Institutions Award 2026 yang diselenggarakan The Finance, bagian dari Infobank Media Group, di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Penghargaan yang digelar di Shangri-La Jakarta tersebut diberikan berdasarkan kajian terhadap kinerja lembaga keuangan dengan menggunakan laporan keuangan selama tiga periode terakhir sebagai dasar penilaian.
Untuk sektor asuransi dan perusahaan pembiayaan, penilaian mengacu pada laporan keuangan periode 2023-2025. Sementara itu, penilaian sektor perbankan didasarkan pada kinerja Juni 2024 hingga Juni 2026.
Selain memberikan penghargaan kepada lembaga keuangan, The Finance juga memberikan apresiasi kepada 28 Chief Financial Officer (CFO) yang dinilai berkontribusi dalam menjaga dan meningkatkan kinerja perusahaan melalui penghargaan Best CFO 2026.
Chairman The Finance Eko B. Supriyanto mengatakan penghargaan tersebut merupakan upaya untuk mendorong industri keuangan nasional agar terus berkembang secara profesional, berintegritas, dan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG).
Baca juga : Indodana Fintech Raih Infobank 2026 Salurkan Pembiayaan Ke 2,1 Juta Pengguna
“Untuk itulah kami berupaya, The Finance memberikan satu penghargaan, mereka yang selama tiga tahun berturut-turut mempunyai kinerja yang sangat bagus dan kita menghargai CFO yang bekerja luar biasa,” ujarnya.
Menurut Eko, penghargaan tersebut semakin relevan di tengah tekanan yang dihadapi industri keuangan akibat dinamika global dan berbagai tantangan domestik.
Dalam situasi penuh ketidakpastian, konsistensi kinerja dan integritas menjadi faktor penting bagi lembaga keuangan untuk menjaga kepercayaan pemangku kepentingan sekaligus mempertahankan keberlanjutan bisnis.
Rangkaian Top 20 Financial Institutions Award 2026 juga diisi dengan The Finance Executive Forum 2026 bertajuk Building Financial Industry Resilience Amidst Economic Uncertainty.
Forum tersebut menghadirkan Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eisha Maghfiruha Rachbini dan Sales Director Asia FIS Reda Aouami sebagai narasumber.
Baca juga : Prudential Indonesia Raih The Excellent Performance Life Insurance Company 2026
Dalam forum tersebut, Eisha mengingatkan bahwa pemulihan ekonomi global belum berlangsung merata. Pertumbuhan ekonomi masih berjalan, tetapi tekanan harga berpotensi kembali meningkat di tengah kondisi keuangan yang ketat.
Ia juga menyoroti risiko stagflasi parsial, yakni kondisi ketika pertumbuhan ekonomi melemah di tengah tekanan harga. Risiko terhadap ketahanan makroekonomi dapat meningkat apabila guncangan pasokan terjadi bersamaan dengan kondisi keuangan yang ketat.
Kondisi tersebut, menurut Eisha, menuntut perbankan untuk lebih cermat menyeimbangkan ekspansi kredit dan pengendalian risiko.
Pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional, tetapi kualitas pembiayaan tetap bergantung pada disiplin analisis dan ketepatan pengambilan keputusan kredit.
Sementara itu, Reda menilai transformasi pembiayaan tidak cukup hanya dilakukan melalui digitalisasi proses bisnis yang sudah ada. Perbankan perlu mengintegrasikan data, mengotomatiskan alur kerja, dan memanfaatkan AI untuk mempercepat analisis serta meningkatkan ketepatan keputusan.
Baca juga : Indodana Finance Perkuat Komitmen Hadirkan Layanan Transparan dan Nyaman
Ia mengatakan teknologi AI berpeluang mengoptimalkan berbagai tahapan proses kredit yang selama ini masih bergantung pada pekerjaan manual, mulai dari pengolahan dokumen dan analisis laporan keuangan hingga penyusunan dokumen kredit.
“Peluangnya terletak pada peralihan dari proses yang reaktif menuju model penyaluran kredit yang lebih cerdas—mengubah data menjadi wawasan, wawasan menjadi tindakan, dan tindakan menjadi hasil yang lebih baik,” ujarnya.
Peluncuran Buku
Dalam kesempatan yang sama, Chairman Infobank Media Group Eko B. Supriyanto meluncurkan buku Kredit Macet Bukan Pidana. Bankir Babay Farid Wazdi juga meluncurkan buku Risk Management For Micro Financing.
Peluncuran kedua buku tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Top 20 Financial Institutions Award 2026 yang mengangkat isu kinerja, tata kelola, dan ketahanan industri keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya