Dark/Light Mode

PNM Temukan Bibit Wirausaha Muda dari Anak Nasabah Mekaar

Senin, 26 Oktober 2026 18:22 WIB
Foto: PNM.
Foto: PNM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Anak-anak nasabah PNM Mekaar menunjukkan potensi menjadi wirausaha muda melalui Madani Entrepreneurship Academy (MEA) 2026.

Dari 50 peserta yang mengikuti pendampingan, 10 finalis berhasil mempresentasikan ide bisnis mereka dalam Demo Day di Malang, Sabtu (24/10/2026), dengan tiga peserta terbaik meraih gelar juara.

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggelar Demo Day MEA 2026 sebagai puncak rangkaian program pengembangan kewirausahaan bagi anak nasabah penerima Beasiswa PNM.

Kegiatan ini melanjutkan Jambore Beasiswa PNM x MEA yang diselenggarakan di Magelang pada September lalu.

Mengusung semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, program tersebut memberikan kesempatan kepada anak-anak nasabah PNM Mekaar untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan bisnis melalui pendampingan daring selama empat pekan.

Dari 50 peserta yang mengikuti tahap awal, terpilih 10 finalis yang berasal dari Semarang, Surabaya, Ambon, Bangka Belitung, Bekasi, Magelang, Cirebon, Probolinggo, Medan, dan Yogyakarta.

Pada tahap lanjutan, para finalis mendapatkan pelatihan menyusun Business Model Canvas (BMC), membuat prototipe, membangun identitas merek, hingga menghitung harga jual produk.

Baca juga : PNM Lansiapreneur Hadirkan Ruang Berkarya bagi Lansia di Rumah Oma

Dalam Demo Day yang didukung Institut Asia Malang, mereka mempresentasikan ide dan perkembangan usaha masing-masing.

Tiga peserta terbaik berhasil meraih posisi juara. Juara pertama diraih Kayla Aprilia, anak nasabah PNM Bangka Belitung, melalui usaha Skay Soufflecake.

Posisi kedua ditempati Kesya Deswita Sari, anak nasabah PNM Magelang, dengan produk Cascara Tea.

Sementara juara ketiga diraih Talitha Maritza Rafa Hendrian, anak nasabah PNM Cirebon, melalui usaha Moringo Bomboloni.

Ide bisnis para finalis beragam, mulai dari produk olahan pangan hingga produk kreatif.

Sejumlah peserta juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dengan memanfaatkan bahan sisa, seperti kulit kopi yang diolah menjadi teh, botol bekas yang dijadikan pot, serta kain jeans dan kain perca bekas yang diolah menjadi tas tumbler.

Mentor MEA 2026, Dr. Puji Subekti, S.Si., M.Si., mengatakan perjalanan peserta sejak kegiatan di Magelang memperlihatkan bahwa anak-anak dari keluarga prasejahtera memiliki kemampuan untuk merintis usaha apabila memperoleh kesempatan dan pendampingan yang tepat.

Baca juga : Bukan Cuma Usaha, PNM Hadirkan Dampak Lebih Luas bagi Nasabah

“Melihat anak-anak nasabah PNM mendapatkan beasiswa, berani bermimpi, dan mulai merintis bisnis mengajarkan saya bahwa kesempatan yang tepat dapat melahirkan masa depan yang hebat. Semoga semakin banyak anak muda yang tumbuh menjadi wirausaha mandiri dan membawa kebermanfaatan,” ujar Puji.

Dari sisi peserta, Kesya Deswita Sari, peraih juara kedua, mengaku mendapatkan tambahan wawasan mengenai bisnis dan teknik presentasi atau pitching.

Ia juga memperoleh kesempatan bertemu dan bertukar pengalaman dengan peserta lain dari berbagai daerah.

Ibu Kesya, yang juga merupakan nasabah PNM Mekaar, menilai kegiatan semacam ini penting bagi perkembangan anak-anak.

Selain memperluas wawasan, program tersebut membantu mereka membangun rasa percaya diri.

Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary S., mengatakan proses yang dijalani peserta sama pentingnya dengan hasil akhir kompetisi.

Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi berskala nasional dapat membantu anak-anak nasabah membangun kepercayaan diri sekaligus mengembangkan kemampuan berwirausaha.

Baca juga : Dari Eceng Gondok Jadi Kerajinan Bernilai, Maryati Tembus Pasar Bali

“Dalam membangun sebuah usaha, yang dinilai bukan hanya hasil akhirnya, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mengembangkan ide, memahami kebutuhan pasar, menyusun model bisnis, memperbaiki produk, dan mengambil keputusan berdasarkan proses yang dijalani. Proses ini yang kami harapkan bisa membangun jiwa pejuang anak-anak nasabah yang potensinya luar biasa untuk melanjutkan proyek usahanya,” ujar Dodot.

Ia menambahkan, usaha yang baik harus mampu menjawab kebutuhan pasar, memiliki proses yang jelas, dikelola dengan baik, serta mampu beradaptasi terhadap perubahan.

Setelah Demo Day, perkembangan usaha para peserta akan tetap dipantau sebagai bagian dari keberlanjutan program. Dengan demikian, pendampingan yang diberikan tidak berhenti pada kompetisi, tetapi diharapkan berlanjut hingga usaha peserta semakin berkembang.

PNM berkomitmen mendukung keberlanjutan pendidikan anak-anak nasabah, tidak hanya melalui beasiswa, tetapi juga lewat pengembangan keterampilan kewirausahaan dan kepemimpinan.

Melalui MEA 2026, PNM berharap semakin banyak anak nasabah yang mampu mengembangkan potensi, membangun usaha mandiri, serta menghadirkan manfaat nyata bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.