Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Pertamina Patra Niaga Olah Minyak Jelantah Jadi Bioavtur Ramah Lingkungan
- Liburan ke Bandung Naik Whoosh, Diskon Tiket hingga 75 Persen
- BSI LYFE Card Sasar Nasabah Milenial dan Gen Z
- Menko Bahlil Usut Dugaan Perusahaan Asing Menambang Di Kebun Sawit
- Dua Tahun Prabowo, BPOM Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan
Ditopang Ekspansi Kredit, Tumbuh 20,7 Persen
Laba Bank Mandiri Tembus 45,5 Triliun
Selasa, 27 Oktober 2026 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat laba bersih konsolidasi Rp45,5 triliun hingga kuartal III-2026, tumbuh 20,7 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kinerja tersebut ditopang ekspansi kredit berbasis ekosistem, peningkatan transaksi digital, dan efisiensi operasional.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, pertumbuhan bisnis perseroan menjangkau berbagai sektor, mulai dari pemerintah dan badan usaha milik negara (BUMN), pelaku usaha, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat.
“Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembiayaan pembangunan dan layanan publik, penguatan daya saing pelaku usaha, serta penyaluran kredit usaha mikro non-subsidi yang telah menjangkau 37 provinsi,” ujarnya dalam paparan kinerja kuartal III-2026 secara virtual, Jumat (23/10/2026).
Dari sisi intermediasi, kredit Bank Mandiri secara bank only mencapai Rp1.605,8 triliun per September 2026, tumbuh 16 persen yoy. Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 17,7 persen menjadi Rp1.750,2 triliun. Sedangkan total aset naik 20,1 persen menjadi Rp2.404,1 triliun.
Hingga September 2026, pendapatan bunga tumbuh 7,08 persen secara tahunan menjadi Rp97,3 triliun. Pendapatan nonbunga meningkat 13,8 persen menjadi Rp29,4 triliun. Sementara pendapatan bunga bersih naik 6,2 persen menjadi Rp61,2 triliun.
Total pendapatan bank only meningkat 8,54 persen menjadi Rp90,6 triliun. Pada saat yang sama, biaya operasional turun 9,03 persen menjadi Rp32,7 triliun.
Baca juga : Ringankan Beban Finansial, Permudah Akses Cari Loker
“Pendapatan kami terus tumbuh seiring pertumbuhan kredit dan meningkatnya transaksi nasabah. Kami melihat fee-based income menjadi penopang penting untuk menjaga pertumbuhan laba,” kata Novita.
Efisiensi tersebut tercermin dari rasio biaya terhadap pendapatan (Cost to Income Ratio/CIR) bank only yang membaik menjadi 36,1 persen, dibandingkan 43 persen setahun sebelumnya. Sementara itu, Return on Equity (ROE) mencapai 23,6 persen dan Return on Assets (ROA) sebesar 2,99 persen.
Di tengah ekspansi kredit, Bank Mandiri juga menjaga kualitas aset. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) bruto bank only turun menjadi 0,98 persen per September 2026, dari 1,03 persen setahun sebelumnya.
Rasio pencadangan terhadap kredit bermasalah (NPL coverage ratio) tercatat 243 persen. Sedangkan biaya kredit (cost of credit) sebesar 0,55 persen. Rasio kredit dalam perhatian khusus (Special Mention Loan/SML) juga turun menjadi 2,88 persen, dari 3,35 persen setahun sebelumnya.
Pada segmen korporasi, NPL tercatat 0,30 persen, sedangkan NPL kredit ekosistem turunan sebesar 0,90 persen. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) bank only mencapai 18,4 persen.
Novita mengatakan, posisi permodalan tersebut memberikan ruang bagi perseroan untuk melanjutkan pengembangan bisnis dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.
Kredit Korporasi Tumbuh 22 Persen
Baca juga : Mourinho Pawang Barcelona
Direktur Operations Bank Mandiri Timothy Utama mengatakan, perseroan menghubungkan kebutuhan perusahaan dengan pelaku usaha dan individu dalam ekosistem bisnisnya untuk memperluas jangkauan pembiayaan.
Melalui pendekatan tersebut, kredit korporasi mencapai Rp700 triliun per September 2026, tumbuh 22 persen yoy. Sementara itu, kredit ekosistem turunan yang mencakup segmen Small Medium Enterprise (SME), mikro, dan konsumer mencapai Rp174 triliun, tumbuh 9 persen yoy.
Pada segmen usaha mikro, kredit non-subsidi Bank Mandiri mencapai Rp31,2 triliun, meningkat 12,9 persen yoy. Pembiayaan tersebut telah menjangkau 37 provinsi untuk mendukung usaha produktif dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Secara bank only, kredit di Bali dan Nusa Tenggara tumbuh 10,3 persen yoy per September 2026. Kredit di Jawa dan Daerah Istimewa Yogyakarta tumbuh 5,97 persen, sedangkan di Sumatera sebesar 5,09 persen.
“Keterhubungan layanan bagi perusahaan, pelaku UMKM, dan nasabah individu diharapkan memperluas akses pembiayaan serta mendukung perkembangan usaha di berbagai daerah,” jelas Timothy.
Perluas Bisnis Emas dan Digital
Bank Mandiri juga mengembangkan bisnis bulion atau bank emas dan memperkuat layanan keuangan digital. Sebagai bank konvensional pertama di Indonesia yang mengantongi izin bank bulion, perseroan menghadirkan Tabungan Emas, cicilan emas melalui Kredit Serbaguna Mandiri (KSM) Emas, serta layanan pengambilan emas fisik.
Baca juga : Badai Hantam Phillip Island, Marquez Kehilangan Peluang Panen Poin
Direktur Information Technology Bank Mandiri Sunarto Xie mengatakan, melalui Livin’ by Mandiri, nasabah dapat membuka Tabungan Emas dengan pembelian awal mulai 0,02 gram. Pembelian berikutnya dapat dilakukan mulai 0,005 gram, sedangkan penjualan emas mulai 0,01 gram. Layanan tersebut tersedia selama 24 jam secara real-time.
Nasabah juga dapat mengambil emas fisik dari saldo Tabungan Emas melalui 28 Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Emas dan 458 cabang yang dapat dipilih melalui Livin’. Pilihan emas yang tersedia mencakup merek ANTAM LM dan HRTA GOLD.
“Melalui bisnis bulion, kami ingin memudahkan masyarakat mengakses layanan emas yang terintegrasi melalui Livin’ by Mandiri, mulai dari menabung, cicil emas, hingga ambil emas fisik dari tabungan emas,” ujar Sunarto.
Dari sisi layanan digital, Livin’ by Mandiri memiliki 42,6 juta pengguna terdaftar per September 2026. Sepanjang Januari-September 2026, aplikasi tersebut mencatat 4,18 miliar transaksi senilai Rp3.863 triliun, masing-masing tumbuh 22 persen dan 20 persen yoy.
Pengembangan Livin’ berfokus pada integrasi kebutuhan nasabah, mulai dari menabung, bertransaksi, memperoleh pembiayaan, berinvestasi, hingga memenuhi kebutuhan gaya hidup dalam ekosistem Bank Mandiri. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya