Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- PTPN Group Tampilkan Produk Oleo Sawit di Forum Teknologi Danantara
- Mantan Dirut PNM Arief Mulyadi Meninggal di Usia 58 Tahun
- Lamine Yamal Cetak Sejarah, Raih Kopa Trophy 3 Tahun Beruntun
- Harry Kane Persembahkan Ballon d’Or untuk Bayern dan Keluarga
- Pelatih Arema Ungkap Kunci Sukses Hajar Dewa United 4-0
Waskita Karya Lanjutkan Pemulihan Pascabencana di Aceh
Selasa, 27 Oktober 2026 19:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Waskita Karya (Persero) Tbk melanjutkan upaya pemulihan pascabencana di Aceh melalui perbaikan infrastruktur, pemulihan akses air minum, hingga rehabilitasi rumah ibadah. Sejumlah proyek yang dikerjakan di beberapa kabupaten dan kota di Aceh tersebut menunjukkan progres yang terus berjalan.
Corporate Secretary Waskita Karya Steven Subiantoro mengatakan, perusahaan mengerjakan proyek Rancang dan Bangun Penanganan Kawasan Pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, serta Kota Langsa.
Lingkup pekerjaan meliputi pembersihan drainase sepanjang 61.401 meter, pembersihan pekarangan 237 rumah, serta penanganan permanen drainase sepanjang 50.817 meter dan jalan sepanjang 20.023 meter. Secara keseluruhan, realisasi pekerjaan tersebut telah mendekati 70 persen.
Sementara itu, progres penanganan bencana di Kota Langsa telah mencapai 71,38 persen.
“Usai bencana banjir dan longsor yang terjadi pada November tahun lalu, kami berupaya menata kembali sejumlah daerah di Aceh. Tidak hanya membersihkan ratusan rumah warga, tim kami di lapangan pun membangun saluran, dinding penahan tanah, serta melakukan pengaspalan,” ujar Steven dalam keterangan resmi, Selasa (27/10/2026).
Baca juga : IIF Salurkan Pembiayaan Rp601,4 Miliar untuk Infrastruktur Digital dan Kesehatan
Selain memperbaiki infrastruktur, Waskita Karya juga mengerjakan rehabilitasi dan rekonstruksi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Meureudu di Pidie Jaya, Teupin Mane di Bireuen, serta Lampahan di Bener Meriah.
Pekerjaan tersebut ditujukan untuk memulihkan akses air minum bagi masyarakat terdampak bencana sehingga kebutuhan air bersih untuk kehidupan sehari-hari dapat terpenuhi.
“Pengerjaan proyek SPAM ini menjadi bagian dari komitmen Waskita Karya dalam mendukung Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memulihkan akses air minum bagi warga terdampak. Kami terus memastikan pelaksanaan proyek sesuai standar mutu dan mengutamakan keselamatan kerja,” kata Steven.
Waskita Karya juga mengerjakan proyek Penanganan Keadaan Darurat Pascabencana Prasarana Peribadatan di Provinsi Aceh 1. Proyek tersebut mencakup 137 lokasi yang tersebar di 11 kabupaten atau kota.
Hingga saat ini, progres pengerjaannya mencapai 47,1 persen. Perusahaan menargetkan seluruh rumah ibadah yang masuk dalam proyek tersebut dapat diselesaikan hingga akhir Desember 2026.
Baca juga : Waskita Karya Mulai Garap Proyek Jembatan Pulau Laut Kalsel, Progres 18,4 Persen
Steven menjelaskan, bencana menyebabkan kerusakan pada berbagai fasilitas umum dan sosial, termasuk tempat ibadah yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Aceh.
“Bencana yang terjadi mengakibatkan kerusakan pada beragam fasilitas umum dan sosial, termasuk tempat ibadah yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Aceh. Maka kami memperbaiki sejumlah bangunan ini agar dapat digunakan kembali secara aman dan layak,” jelasnya.
Sebelumnya, Waskita Karya telah menyelesaikan pembangunan lebih dari 500 unit hunian sementara (huntara) modular di Aceh Utara, Kabupaten Bener Meriah, dan Kota Subulussalam. Perusahaan juga telah menyelesaikan pembangunan puskesmas darurat di Aceh Tenggara.
Setiap blok huntara dilengkapi gedung serbaguna, toilet, area cuci, dapur, dan musala. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan dasar warga selama menempati hunian sementara.
“Saat ini ratusan hunian tersebut telah ditempati. Kami merasa bangga dapat membantu sekaligus berkontribusi dalam penyediaan tempat tinggal bagi saudara-saudara kita di Aceh,” tutur Steven.
Baca juga : Digital Infrastructure Summit 2026 Bahas Penguatan Infrastruktur Digital
Steven menegaskan, Waskita Karya akan terus mendukung upaya pemerintah dalam penanganan bencana di Aceh. Melalui berbagai proyek pemulihan tersebut, perusahaan berharap infrastruktur dan fasilitas sosial yang terdampak dapat kembali berfungsi sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Upaya ini menjadi bagian dari pemulihan pascabencana di Aceh, mulai dari perbaikan jalan dan drainase, pemulihan layanan air minum, penyediaan hunian sementara, hingga rehabilitasi tempat ibadah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya