Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gempa M5,4 Guncang Pulau Karutung Sulawesi Utara, Tidak Berpotensi Tsunami
- Hasil Liga Italia: Lazio Pesta Gol, Roma dan Como Ikut Raih Kemenangan
- PSS Sleman Takluk dari Borneo FC, Kartu Merah Jadi Titik Balik
- Persib Vs Melbourne Victory, Ujian Terberat Maung Bandung
- Gempa M5,4 Guncang Gunungkidul Yogyakarta, Tidak Berpotensi Tsunami
INPEX Rampungkan FEED Masela, FID Ditargetkan Awal 2027
Rabu, 28 Oktober 2026 07:47 WIB
Sebelumnya
Sementara President Director INPEX Masela Ltd. Kenji Hasegawa menjelaskan, FEED mencakup rekayasa awal untuk empat komponen utama proyek. Keempatnya meliputi fasilitas LNG darat atau Onshore LNG (OLNG), fasilitas produksi terapung Floating Production Storage and Offloading (FPSO), sistem bawah laut Subsea Umbilicals, Risers and Flowlines (SURF), serta jaringan pipa ekspor gas atau Gas Export Pipeline (GEP).
Hasil FEED menjadi landasan teknis untuk melanjutkan pengembangan fasilitas dan mempersiapkan tahapan Engineering, Procurement, Construction and Installation (EPCI). Tahapan tersebut merupakan bagian penting dalam perjalanan proyek menuju keputusan investasi final.
Baca juga : Indonesia Pangkas Ekspor Gas, Singapura Bereaksi
“Dengan selesainya tahap FEED, kini kita berfokus pada pencapaian berikutnya. Selesainya tahap FEED bukanlah tujuan akhir kita, melainkan bagian dari kemajuan menuju fase EPCI dan upaya mencapai Final Investment Decision (FID),” kata Kenji.
Dia menegaskan, kelanjutan proyek membutuhkan koordinasi dan komitmen berkelanjutan dari seluruh pihak yang terlibat. INPEX, kata dia, akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah, mitra usaha patungan, kontraktor, dan pemangku kepentingan lainnya.
President Director INPEX Masela Ltd. Kenji Hasegawa. [Foto: Dok]
Baca juga : PM Singapura Soal Pengurangan Pasokan Gas RI: Semua Pihak Harus Penuhi Komitmen
“INPEX tetap berkomitmen untuk bekerja sama secara erat dengan pemerintah, mitra joint venture, kontraktor, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memajukan proyek ini secara aman dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Penyelesaian FEED melibatkan sejumlah perusahaan rekayasa dan mitra teknis, yakni Saipem, Tripatra, McDermott, Technip, JGC, TEN, KBR Indonesia, PT Adhi Karya, Samsung E&A, dan Worley. Sebagai bentuk pengakuan atas penyelesaian pekerjaan teknis, para kontraktor menerima Technical Acceptance Certificate.
Baca juga : SKK Migas Umumkan Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura
Proses penelaahan dokumen FEED juga melibatkan kalangan akademisi. INPEX bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Pattimura (Unpatti), dengan sekitar 200 profesor dan doktor bertindak sebagai penelaah independen.
Rampungnya FEED menjadi tonggak penting bagi proyek LNG Abadi Masela. Namun, realisasi investasi dan jadwal produksi selanjutnya tetap bergantung pada penyelesaian persyaratan komersial, keputusan investasi, serta kesiapan pengadaan dan pelaksanaan pembangunan fasilitas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya