Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Produksi Tembus 6,59 Juta Ton, Petrokimia Gresik Dukung Ketahanan Pangan
Kamis, 29 Oktober 2026 09:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), mencatatkan total produksi pupuk dan nonpupuk sebesar 6,59 juta ton hingga September 2026
Capaian tersebut memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung ketersediaan pupuk bagi petani sekaligus menyediakan bahan kimia dasar dan produk nonpupuk untuk menunjang kebutuhan industri nasional.
Dari total produksi tersebut, sebanyak lebih dari 4 juta ton merupakan produk pupuk yang berperan penting dalam mendukung produktivitas pertanian nasional.
Sementara itu, produksi bahan kimia dasar dan produk nonpupuk mencapai hampir 2,5 juta ton untuk menunjang berbagai kebutuhan industri.
Capaian ini mencerminkan kemampuan Petrokimia Gresik dalam menjaga produktivitas guna mendukung kebutuhan dua sektor strategis tersebut secara berkelanjutan.
Baca juga : BI Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi & Jaga Ketahanan Pangan Wilayah Sulampua
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob mengatakan, bahwa capaian tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga produktivitas untuk mendukung dua sektor strategis nasional, yakni pertanian dan industri.
Menurutnya, produksi pupuk dan bahan kimia dasar memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung keberlangsungan aktivitas industri dan perekonomian nasional.
“Capaian produksi ini bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan besarnya tanggung jawab Petrokimia Gresik dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan industri. Di sektor pertanian, kami berperan menyediakan pupuk untuk menunjang produktivitas petani," ujar Daconi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/10/2026).
Ia menambahkan, sementara melalui produksi bahan kimia dasar dan nonpupuk, Petrokimia Gresik turut mendukung keberlangsungan berbagai aktivitas industri nasional.
Daconi menjelaskan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari upaya perusahaan dalam meningkatkan keandalan operasional, efisiensi, serta efektivitas proses produksi.
Baca juga : Potensi Pertanian Lampung Didorong Jadi Penggerak Ketahanan Pangan
Optimalisasi kemampuan pabrik terus dilakukan untuk menjaga produktivitas sekaligus memastikan kesiapan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan produk secara berkelanjutan.
Langkah tersebut juga diperkuat melalui inovasi internal perusahaan, salah satunya GIO FILTER 1B yang dikembangkan di Pabrik Amoniak 1B.
Melalui penambahan Molecular Dryer Filter 154-LC untuk meningkatkan keandalan proses produksi, inovasi ini berhasil menekan kehilangan potensi produksi (loss product) amoniak dari sebelumnya 13.409,21 ton menjadi nol pada unit yang ditangani.
Inovasi tersebut juga mendukung peningkatan produksi harian dari 1.970,21 ton menjadi 2.000 ton, sekaligus menghasilkan efisiensi biaya yang dilaporkan mencapai Rp9,5 miliar.
Di sektor pertanian, Petrokimia Gresik terus memperkuat sinergi dengan Pupuk Indonesia Grup untuk mendukung kesiapan menghadapi musim tanam Oktober–Maret.
Baca juga : Zulhas: Swasembada Pangan Jadi Kunci Kemajuan Bangsa
Koordinasi dilakukan untuk menjaga keselarasan antara kapasitas produksi, ketersediaan stok, dan kebutuhan penyaluran pupuk bersubsidi, sehingga pemenuhan kebutuhan petani dapat didukung sesuai alokasi dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
“Memasuki musim tanam, ketersediaan pupuk menjadi salah satu faktor penting yang mendukung aktivitas petani. Karena itu, kami terus memperkuat koordinasi bersama Pupuk Indonesia Grup agar kesiapan produksi dapat berjalan selaras dengan kebutuhan penyaluran, sehingga pupuk bersubsidi dapat tersedia bagi petani sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.
Daconi menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi dorongan bagi Petrokimia Gresik untuk terus meningkatkan produktivitas melalui penguatan operasional dan pengembangan inovasi.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung Pupuk Indonesia menjalankan mandat pemerintah di sektor pupuk serta memperkuat kontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.
“Pertanian yang produktif dan industri yang berdaya saing sama-sama membutuhkan dukungan pasokan yang berkelanjutan," pungkas Daconi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya