Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Amartha Perkuat Modal Perempuan Petani Untuk Jaga Ketahanan Pangan
Senin, 19 Oktober 2026 20:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Peran perempuan di perdesaan menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional, tidak hanya melalui aktivitas produksi pertanian, tetapi juga dengan menggerakkan perekonomian keluarga dan membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Founder dan CEO Amartha Financial Andi Taufan mengatakan akses permodalan, pendampingan usaha, dan perluasan pasar menjadi bagian penting untuk memperkuat usaha perempuan di perdesaan.
“Dukungan permodalan dan pendampingan yang kami lakukan berhasil mendukung hampir 99.000 mitra di perdesaan untuk membuka lapangan kerja baru, di mana 97 persen dari total lapangan kerja baru tersebut diisi oleh perempuan,” ujar Andi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Menurut data Amartha, hampir 30 persen mitra perusahaan tersebut bergerak di sektor pertanian dan peternakan sepanjang 2025.
Peran perempuan dalam sektor pertanian juga tercermin dari data Food and Agriculture Organization (FAO) yang mencatat perempuan menyumbang sekitar 41 persen tenaga kerja pertanian global.
Sementara di Indonesia, sekitar 14,8 juta perempuan tercatat bekerja di sektor pertanian hingga Februari 2025.
Baca juga : Pertanian Digital Perkuat Ketahanan Pangan
Meski memiliki kontribusi besar, perempuan di perdesaan masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan akses permodalan, literasi digital, serta dampak perubahan iklim yang dapat memengaruhi produktivitas usaha.
Salah satu kisah tersebut datang dari Sumarni, petani palawija di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, yang telah menekuni usaha pertanian selama lebih dari tujuh tahun.
Sebelum beralih ke palawija, Sumarni sempat menanam melon, tetapi keterbatasan modal membuat usaha tersebut sulit berkembang.
“Berkat modal dari Amartha, saya bisa lebih leluasa mengembangkan usaha palawija ini. Kebanyakan pembeli tinggal di sekitar rumah, jadi mereka bisa langsung membeli hasil panen. Saya bisa mendapat penghasilan hingga Rp 500.000 setiap dua hari, terutama saat harga sedang bagus,” kata Sumarni.
Menurut dia, pekerjaan sebagai petani membutuhkan tenaga besar, mulai dari mencangkul, memupuk, hingga mengolah tanah. Namun, pendapatan dari usaha tersebut membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus membiayai pendidikan anak.
Kisah serupa datang dari Mariani, pembudidaya rumput laut di Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, yang memulai usahanya sekitar empat tahun lalu dengan menjemur rumput laut dalam jumlah terbatas di belakang rumah.
Baca juga : PISAgro Dorong Peningkatan Pendapatan Petani Perempuan
Pendapatan Mariani sempat tidak menentu karena kegiatan budidaya rumput laut bergantung pada kondisi cuaca, pasang surut, dan keadaan laut.
Setelah bergabung sebagai mitra Amartha, Mariani memperoleh pembiayaan dan pendampingan yang dimanfaatkan untuk memperluas area budidaya.
“Usaha rumput laut ini membantu saya menyekolahkan anak-anak, bekal masa depan mereka. Pembiayaan dan pendampingan dari Amartha membuat produksi usaha saya bisa terus berkembang dan pendapatan meningkat,” ujar Mariani.
Manfaat pengembangan usaha tersebut tidak hanya dirasakan keluarga Mariani. Ia kini melibatkan sejumlah tetangga, yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga, untuk membantu proses panen dan penjemuran rumput laut.
Kegiatan tersebut sekaligus membuka peluang penghasilan tambahan bagi warga di sekitar tempat tinggalnya.
Selain memberikan pembiayaan produktif kepada pelaku usaha, Amartha juga menjalankan program pemberdayaan melalui Amartha Empower, portal penggalangan donasi dan zakat di bawah Amartha.org.
Baca juga : Palma Pertiwi Makmur Gandeng Pemkab Jayapura Garap Proyek Ketahanan Pangan Papua
Salah satu inisiatif tersebut berupa dukungan terhadap pemulihan ketahanan pangan masyarakat yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Program itu mencakup pemulihan saluran irigasi yang mengairi lahan pertanian bagi lebih dari 900 kepala keluarga atau hampir 3.000 jiwa.
Amartha juga memberikan bantuan hewan ternak sapi untuk mendukung produksi kompos sebagai bagian dari upaya pemulihan aktivitas pertanian masyarakat terdampak bencana.
Pemulihan dilakukan dengan memberikan pelatihan tata kelola organisasi, manajemen keuangan, produksi, dan pemasaran kepada kelompok tani serta UMKM yang terdampak bencana.
Melalui dukungan pembiayaan dan pengembangan usaha tersebut, Amartha berharap perempuan di perdesaan semakin mandiri, memiliki peluang ekonomi yang lebih luas, serta terus berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya