Dark/Light Mode

Pertamina Umumkan 9 Inovator Muda Terbaik di Pertamuda 2026

Jumat, 6 November 2026 22:33 WIB
Pertamina mengumumkan sembilan inovator muda terbaik dalam malam puncak Pertamuda Seed and Scale 2026 di The Patra Bali, Kamis (5/11/2026). Dok. Pertamina
Pertamina mengumumkan sembilan inovator muda terbaik dalam malam puncak Pertamuda Seed and Scale 2026 di The Patra Bali, Kamis (5/11/2026). Dok. Pertamina

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) mengumumkan sembilan inovator muda terbaik dalam ajang Pertamuda Seed and Scale 2026. Program pengembangan startup tersebut diikuti 4.445 peserta dari 764 perguruan tinggi di Indonesia dan dua perguruan tinggi luar negeri.

Pengumuman pemenang dilakukan dalam malam puncak Final dan Awarding Pertamuda Seed and Scale 2026 di The Patra Bali, Kamis (5/11/2026). Sembilan pemenang terpilih dari tiga kategori kompetisi, yakni Early-Stage Startup, Energy Founder – Energy Optimization, dan Energy Founder – Energy Future.

Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan, keberhasilan program Pertamuda tidak hanya dilihat dari jumlah peserta dan pemenang, tetapi juga keberlanjutan bisnis yang dikembangkan para alumni.

Berdasarkan pemantauan terhadap alumni Pertamuda periode 2021–2025, tingkat keberlangsungan usaha (survival rate) startup binaan mencapai 90 persen.

"Ini menjadi sebuah kebanggaan karena artinya kita bisa betul-betul menjaga keberlanjutan bisnis teman-teman. Ini menjadi catatan positif dalam mendukung Asta Cita nomor 3, yaitu pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia," ujar Arya.

Menurutnya, keberhasilan para alumni mengembangkan usaha diharapkan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat. Di antaranya melalui penciptaan lapangan kerja baru dan penguatan ekonomi kreatif.

Arya juga menegaskan Pertamina akan terus mengembangkan Pertamuda sebagai ekosistem yang menghubungkan inovasi, industri, dan investasi.

Baca juga : Final Mandalika Racing Series 2026 Dimulai, Pertamina Dukung Pembalap Muda

"Kepada seluruh finalis, saya ingin menegaskan bahwa kalian bukan hanya peserta kompetisi, tetapi bagian dari generasi inovator untuk masa depan Indonesia. Pertamina berkomitmen terus mendorong Pertamuda sebagai ekosistem yang mempertemukan inovasi, industri, dan investasi, sehingga semakin banyak gagasan anak bangsa tumbuh menjadi bisnis berdaya saing dan memberikan dampak nyata," katanya.

Sementara itu, VP Stakeholder Relations & Management PT Pertamina (Persero) Rifky Rakhman Yusuf menjelaskan, hasil tracer study terhadap 179 startup finalis unik Pertamuda periode 2021–2025 menunjukkan hasil positif. 

Dari 61 startup yang datanya dapat dianalisis secara mendalam, sebanyak 55 startup atau 90,16 persen masih aktif menjalankan usaha atau berhasil melakukan perubahan model bisnis (pivot).

"Malam ini kita memberikan penghargaan kepada sembilan pemenang. Saya mengucapkan selamat untuk para pemenang. Namun sejatinya, kesuksesan Pertamuda tidak diukur dari piala malam ini saja, melainkan dari ilmu yang diperoleh, jaringan yang terjalin, dan bisnis yang terus tumbuh setelah program ini," ujar Rifky.

Dia menilai capaian tersebut menunjukkan Pertamuda telah berkembang melampaui kompetisi kewirausahaan. Program ini memperkuat peran Pertamina dalam mendukung inovasi dan pengembangan usaha rintisan di Indonesia.

"Pertamuda memperkuat peran Pertamina bukan hanya sebagai perusahaan energi, tetapi juga sebagai Innovation Engine & Startup Enabler dalam mendorong kewirausahaan dan inovasi Indonesia," jelasnya.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menambahkan, Pertamuda Seed and Scale merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung lahirnya wirausaha muda yang inovatif dan tangguh.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Kembangkan Wisata Bawah Air di Teluk Kupang

Melalui rangkaian kegiatan bootcamp, peserta mendapat kesempatan menguji model bisnis, memperoleh masukan dari pelaku industri, serta menjajaki peluang kerja sama dan pendanaan.

Menurut Baron, akses kepada investor menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan startup, khususnya bagi pendiri usaha muda yang sedang membangun bisnis.

Program tersebut juga membuka peluang bagi peserta memperoleh dana pembinaan senilai ratusan juta rupiah, akses permodalan, serta pendampingan bisnis berkelanjutan.

Salah satu pemenang, Raditia Damar Prasetyo, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), mengaku tidak menyangka inovasi APROS yang dikembangkannya berhasil masuk tiga besar kategori Early-Stage Startup.

"Saya tidak menyangka bisa masuk Top 3 karena banyak peserta lain yang ide bisnisnya juga bagus-bagus. Semua saya pasrahkan kepada Allah SWT. Namun, saya tetap menjaga optimisme karena yakin ide saya mampu diterima dengan baik," ungkap Damar.

Kebanggaan juga disampaikan Ziauddin Dzilmi Yusuf, mahasiswa Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang. Inovasi Node Fabless Semiconductor Company yang diusungnya berhasil masuk tiga besar kategori Energy Founder – Energy Optimization.

Ziauddin berharap inovasi tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mewujudkan industri cip buatan Indonesia dengan bahan baku dalam negeri. Inisiatif ini juga diharapkan mendukung peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Gelar Grand Final Bright Gas Cooking Competition 2026

Adapun sembilan pemenang Pertamuda Seed and Scale 2026 terbagi dalam tiga kategori. Pada kategori Early-Stage Startup, posisi pertama diraih Robotku School yang dikembangkan Deltakristiano Kurniaputra dari Universitas Indonesia. Posisi kedua ditempati APROS milik Raditia Damar Prasetyo dari ITS, sedangkan posisi ketiga diraih Aigra karya Satriyo Imam Arifin Wahono dari Universitas Negeri Surabaya.

Untuk kategori Energy Founder – Energy Optimization, juara pertama diraih Popipo yang dikembangkan Yudhistira Pranata Nusa dari Institut Teknologi Bandung. Posisi kedua ditempati Spectamate karya Moch. Aufa Dany Damario Sudjono dari Universitas Indonesia. Sementara posisi ketiga diraih Node Fabless Semiconductor Company karya Ziauddin Dzilmi Yusuf dari Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang.

Pada kategori Energy Founder – Energy Future, posisi pertama diraih Zero Pome karya Kayla Kwok dari Universitas Indonesia. Posisi kedua ditempati Aio PestGuard karya Muhammad Raihan Ghani dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, sedangkan posisi ketiga diraih Aquasweep karya Mirrabell Frederica Hadiwijono dari University of Toronto, Kanada.

Sebelum mencapai babak final, para peserta melewati proses seleksi berjenjang. Dari kurasi awal Top 100, mereka mengikuti Elevator Pitch untuk memperebutkan posisi Top 60. Sebanyak 60 peserta terpilih kemudian mengikuti pembinaan intensif melalui bootcamp.

Rangkaian pelatihan, pendampingan, dan evaluasi menghasilkan 15 finalis terbaik yang berkesempatan mempresentasikan ide bisnis dalam babak Final Pitch di hadapan lima juri profesional dari berbagai sektor.

Penyelenggaraan Pertamuda Seed and Scale 2026 sekaligus memperkuat kontribusi Pertamina terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) poin 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Melalui program ini, Pertamina berharap semakin banyak anak muda Indonesia mampu mengembangkan gagasan inovatif menjadi bisnis berkelanjutan, membuka lapangan kerja, serta menghasilkan solusi bagi berbagai tantangan masa depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.