Dark/Light Mode

Fesyen Modern Jogjastory Kembangkan Usaha Blersama linkumkm by BRI

Sabtu, 7 November 2026 12:04 WIB
Usaha fesyen Jogjastory. (Foto: Dok. BRI)
Usaha fesyen Jogjastory. (Foto: Dok. BRI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Berawal dari ide membuat kemeja untuk bersepeda saat pandemi, Sri Utami kini mengembangkan Jogjastory menjadi usaha fesyen yang mengangkat cerita dan budaya Yogyakarta melalui wastra.

Di bawah PT Jayasri Samahita Utama, Jogjastory memadukan katun organik bermotif khas Yogyakarta dengan lurik hasil kolaborasi bersama perajin lokal. Salah satu produk yang diminati pelanggan adalah outer.

Pada awal merintis usaha, Sri memasarkan kemeja bergaya kasual dan urban melalui sistem pre-order. Minat pelanggan yang berkembang mendorongnya memperluas lini produk, tidak lagi terbatas pada kemeja.

Pada 2023, ia mulai mengurus legalitas usaha sekaligus mengembangkan Jogjastory sebagai bisnis fesyen dengan ragam produk yang lebih luas.

Baca juga : Pengusaha Perempuan Ini Sukses Ekspor Bumbu Instan Tanpa MSG Berkat LinkUMKM BRI

“Jogjastory berawal saat pandemi, ketika saya banyak beraktivitas di luar rumah dengan bersepeda. Dari situ muncul ide membuat kemeja yang nyaman dipakai bersepeda, tetapi tetap bergaya kasual dan urban. Awalnya saya memasarkannya melalui sistem pre-order. Setelah peminatnya bertambah, pada 2023 saya mulai mengurus legalitas usaha dan mengembangkan produk di luar kemeja,” ujar Sri.

Bagi Jogjastory, budaya Yogyakarta bukan sekadar inspirasi desain, melainkan bagian dari identitas produk.

Motif yang mengangkat cerita daerah dibuat melalui lukisan tangan, kemudian didigitalisasi untuk diaplikasikan pada kain katun organik.

Sri juga berkolaborasi dengan perajin lokal untuk menghadirkan lurik dalam koleksinya, memadukan unsur tradisi dengan desain modern yang dapat dikenakan dalam keseharian.

Baca juga : Dari Bali, TSDC Angkat Kerajinan Serat Alam Makin Tenar Lewat LinkUMKM BRI

Jogjastory memasarkan produknya melalui konsinyasi di sejumlah hotel dan galeri, pameran, serta kanal digital seperti Tokopedia, Shopee, Instagram, dan WhatsApp.

Pelanggannya berasal dari Yogyakarta, berbagai daerah lain, hingga luar Pulau Jawa. Usaha ini kini didukung tiga pekerja, tetapi kapasitas produksi masih menjadi tantangan ketika menerima pesanan dalam jumlah besar.

Untuk transaksi di pameran, Sri juga memanfaatkan QRIS BRI sebagai pilihan pembayaran bagi pelanggan.

“Saya mengenal linkumkm by BRI melalui Instagram. Saya melihat BRI sebagai bank BUMN yang mendukung UMKM agar bisa maju, tumbuh, dan berkembang hingga naik kelas. Melalui linkumkm by BRI, saya juga mendapatkan banyak wawasan dan pengetahuan baru dari para mentor,” tutur Sri.

Baca juga : Berawal Hobi Merajut, EKKYTA Kembangkan Produk Handmade Bersama linkumkm by BRI

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, pengembangan UMKM memerlukan dukungan yang tidak hanya mencakup pembiayaan, tetapi juga peningkatan kapasitas dan akses terhadap peluang pasar.

“UMKM yang kuat merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, BRI melalui linkumkm by BRI terus memperluas perannya, bukan hanya sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai mitra pertumbuhan yang mendorong UMKM untuk semakin terhubung, kompetitif, dan siap menembus pasar yang lebih luas,” ujar Dhanny dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026).

Hingga 30 September 2026, linkumkm by BRI mencatat lebih dari 17,66 juta pengguna dan menyediakan 845 modul pembelajaran untuk mendukung pengembangan kapasitas pelaku UMKM.

Melalui platform ini, pelaku usaha dapat mengikuti asesmen untuk mengenali tingkat perkembangan usaha, mengakses pembelajaran sesuai kebutuhan, serta memperoleh pendampingan mentor sebagai bekal untuk mengembangkan usaha dan memperluas peluang pasar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.