Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PKB Apresiasi BRAN, Kawal Reforma Agraria Sejahterakan Para Petani!
Sabtu, 7 November 2026 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan, pembentukan Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) dan pengesahan Undang-Undang (UU) Pengaturan Reforma Agraria menjadi momentum bersejarah bagi perjuangan petani, nelayan, masyarakat miskin, dan kelompok masyarakat yang selama ini terpinggirkan.
“Saya mengapresiasi seluruh pihak yang memperjuangkan reforma agraria, termasuk Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), serta seluruh fraksi dan partai politik di DPR yang berkontribusi dalam melahirkan Undang-Undang (Pengaturan) Reforma Agraria” kata Muhaimin pada pengukuhan Dewan Pengurus Nasional Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (DPN Gerbang Tani) periode 2026–2031 di Kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis (5/11/2026) malam.
Menurut Muhaimin, pengesahan Undang-Undang Pengaturan Reforma Agraria merupakan kebahagiaan bagi seluruh petani. Terutama, kata dia, bagi orang-orang miskin dan orang-orang yang terpinggirkan untuk kembali mendapatkan peluang masa depan melalui reforma agraria ini.
“Lahirnya Undang-Undang Reforma Agraria merupakan prestasi penting DPR dan Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Baca juga : Golkar Ingin Jadi Kekuatan Politik Terbesar Di Maluku
Terlebih, lanjut Menko Pemberdayaan Masyarakat Kabinet Merah Putih ini, Pemerintah juga telah membentuk Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN). Yaitu, lembaga yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden untuk mengoordinasikan pelaksanaan reforma agraria.
“Lahirnya Badan Reforma Agraria ini merupakan prestasi yang sangat fundamental. Bahkan, teman-teman pejuang reforma agraria menyebut ini sebagai proklamasi kedua,” ungkapnya.
Muhaimin berharap, keberadaan BRAN mampu memberikan kepastian hukum atas lahan pertanian, mempercepat penyelesaian konflik agraria, serta membangun ekosistem ekonomi yang berpihak kepada rakyat kecil.
Dia menekankan, reforma agraria tidak boleh berhenti pada pembagian atau legalisasi tanah. Kebijakan reforma agraria harus diikuti dengan pemberdayaan ekonomi agar petani memiliki kepastian lahan, produksi, dan kepastian ekosistem ekonomi rakyat kecil.
Baca juga : Kepercayaan Asing Belum Pulih, MSCI Nunggu Bukti
“Ini akan menjadi fondasi untuk mewujudkan petani yang produktif dan sejahtera,” tegasnya.
Muhaimin menambahkan, komitmen Pemerintah terhadap kesejahteraan petani juga harus diwujudkan melalui kebijakan yang menyentuh kebutuhan mendasar, mulai dari ketersediaan pupuk, akses pasar, hingga peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan.
“Ini memang perjuangan lama. Sejak PKB lahir, yang menjadi beban dan tanggung jawab kita adalah membela sebagian besar rakyat kita, yaitu petani. Selama ini persoalan mereka tidak kunjung selesai dan sekarang mulai ada tanda-tanda baik dengan lahirnya UU Reforma Agraria,” katanya.
Muhaimin menambahkan, pembangunan nasional tidak akan berjalan optimal tanpa perhatian serius terhadap sektor pertanian dan perikanan. Kesejahteraan petani dan nelayan menjadi salah satu fondasi untuk meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca juga : Alhamdulillah, KJP Plus Dan KJMU Sudah Cair
“Kalau negara ini mau maju, rakyatnya sejahtera, makmur, daya belinya tinggi, dan pertumbuhan ekonominya baik, ya harus dimulai dari pertanian. Tidak ada jalan lain, petani dan nelayan harus menjadi perhatian utama,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid mendorong lahirnya generasi petani baru yang militan, berdaya saing, dan berani memperjuangkan kesejahteraannya. Menurut dia, pertanian merupakan profesi paling purba yang menghasilkan produk primer dan kebutuhan pokok masyarakat.
“Harusnya profesi ini ditempatkan di posisi tertinggi,” ujarnya.
Jazilul menyayangkan profesi petani masih kerap dipandang sebelah mata. Padahal, persoalan pertanian bukan hanya menyangkut ketersediaan lahan, tetapi juga kualitas dan jumlah sumber daya manusia serta mentalitas petani. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya