Dark/Light Mode

Partainya Kalah Di Pemilu Sela, Trump Sewot

Sabtu, 7 November 2026 07:35 WIB
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Instagram/whitehouse)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Instagram/whitehouse)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kekalahan Partai Republik dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) membuat Presiden Donald Trump geram. Dia bahkan menuding pemilu diwarnai kecurangan setelah Demokrat berhasil menguasai DPR dan Senat.

Berdasarkan penghitungan suara Associated Press (AP) hingga Jumat (6/11/2026) sore, Demokrat meraih 252 kursi DPR, sementara Republik memperoleh 157 kursi. Di Senat, Demokrat mengamankan 54 kursi, sedangkan Republik meraih 44 kursi.

Dalam pemilihan gubernur, Demokrat memenangkan 28 kursi, sementara Republik memperoleh 20 kursi. Hasil tersebut menjadi pukulan politik bagi Trump yang memimpin Partai Republik.

Tiga hari setelah pemilu sela pada 3 November 2026, Trump mulai meluapkan kekesalannya. Padahal, sebelumnya dia sempat bersikap tenang dan mengucapkan selamat kepada Demokrat atas kemenangan mereka.

Dilansir AFP, Jumat (6/11/2026), Trump tiba-tiba menuding pemilu sela diwarnai kecurangan. “Pemilu kita sangat curang. Anda tidak akan bisa membayangkannya,” kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Kamis (5/11/2026) waktu setempat.

Kekesalan Trump semakin terlihat setelah kemenangan Demokrat meluas ke sejumlah wilayah basis kuat Republik. Di Mississippi, kandidat Demokrat Scott Colom bahkan berada di ambang kemenangan untuk merebut kursi senator.

Baca juga : Kejagung Geledah 6 Lokasi, Sita Uang Rp 11,79 Miliar

Trump juga mengaitkan anjloknya pasar saham AS pada Kamis (5/11/2026) dengan kemenangan Demokrat. Melalui akun Truth Social, dia menyebut kemenangan besar Demokrat menjadi penyebab pelemahan bursa saham.

“Pasar saham anjlok hari ini karena Demokrat menang besar pada Selasa (3/11/2026). Sungguh menyedihkan, kalian hanya bisa menyalahkan diri sendiri!” tulis Trump.

Dalam unggahan lainnya, Trump menyebut Republik seharusnya bisa meraih kemenangan telak jika namanya tercantum dalam surat suara. “Saya tidak masuk surat suara. Seandainya saya masuk, kita pasti menang telak,” klaimnya.

Trump turut menyalahkan Fox News, media yang dikenal dekat dengan dirinya dan Partai Republik. Dia menilai, stasiun televisi tersebut turut bertanggung jawab atas kekalahan partainya karena terlalu sering memberikan ruang kepada kelompok oposisi.

“Fox News memikul tanggung jawab atas kekalahan ini karena terus-menerus menampilkan kubu oposisi dari Demokrat, dan bahkan lebih buruk lagi,” kecam Trump.

Di sisi lain, Demokrat mulai menyiapkan agenda politik setelah resmi menguasai mayoritas di DPR dan Senat pada Januari 2027. Dalam 100 jam pertama setelah dilantik, anggota DPR dari Demokrat berencana mengajukan RUU untuk menghidupkan kembali subsidi tambahan asuransi kesehatan.

Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Menurut Informasinya Belum Diberi Nomor

Mereka juga berencana membatalkan pemangkasan anggaran Medicaid yang disahkan Trump menjadi undang-undang tahun lalu. Selain itu, Demokrat akan mendorong pembatalan kebijakan tarif impor Trump sekaligus menegaskan kembali kewenangan Kongres dalam menetapkan bea masuk.

Ketua Fraksi Demokrat di DPR Hakeem Jeffries menyatakan, partainya akan kembali mengajukan RUU untuk mengakhiri perang Iran. Demokrat juga ingin mewajibkan Trump meminta persetujuan Kongres apabila hendak melanjutkan perang tersebut.

Selain itu, Demokrat tengah menyiapkan langkah untuk menyelidiki Trump, keluarganya, anggota kabinet, hingga para pendukungnya di dunia usaha. “Kami belum mengevaluasi siapa saja yang akan menjadi sasaran penyelidikan sejak awal. Kami akan membahas hal itu dalam beberapa pekan ke depan,” kata Jeffries, dikutip CNBC.

Jeffries diproyeksikan menjadi ketua DPR kulit hitam pertama dalam sejarah AS. Kemenangan Demokrat juga memunculkan pernyataan keras dari kader partai tersebut terhadap kubu Republik.

Abdul El-Sayed, senator terpilih dari Michigan, menyindir kandidat Republik Mike Rogers yang dikalahkannya. “Mike, nikmati masa pensiunmu. Kamu memilih kebencian, dan Michigan memilih harapan,” ujarnya dalam pidato kemenangan.

El-Sayed juga menegaskan Demokrat menolak penggunaan uang pajak untuk membiayai perang. Menurut dia, anggaran tersebut lebih baik dialokasikan untuk fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Baca juga : Mirah Sumirat: Kami Desak Pemerintah Segera Publikasikan

Kemenangan Demokrat dalam pemilu sela AS turut mendapat sambutan dari sejumlah pemimpin dunia. Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengucapkan selamat. Sementara Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menilai hasil tersebut sebagai penolakan pemilih AS terhadap kebijakan Trump.

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyebut, kemenangan Demokrat sebagai perkembangan positif bagi demokrasi AS. Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store juga menilai hasil pemilu menjadi sinyal bahwa masyarakat AS menginginkan perubahan arah politik.

Dari Iran, Ketua Parlemen sekaligus negosiator utama Mohammad Bagher Ghalibaf menilai, hasil pemilu menunjukkan penolakan masyarakat AS terhadap perang. Sementara itu, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov berharap Trump tetap melanjutkan upaya penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik meskipun terjadi perubahan kekuatan di Kongres AS. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.