Dark/Light Mode

Persiapan Nataru, Dirut KAI Cek Perlintasan di Daop 5 Purwokerto

Minggu, 8 November 2026 17:25 WIB
Foto: Dok. KAI.
Foto: Dok. KAI.

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin meninjau sejumlah infrastruktur perkeretaapian di wilayah Jawa Tengah untuk memastikan kesiapan jalur dan fasilitas keselamatan menjelang Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Peninjauan meliputi jembatan kereta api di wilayah Daop 5 Purwokerto serta sejumlah perlintasan sebidang di lintas Tegal–Slawi.

Dalam kunjungan tersebut, Bobby bersama jajaran operasional KAI memeriksa Jembatan BH 1109 KM 303+6/7 lintas Prupuk–Linggapura di wilayah Daop 5 Purwokerto.

Selain itu, peninjauan dilakukan di dua titik perlintasan sebidang lintas Tegal–Slawi, yakni KM 7+200 dan JPL 16A KM 7+080.

Pemeriksaan mencakup kondisi jalur dan jembatan serta perkembangan fasilitas keselamatan perlintasan yang digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Baca juga : Pemerintah Luncurkan Diskon Transportasi Nataru Rp 883 Miliar

“Setiap lintas memiliki karakteristik yang berbeda. Kami melihat langsung kondisi jembatan, jalur, dan perlintasan untuk memastikan kebutuhan penanganannya sesuai dengan kondisi di lapangan. Harapannya, perjalanan kereta api dan aktivitas masyarakat di sekitar jalur dapat berlangsung semakin baik,” ujar Bobby.

Peninjauan tersebut sejalan dengan program peningkatan keselamatan perlintasan sebidang yang tengah dijalankan KAI.

Program ini mencakup pembangunan 190 gardu perlintasan yang dilengkapi fasilitas pendukung, seperti palang pintu dan perlengkapan operasional penjagaan.

Hingga 5 November 2026, sebanyak 24 titik perlintasan telah beroperasi dengan fasilitas hasil pengembangan.

Titik-titik tersebut tersebar di wilayah Daop 1 Jakarta, Daop 2 Bandung, Daop 3 Cirebon, Daop 4 Semarang, Daop 7 Madiun, dan Daop 8 Surabaya.

Baca juga : Jasaraharja Putera Siapkan 25 Kantor Cabang Hadapi Lonjakan Mobilitas Nataru

Sementara itu, pekerjaan di titik-titik lainnya terus dilanjutkan secara bertahap. Proses tersebut mencakup penyelesaian fasilitas fisik hingga kesiapan perlengkapan operasional.

Bobby mengatakan, perkembangan pekerjaan di setiap wilayah menjadi perhatian KAI, terutama pada perlintasan yang bersinggungan langsung dengan mobilitas masyarakat.

“Perlintasan merupakan ruang yang digunakan bersama oleh perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Kami terus melengkapi fasilitasnya secara bertahap, dengan memperhatikan kesiapan petugas dan peralatan di setiap lokasi. Kami ingin hasil pekerjaan ini memberi manfaat bagi masyarakat yang melintas setiap hari,” kata Bobby.

Selain pembangunan fasilitas, KAI bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait juga terus mengevaluasi kondisi perlintasan sebidang sesuai karakteristik masing-masing lokasi.

Upaya tersebut meliputi peningkatan fasilitas, pengaturan operasional, serta koordinasi penanganan titik-titik yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Baca juga : Jelang Nataru, Dirut KAI Cek Langsung Kesiapan Perlintasan di Yogyakarta

Melalui peninjauan di lintas Prupuk–Linggapura dan Tegal–Slawi, KAI melanjutkan evaluasi infrastruktur sekaligus memastikan program peningkatan keselamatan berjalan di berbagai daerah.

“Perkembangan di lapangan menjadi bahan evaluasi kami untuk menentukan pekerjaan berikutnya. Yang terpenting, fasilitas yang dibangun dapat berfungsi dengan baik dan mendukung keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat,” tutup Bobby.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.