Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sidang Gus Yaqut, Saksi Ceritakan Evaluasi Pelayanan Haji 2024
- KPK Lantik 7 Pejabat, Achmad Taufik Husein Jadi Direktur Penyidikan
- Ditelepon Teddy, Dirut KAI Merapat ke Istana
- Gunung Semeru 6 Kali Batuk-Batuk, Hindari Radius 13 Km Dari Pusat Erupsi
- Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Dimulai, Pendaftaran 5-10 November 2026
Dipanggil Prabowo, Dirut KAI Bahas Integrasi Gambir-Monas Dan Kereta Bali
Kamis, 5 November 2026 19:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan dua proyek pengembangan transportasi, yakni revitalisasi Stasiun Gambir yang terintegrasi dengan kawasan Monumen Nasional (Monas) serta pembangunan layanan kereta api di Bali hingga kawasan Canggu.
Direktur Utama KAI Bobby Rosyidin mengatakan kedua proyek tersebut dibahas dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
"Barusan dipanggil Presiden Prabowo membicarakan dua hal. Yang pertama adalah percepatan program revitalisasi Stasiun Gambir. Nanti di kawasan Monas akan dibuat suatu kawasan yang terintegrasi. Jadi, Monas-nya, Taman Monas-nya direvitalisasi, begitu juga Stasiun Gambir-nya," kata Bobby.
Baca juga : Ditelepon Teddy, Dirut KAI Merapat ke Istana
Menurut Bobby, revitalisasi Stasiun Gambir akan dilaksanakan dalam dua tahap dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar dua tahun. Penataan tersebut juga mencakup pengembangan konektivitas antarmoda transportasi di kawasan pusat Jakarta.
Dalam rencana tersebut, koridor transportasi di sisi timur yang terhubung dengan Stasiun Gambir akan dikoneksikan dengan MRT Jakarta di sisi barat.
"Sudah kita perhitungkan, itu di bawah," ujar Bobby, merujuk pada rencana pembangunan konektivitas antarmoda tersebut.
Baca juga : Penyadapan Presiden Bukan Pidana Siber Biasa, Tapi Ancaman Kedaulatan Negara
Selain revitalisasi Stasiun Gambir, KAI juga mengusulkan pembangunan layanan kereta api atau trem di Bali. Proyek yang direncanakan berlangsung dalam dua fase itu akan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan sejumlah kawasan wisata hingga Canggu.
Pada fase pertama, jalur kereta akan melayani rute Bandara Ngurah Rai menuju kawasan Kuta dan Legian. Selanjutnya, fase kedua akan memperpanjang jalur dari Legian menuju Seminyak hingga Canggu.
Bobby mengatakan pembangunan layanan kereta di Bali tersebut juga ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua tahun.
Baca juga : Penyadapan Presiden Mengarah Ke Makar
Adapun kebutuhan investasi untuk pembangunan kereta di Bali diperkirakan mencapai lebih dari Rp 2 triliun. Sementara itu, Bobby belum merinci kebutuhan anggaran untuk revitalisasi Stasiun Gambir.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya