Dark/Light Mode

Bundamedik, Induk Usaha DGNS Siap Melantai di Bursa

Rabu, 16 Juni 2021 11:24 WIB
Layanan kesehatan di Bundamedik (Foto: Bundamedik)
Layanan kesehatan di Bundamedik (Foto: Bundamedik)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bundamedik, induk usaha PT Diagnos Laboratorium Utama, Tbk (DGNS), akan segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan akan melepas 620 juta saham atau setara dengan 7,26 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh, dalam penawaran umum perdana alias Initial Public Offering (IPO) dan pelaksanaan konversi obligasi.

Harga saham yang akan dilepas berkisar Rp 300-Rp 350 per lembar. Dengan demikian, perseroan akan meraih dana Rp 217 miliar.

Dana raihan IPO sebesar Rp 157 miliar lebih akan digunakan perseroan untuk
membeli kembali sisa pokok obligasi dari Akasya Investment. Sisanya, akan
digunakan perseroan untuk modal kerja antara lain pembelian obat, alat medis, dan kebutuhan penunjang lainnya. Masa penawaran awal saham atau bookbuilding akan digelar 17-22 Juni 2021.

Bunda Medik Healthcare System (BMHS) memiliki ekosistem kesehatan lengkap di Tanah Air. Perseroan memiliki kegiatan usaha yang terdiri dari 2 Rumah Sakit Ibu dan Anak, 3 Rumah Sakit Umum, 2 klinik, 10 klinik fertilitas Morula, laboratorium diagnostik, distribusi farmasi dan alat kesehatan, perhotelan, hingga medical tourism.

“Tiga pilar industri kesehatan dari BMHS group adalah rumah sakit, jejaring klinik fertilitas Morula, dan Diagnos Laboratorium. Bundamedik punya slogan 'From Embrio Throughout Life'. Jadi Bundamedik ingin memberikan pelayanan ke masyarakat Indonesia mulai dari embrio. Kami punya klinik fertilitas yang saat ini terbesar di Indonesia, rumah sakit ibu dan anak serta umum hingga pelayanan orang tua” ungkap Direktur Utama Bundamedik, Mesha Rizal Sini, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (16/6).

Bundamedik merupakan penyedia layanan kesehatan yang berdiri sejak 1973 dengan rekam jejak dan keahlian kuat dalam perawatan premium untuk wanita dan anak-anak yang didukung oleh ekosistem layanan kesehatan yang terintegrasi. Bundamedik memiliki 39,2 persen saham di anak usaha DGNS, yang sebelumnya telah IPO pada Januari 2021. [KW]