Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pasien Membludak, Kereta Darurat INKA Jadi Ruang Isolasi Di Madiun
Senin, 5 Juli 2021 18:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT INKA (Persero) menyediakan kereta medik darurat atau Emergency Medical Train (EMT) untuk gunakan sebagai ruang isolasi mandiri pasien Covid-19.
Kereta ini dapat menampung sebanyak 60 pasien Covid-19 seiring dengan lonjakan kasus yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di wilayah Kota Madiun.
"Awal difungsikan sekitar lima bulan lalu, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di EMT hanya sekitar 10 hingga 14 orang maksimum, sehingga terkesan kosong. Tetapi sejak dua hingga tiga pekan ini benar-benar drastis lonjakannya. Sekarang EMT sudah difungsikan dua trainset dan isinya sekitar 62-63 pasien," ujar Direktur Pengembangan PT INKA (Persero), Agung Sedaju di Madiun, Senin (5/7).
Baca juga : PPKM Darurat, KAI Siapkan Layanan Rapid Test Antigen Di 83 Stasiun
Menurut dia, selama empat bulan pertama operasional EMT, sangat terbantu oleh tenaga medis yang disediakan dari Pemkot Madiun dengan biaya operasional ditanggung oleh PT INKA.
Saat ini, operasional EMT tidak hanya bertumpu pada Pemkot Madiun, namun juga bantuan donatur dari luar yang turut berkontribusi.
Seperti donatur dari anak perusahaan, perbankan, dan bantuan dari rekanan INKA. Untuk tenaga medis, INKA juga sudah bisa merekrut sendiri tenaga kesehatannya karena tenaga kesehatan yang dimiliki di klinik INKA sangat terbatas.
Baca juga : Naik Kereta Kini Dapat Bonus Divaksin, Tersedia Di 10 Stasiun
"Sehingga kami membutuhkan tenaga kesehatan tambahan. Ada sekitar tiga perawat dan sekarang harus menambah lagi satu dokter untuk mengawasi jarak jauh," kata Agung dikutip Antara.
Pihaknya membuka donasi bagi semua pihak yang ingin berkontribusi memberikan bantuan untuk operasional EMT. Donasi bisa diberikan, baik berupa makanan, peralatan mandi, hingga uang tunai.
"Bagi para karyawan atau siapa saja yang mungkin masih diberikan kelonggaran secara ekonomi, dapat bergotong-royong memberikan donasi untuk operasional EMT," katanya.
Baca juga : Balai Yos Sudarso Bakal Disulap Jadi Tempat Isolasi Darurat Di Jakarta Utara
Ia menambahkan, dari dua rangkaian atau trainset yang difungsikan saat ini, total kapasitasnya mencapai 96 pasien. Melihat masih tingginya penambahan kasus Covid -19 di Kota Madiun, bisa saja nantinya EMT akan penuh.
Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat, khususnya warga Kota Madiun untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes), guna menekan kasus penularan Covid-19.
Sesuai data, secara total kasus Covid-19 di Kota Madiun hingga Senin (5/7), mencapai 3.622 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 2.895 orang, di antaranya telah sembuh, 496 orang masih dalam pemantauan, dan 231 orang meninggal dunia. Tambahan kasus per Senin ini, konfirmasi baru 77 orang, sembuh 30 orang, dan meninggal dunia nihil. [MFA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya