Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BKN Tuntaskan 92 Persen Proyek Biogas Sistema.bio, Target Rampung Maret 2025
Kamis, 27 Februari 2025 16:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Biru Karbon Nusantara (BKN) siap merampungkan proyek percontohan teknologi biogas modern di Indonesia. Hingga akhir Februari 2025, sebanyak 370 dari 400 unit biogas telah terpasang, atau sekitar 92 persen dari target. Instalasi tersebar di tiga wilayah utama, yakni Jawa Barat dengan 196 unit, Toraja 50 unit, dan Lombok 35 unit.
Hal tersebut disampaikan Business Development Manager PT BKN Agung Permadi, dalam acara mini talk show yang digelar di Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang, Jawa Barat, Kamis (27/2/2025). Hadir dalam acara adalah Ketua KPSBU Dedi Setiadi, dan peternak sapi yang juga pengguna biogas yaitu Taufik hidayatullah dan Dadan Wahyudin. Usai acara, media juga diajak melihat lokasi pengguna biogas modern.
Agung melanjutkan, proyek percontohan biogas modern ini dimulai pada akhir Oktober 2024. Dalam tiga bulan pertama, 92 persen sistem biogas telah terpasang di tiga wilayah.
"Proyek ini ditargetkan selesai pada Maret 2025, dengan total 400 unit biogas modern yang telah terpasang," ujarnya.
Agung menjelaskan bahwa PT Biru Karbon Nusantara (BKN), sebagai unit bisnis dari Yayasan Rumah Energi, terus mengembangkan solusi energi bersih berbasis biogas. Meskipun baru didirikan pada 2023, perusahaan ini memiliki pengalaman panjang melalui Indonesia Domestic Biogas Program (IDBP) atau Program Biru yang telah dijalankan oleh Yayasan Rumah Energi.
"Kami ingin memperkenalkan proyek percontohan Sistema.bio, yang difasilitasi oleh Forward7. Proyek ini dilaksanakan di dua negara, yaitu Indonesia dan Nepal, dengan PT BKN sebagai pelaksana di Indonesia," ujarnya.
Baca juga : LPKR Tingkatkan Penjualan Proyek Unggulan di Tangerang
Agung berharap proyek ini dapat diperpanjang dan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendanaan, agar manfaatnya semakin luas.
"Dengan pencapaian yang hampir selesai, proyek ini diharapkan dapat menjadi titik awal bagi pengembangan energi bersih yang lebih masif di Indonesia," ungkapnya.
Agung menjelaskan, penggunaan biogas modern ini sebagai langkah signifikan dalam memperluas akses energi bersih bagi peternak sapi perah skala kecil. Dengan penggunaan biogas, masyarakat dapat beralih dari bahan bakar tradisional ke energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Agung menambahkan teknologi biogas yang diperkenalkan dalam program ini telah mengalami berbagai inovasi dibandingkan dengan sistem konvensional. Biogas Sistema.bio mempunyai beberapa keunggulan terutama dalam teknologi dan daya tahan. Bahan berkualitas tinggi, sehingga mampu bertahan hingga 15-20 tahun dan dilengkapi dengan garansi produk. Selain itu, sistem ini dirancang agar mudah dipasang dan dipindahkan. Dengan teknologi prefabrikasi, unit biogas dapat dikirim dalam bentuk siap pakai dan diinstal hanya dalam waktu satu hari. Jika peternak berpindah lokasi, sistem ini dapat dibongkar dan dipasang kembali dengan mudah.
"Perawatannya jauh lebih sederhana dibandingkan dengan sistem konvensional, lebih mudah dikontrol, dan lebih mudah penggunaannya," ujarnya.
Namun, perjalanan proyek ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu kendala utama adalah memastikan pengguna memahami pentingnya perawatan biogas agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, daya beli masyarakat masih menjadi tantangan tersendiri. Untuk itu, BKN berupaya membuka akses pembiayaan, seperti skema kredit atau cicilan, agar lebih banyak peternak kecil dapat memanfaatkan teknologi ini.
Baca juga : PGN Perluas Jaringan Gas Rumah Tangga, Target 1 Juta Sambungan Pada 2025
Dari sisi rantai pasok, ketersediaan barang dan impor komponen juga menjadi perhatian. Meskipun suplai sejauh ini berjalan lancar.
Ketua Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Dedi Setiadi menceritakan teknologi biogas dari Sistema.bio sudah digunakan oleh para peternak di Lembang. Kata Dedi, kini penggunaan biogas menjadi sumber energi alternatif bagi peternak. Dengan teknologi biogas Sistema.bio, para peternak kini bisa memanfaatkan kotoran sapi untuk kebutuhan energi sehari-hari, mulai dari memasak hingga pemanas air.
"Sekarang apinya lebih besar, bisa dipakai masak air untuk mandi," ujar Dedi di Kantor KPSBU, Lembang, Kamis (27/2/2025).
Dedi juga mengapresiasi peran PT Biru Karbon Nusantara dalam pengembangan biogas yang lebih efisien. Menurutnya, inovasi terbaru bahkan memungkinkan pembangunan sistem biogas berkapasitas 40 kubik, yang bisa digunakan untuk menggerakkan genset.
"Ini sebuah terobosan luar biasa! Sebelumnya, saat terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram, peternak tidak terlalu khawatir karena sudah memiliki biogas sebagai solusi energi terbarukan," tambahnya.
Menurut Dedi, selama kotoran sapi tersedia dalam jumlah cukup, biogas akan terus terisi dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas, tidak hanya peternak yang memiliki sapi.
Baca juga : Erick: Semoga Bali International Hospital Dapat Diresmikan Juni 2025
"Peternakan yang tidak punya sapi tetap bisa memanfaatkan biogas dengan meminta kotoran sapi dari peternakan lain. Jika sistem ini berjalan dengan baik, peternakan di Lembang bisa menjadi peternakan zero waste," jelasnya.
Konsep zero waste di sektor peternakan menjadi perhatian utama KPSBU. Dengan optimalisasi biogas, limbah ternak dapat dikelola dengan baik, mengurangi dampak lingkungan, dan meningkatkan efisiensi usaha peternakan.
"Kami ingin menciptakan lingkungan peternakan yang lebih bersih dan selaras dengan alam. Dengan begitu, peternakan tidak hanya berkontribusi pada produksi susu atau daging, tetapi juga mendukung energi hijau yang berkelanjutan," pungkas Dedi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya