Dark/Light Mode

Peluang Bisnis Buka Toko Baju Thrift dari Berbagai Negara

Selasa, 12 Agustus 2025 15:01 WIB
Pengunjung melihat dan memilih baju bekas yang dijual di Mall Poin Square, Jakarta, Kamis (1/12/2022). (Foto: Khairizal Anwar)
Pengunjung melihat dan memilih baju bekas yang dijual di Mall Poin Square, Jakarta, Kamis (1/12/2022). (Foto: Khairizal Anwar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tren thrift shop di Jakarta sepertinya belum akan berhenti di 2025. Justru, semakin banyak anak muda dan pecinta fashion yang tertarik membeli baju bekas impor dari berbagai negara, seperti Korea, Jepang, Amerika, hingga Eropa. Alasannya simpel: harganya lebih terjangkau, modelnya unik, dan seringkali barang yang didapat adalah branded original dengan kondisi masih sangat bagus.

Untuk yang sedang mencari ide usaha yang kekinian, membuka toko baju thrift dari berbagai negara di Jakarta bisa jadi pilihan yang menjanjikan. Berikut tips dan strategi untuk memulainya.

Kenapa Bisnis Thrift Shop Masih Menarik di 2025?

Meskipun tren fashion terus berubah setiap tahun, thrift shop punya daya tarik unik yang membuatnya tetap diminati di Jakarta. Ada beberapa alasan kuat kenapa bisnis ini masih punya pasar besar dan potensial berkembang.

1. Harga Terjangkau untuk Barang Berkualitas

Banyak orang berpikir thrift shop hanya menjual baju bekas biasa, padahal kenyataannya sebagian besar barang yang dijual punya kualitas premium, bahkan dari brand internasional ternama. Bedanya, harga yang ditawarkan bisa lebih murah hingga 50–80 persen dari harga baru. Hal ini membuat thrift shop menjadi solusi bagi mereka yang ingin tampil stylish tanpa menguras dompet.

2. Model Unik dan Sulit Didapat

Baju-baju thrift, terutama yang diimpor langsung dari Jepang, Korea, Amerika, atau Eropa, sering punya desain dan cutting yang berbeda dari baju yang dijual massal di toko retail biasa. Bahkan, ada item yang tergolong “rare” alias langka dan sulit ditemukan di pasaran. Hal ini membuat pembeli merasa seperti menemukan harta karun setiap kali belanja thrift.

3. Dukungan Tren Sustainable Fashion

Kesadaran anak muda akan dampak industri fashion terhadap lingkungan semakin tinggi. Banyak yang mulai meninggalkan kebiasaan membeli fast fashion yang cepat rusak, dan beralih ke thrift shop sebagai pilihan yang lebih ramah lingkungan. Dengan membeli baju bekas berkualitas, mereka ikut berkontribusi mengurangi limbah tekstil dan memperpanjang umur pakaian.

4. Pengaruh Media Sosial yang Masif

Baca juga : Kejagung Sita 5 Mobil Mewah dari Pihak yang Terafiliasi Tersangka MRC

Instagram, TikTok, dan YouTube telah menjadi mesin penggerak tren thrift. Konten seperti “thrift haul”, “thrift flip” (mengubah baju bekas jadi model baru), atau “try-on thrift outfits” sering viral dan memicu rasa penasaran penonton untuk mencoba sendiri. Bagi pebisnis thrift, ini adalah peluang besar untuk memasarkan koleksi mereka tanpa harus mengandalkan iklan mahal.

5. Pengalaman Belanja yang Seru

Beda dengan belanja di toko biasa, thrift shop punya sensasi “treasure hunting” atau berburu harta karun. Pembeli datang tanpa tahu akan menemukan apa, dan ketika mereka menemukan barang unik dengan harga murah, sensasi puasnya luar biasa. Pengalaman inilah yang bikin pelanggan sering kembali lagi.

Dengan kombinasi harga yang ramah di kantong, koleksi unik, dukungan tren fashion berkelanjutan, dan dorongan besar dari media sosial, pasar thrift shop di Jakarta masih sangat terbuka lebar di 2025. Tinggal bagaimana kamu mengemasnya dengan konsep yang segar dan strategi pemasaran yang tepat, maka peluang sukses akan semakin besar.

Langkah Awal Memulai Toko Baju Thrift Impor di Jakarta

1. Tentukan Konsep dan Target Pasar

Sebelum belanja barang, tentukan dulu konsep toko. Apakah kamu ingin fokus pada thrift premium seperti jaket branded dan sneakers, atau lebih ke thrift murah meriah dengan harga mulai dari Rp 30 ribu? Target pasarnya juga beda: untuk segmen premium biasanya pembelinya anak muda pekerja atau kolektor fashion, sedangkan segmen murah bisa menyasar pelajar dan mahasiswa.

2. Sumber Barang dari Berbagai Negara

Salah satu daya tarik thrift shop adalah variasi barang. Kalau bisa, pastikan punya koleksi dari beberapa negara:

  • Jepang – Baju kasual dengan kualitas bahan bagus, coat musim dingin, kemeja vintage
  • Korea – Fashion ala K-drama, oversized sweater, dan tas trendy
  • Amerika & Eropa – Jaket jeans Levi’s, sepatu boots, dan hoodie brand internasional.
  • Australia – Summer dress dan baju santai berkualitas tinggi.

Kamu bisa mencari supplier yang menyediakan baju bekas branded dari luar negeri dan mengirimnya menggunakan jasa forwarder Jakarta yang berpengalaman.

Baca juga : President University Buka Program Doktor Manajemen dengan 5 Konsentrasi

3. Pilih Lokasi Strategis

Untuk toko fisik, pilih lokasi yang ramai anak muda seperti sekitar kampus, area kafe, atau pusat perbelanjaan kreatif di Jakarta. Kalau mau hemat biaya, bisa mulai dari toko online dan membuka pop-up store di event bazar atau pasar kreatif.

Tips Mengelola Stok Barang

Bisnis thrift sangat bergantung pada stok yang fresh dan menarik.

  • Rajin sortir barang – Pisahkan baju yang kondisinya 90% ke atas untuk dijual, sisanya bisa didiskon besar-besaran.
  • Cuci dan setrika – Barang thrift harus bersih dan wangi supaya pembeli nyaman.
  • Foto produk yang menarik – Untuk penjualan online, foto harus jelas, dengan pencahayaan bagus dan model yang sesuai style target pasar.

Strategi Marketing Thrift Shop di Jakarta

1. Gunakan Media Sosial Maksimal

Instagram dan TikTok adalah dua senjata utama thrift shop. Postingan “haul baju thrift” atau “try-on” sering viral dan mengundang pembeli. Gunakan hashtag seperti #thriftjakarta, #bajubekasimpor, dan #thriftshopindonesia.

2. Adakan Event atau Diskon

Bikin acara seperti Thrift Fest di toko kamu atau promo “buy 2 get 1” untuk menghabiskan stok lama. Ini bisa menarik pembeli baru sekaligus menjaga pembeli lama tetap datang.

3. Kerja Sama dengan Influencer Lokal

Ajak micro-influencer fashion Jakarta untuk membuat konten memakai baju dari toko kamu. Engagement mereka biasanya tinggi dan lebih efektif dibanding influencer besar yang mahal.

Tantangan & Cara Mengatasinya

  • Persaingan Ketat. Solusinya: fokus pada kualitas barang dan pelayanan. Pembeli akan ingat toko yang ramah dan barangnya bagus
  • Modal Awal untuk Stok. Mulai dari batch kecil dulu, lalu gunakan keuntungan untuk memperbesar stok.
  • Regulasi Impor. Pastikan supplier legal dan barang sudah melalui proses fumigasi atau pembersihan sesuai aturan.

Prospek Bisnis Thrift di Jakarta Tahun 2025

Baca juga : Gandeng Pendopo, Savis Tea Luncurkan Teh Terbaru Bertema Destinasi Nusantara

Tren thrift di Jakarta akan terus berkembang, apalagi jika digabungkan dengan konsep kreatif seperti thrift + coffee shop, thrift + studio foto, atau thrift + workshop fashion DIY. Konsumen sekarang mencari pengalaman belanja yang unik, bukan sekadar beli baju.

Dengan pemasaran yang tepat, konsep fresh, dan stok barang berkualitas dari berbagai negara, thrift shop kamu bisa jadi destinasi favorit para pecinta fashion di Jakarta.

Kalau kamu tertarik membuka thrift shop di 2025, mulailah dari riset kecil-kecilan dan bangun komunitas pelanggan sejak sekarang. Dunia fashion bekas impor masih penuh peluang, tinggal bagaimana kamu mengemasnya dengan strategi yang kreatif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.