Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perkuat Pemberdayaan, Nasabah PNM Mekaar Didorong Go Digital
Selasa, 9 September 2025 21:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di era ekonomi digital, pengusaha ultra mikro (UMi) tidak lagi bisa mengandalkan strategi tradisional. Akses teknologi dan keterampilan digital sudah menjadi kebutuhan mendasar agar usaha bertahan dan berkembang. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pengusaha UMi untuk mampu beradaptasi.
Melihat keterbatasan yang dialami oleh pengusaha UMi yang menjadi nasabah binaan dalam program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menghadirkan program-program pelatihan untuk meningkatkan inklusi digital perempuan prasejahtera di seluruh Indonesia.
Baca juga : Perkuat Keamanan Nasional, DPR Finalisasi RUU Pengelolaan Ruang Udara
Sekretaris Perusahaan PNM L. Dodot Patria Ary sepakat bahwa pelaku usaha ultra mikro perlu belajara agar usaha go digital. Namun, tantangannya banyak yang belum memiliki akses teknologi dan literasi digital. Terbukti dari minimnya jumlah kepemilikan gadget pribadi oleh nasabah PNM Mekaar dan index kesiapan teknologi yang masih sangat rendah pada angka 2,29. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan literasi digital untuk selanjutnya memasuki tahap inklusi.
“Pelaku usaha ultra mikro tidak cukup hanya mengandalkan strategi lama. Mereka harus melek digital agar bisa menjangkau pasar lebih luas dan usaha mereka naik kelas. Untuk itu kami mencoba mengintervensi langsung dengan melatih dan mendorong penggunaan teknologi untuk memasarkan produk,” ujar Dodot.
Baca juga : Buruh Desak Pemerintah Tuntaskan Masalah Pesangon Pekerja Sritex
Lebih dari sekadar pembiayaan, PNM memberikan pelatihan dan pendampingan langsung terkait keterampilan digital, seperti penggunaan aplikasi pembayaran, promosi produk di media sosial, hingga manajemen toko online. Salah satu program unggulan dalam meningkatkan kompetensi nasabah binaannya adalah Mekaarpreneur. Nasabah diberikan pelatihan intensif selama tiga bulan mengenai branding, pemasaran digital, pemanfaatan e-commerce dan masih banyak lagi.
“PNM berkomitmen mendampingi nasabah agar tidak hanya memiliki modal, tapi juga keterampilan relevan dengan zaman. Dengan literasi digital yang mumpuni, mereka dapat bersaing, berkembang, dan menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan,” tambah Dodot.
Baca juga : Tambah Sumber Pendapatan, DKI Didorong Garap Aset Parkiran GOR
Dengan jangkauan ke lebih dari 6.165 kecamatan di 36 provinsi, PNM berupaya memfasilitasi agar usaha ultra mikro tidak jauh tertinggal dalam arus digitalisasi. Ke depan, upaya ini diharapkan melahirkan generasi wirausaha tangguh yang mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memperkuat perekonomian bangsa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya