Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Simposium IDKI 2025
Ajinomoto Dukung Lingkungan Kerja Sehat dan Berkelanjutan
Senin, 29 September 2025 09:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Ajinomoto Indonesia memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman dengan berpartisipasi dalam Simposium dan Workshop Kesehatan Kerja yang digelar oleh Perhimpunan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI) di Manhattan Hotel, Kuningan, Jakarta baru-baru ini.
Acara yang menghadirkan para pakar dan praktisi kesehatan kerja, termasuk dokter perusahaan, HRD, dan profesional HSE dari berbagai sektor industri, dengan fokus pada peningkatan kapasitas dokter perusahaan dalam menghadapi tantangan kesehatan kerja modern. Sebagai organisasi profesi di bawah Ikatan Dokter Indonesia (IDI), IDKI berperan memperkuat kontribusi dokter perusahaan melalui layanan preventif, kuratif, dan rehabilitatif, sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor agar dunia usaha mampu beradaptasi dengan kompleksitas isu kesehatan kerja di era modern.
Partisipasi Ajinomoto dalam kegiatan ini sejalan dengan tujuan perusahaan dalam mendukung kesejahteraan berkelanjutan bagi manusia, masyarakat, dan bumi melalui pendekatan AminoScience. Tidak hanya berkontribusi secara eksternal, Ajinomoto juga aktif membangun budaya hidup sehat di lingkungan internal perusahaan melalui berbagai inisiatif Ajinomoto Health Provider. Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah Health Provider Badges Program, sebuah inisiatif edukatif perusahaan yang bertujuan meningkatkan literasi gizi dan kesehatan di kalangan karyawan.
Baca juga : Pertagas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pertanian Berkelanjutan
Head of Human Resources Department PT Ajinomoto Indonesia, Indra Nurcahyo, dalam keterangan tertulis pada media, Senin (29/9) mengatakan, Perusahaan juga perlu menciptakan ‘attractive programs which can change our employee healthy behaviour’ untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan di kalangan karyawan. Program ini terbukti efektif, ditandai dengan peningkatan signifikan pada health age yang tercermin dari hasil Medical Check Up (MCU) karyawan setiap tahunnya. Selain itu juga dapat dilihat perubahan pola makan gizi seimbang, yang tumbuh melalui partisipasi aktif dalam program edukatif tersebut.
Selain itu, lanjut Indra terdapat kegiatan pendukung berupa Fun & Health Activities, yang mencakup kegiatan ‘exercise’ dan lose weight challenge’. Sinergi antara edukasi dan aktivitas fisik ini mendorong karyawan untuk lebih peduli terhadap gaya hidup sehat, sehingga berdampak positif terhadap kondisi kesehatan karyawan serta peningkatan produktifitas kerja secara menyeluruh,” ujarnya.
Keberhasilan program ini disampaikan langsung oleh dr. Rafael Nanda R, MKK, Wakil Sekertaris Pengurus Pusat IDKI dalam sesi bertajuk “Nutrition Related Diseases Program at Work”. Ia menyampaikan bahwa implementasi program tersebut di Ajinomoto telah memberikan dampak positif yang signifikan. “Kami melihat adanya peningkatan hasil Medical Check-Up (MCU) karyawan setelah mengikuti program ini. Ini menunjukkan bahwa edukasi yang konsisten dan pendekatan yang terstruktur mampu mendorong perubahan perilaku sehat di tempat kerja,” ujar dr. Rafael.
Baca juga : Menteri KKP Ajak Mahasiswa Jadi Motor Solusi Laut Berkelanjutan
Lebih lanjut terkait penyakit degeneratif dan rekomendasi pencegahannya, dr. Yohan Samudra, spesialis gizi klinik RS Premier Bintaro, menjelaskan lebih lanjut dalam sesi bertajuk “Be Wise in Using Salt”. Ia menjelaskan bahwa penyakit degeneratif merupakan kondisi kronis yang ditandai dengan kerusakan dan penurunan fungsi sel, jaringan, atau organ tubuh seiring waktu, yang umumnya dipicu oleh penuaan dan gaya hidup tidak sehat. Salah satu contohnya adalah penyakit jantung dan pembuluh darah yang sering kali berawal dari hipertensi. Salah satu faktor pemicunya adalah konsumsi garam berlebih.
Rata-rata orang Indonesia mengonsumsi garam dua kali lipat dari batas yang direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia, yaitu 5 gram atau sekitar satu sendok teh per hari. Bahkan, 5 dari 10 orang Indonesia melebihi angka tersebut. Mengatasi hal ini, caranya bisa dengan Bijak Garam yang menawarkan solusi cermat dengan mengurangi penggunaan garam pada saat memasak makanan, dan menambahkan sedikit monosudium glutamate (MSG). Dengan cara ini, asupan natrium kita berkurang, dan cita rasa makanan yang kita konsumsi tetap lezat. Mengapa bisa demikian? Karena faktanya, jika dibandingkan dengan garam dapur biasa, kandungan natrium dalam MSG itu hanya 1/3 nya saja, lebih sedikit.
Kampanye Bijak Garam bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengurangi konsumsi garam guna menurunkan risiko hipertensi, tanpa mengorbankan cita rasa. Ajinomoto menawarkan solusi praktis melalui penerapan sederhana yang tetap menjaga kelezatan masakan. Cukup gunakan 1 sendok teh garam dan ½ sendok teh MSG AJI-NO-MOTO untuk 1 liter air atau kuah masakan.
Baca juga : Film Komedi Jadi Tuh Barang Hadirkan Humor Segar dan Kisah Mengharukan
"Melalui partisipasi aktif dalam simposium ini, Ajinomoto Indonesia berharap dapat terus memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan di bidang kesehatan kerja. Dengan menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan, perusahaan percaya bahwa produktivitas dan kesejahteraan karyawan dapat berjalan beriringan, memberikan kontribusi positif bagi pembangunan nasional" tambah Indra.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya