Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jokowi Pastikan Waduk Ciawi & Sukamahi Kelar 2019

Rabu, 26 Desember 2018 15:21 WIB
Presiden Jokowi (kemeja putih) meninjau progres pembangunan Waduk Ciawi dan Sukamahi bersama Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum (kedua kiri), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ketiga kiri), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno (kanan) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/12). (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Presiden Jokowi (kemeja putih) meninjau progres pembangunan Waduk Ciawi dan Sukamahi bersama Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum (kedua kiri), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ketiga kiri), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno (kanan) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/12). (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi, Rabu (26/12) pagi, meninjau progres pembangunan Waduk Sukamahi dan Waduk Ciawi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dua waduk ini dibangun untuk mengurangi banjir Jakarta. 

Jokowi tiba di Waduk Sukamahi sekitar pukul 08.15 pagi. Ikut mendampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. Hujan gerimis mengiringi proses pengecekan. Dari Waduk Sukamahi, rombongan geser ke Waduk Ciawi yang berjarak sekitar 15 menit.

Agenda ini terkesan mendadak. Anies yang sedianya menjadi inspektur upacara di Monas, tak hadir karena harus menemani Jokowi.  Di sana, Jokowi mendengarkan progres konstruksi pembangunan Waduk Sukamahi yang sudah mencapai 15 persen. Sementara Ciawi sudah 9 persen. Menurut Jokowi, masalah yang menghambat pembangunan kedua bendungan penahan banjir kiriman ke Jakarta itu adalah proses pembebasan lahan.

Berita Terkait : Siapkan Gerakan 812, Malaysia Ketularan 212

Saat ini, pembebasan lahan sudah mencapai 50 persen. Jokowi optimis pembebasan lahan akan beres bulan depan.  "Insya Allah, Januari sisanya bisa diselesaikan. Tinggal pembayaran," kata Jokowi. Waduk Sukamahi bersama dengan Waduk Ciawi, disebut dapat menanggulangi banjir di Jakarta. Persentasenya sekitar 30 persen.

"Di hulu seperti pembangunan Waduk Sukamahi dan Ciawi, yang di hilirnya banyak seperti Ciliwung, sodetan Ciliwung ke BKT. Sekarang yang dikerjakan Pak Gubernur membuat sumur resapan, drainase dibersihkan. Kalau itu semua dikerjakan, Insya Allah mengurangi banyak. Contoh di sini saja. Di Sukamahi, diperkirakan mengurangi banjir di Jakarta 30 persen. Itu gede banget," ujarnya.

Desember tahun lalu, Jokowi juga pernah mengunjungi waduk ini.  Saat itu, Presiden mengatakan, pembangunan kedua bendungan itu ditujukan untuk mengurangi kerentanan kawasan metropolitan Jakarta dari bencana banjir.

Baca Juga : Kemendagri Siapkan Tim Pusat Dan Daerah

"Kita ingin menyelesaikan masalah banjir di Jakarta. Kita bekerja ini di hulunya," katanya.  Jokowi mengatakan, keberadaan dua bendungan ini akan mengurangi jumlah air yang masuk ke Jakarta sebesar 30 persen. Kedua bendungan itu ditargetkan pungkas pada pertengahan 2019. 

Selain pembangunan bendungan dan normalisasi Sungai Ciliwung, dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga diperlukan melalui pembersihan drainase, sungai-sungai kecil, pemeliharaan waduk, bahkan pembangunan waduk baru di Jakarta. 

Kontrak pembangunan Bendungan Ciawi ditandatangani pada 23 November 2016 antara Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) dengan kontraktor PT Brantas Abipraya-Sacna KSO dengan nilai pekerjaan konstruksi Rp 757,8 miliar melalui kontrak tahun jamak (multi years).  Bendungan itu menampung aliran Sungai Cisarua, Sungai Cibogo dan anak Sungai Ciliwung dengan volume tampungan 6,45 juta meter kubik. [BCG]