Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Fadjroel Rachman: Kantor Komunikasi Presiden Terobosan Strategis, Maju, Modern
Senin, 19 Agustus 2024 04:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Juru Bicara Presiden RI periode 2019-2021 yang kini menjabat Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan, M Fadjroel Rachman menyambut positif pembentukan Kantor Komunikasi Kepresidenan oleh Presiden Jokowi.
"Ini terobosan yang sangat strategis, maju, modern," kata Fadjroel Rachman, dalam keterangannya, Minggu (18/8/2024).
Dia yakin, pembentukan Kantor Komunikasi Presiden ini akan meningkatkan kinerja komunikasi Presiden dan lembaga kepresidenan secara efektif dan efisien di bawah satu kantor khusus, yaitu Kantor Komunikasi Presiden yang dipayungi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2024 tentang Kantor Komunikasi Presiden.
Baca juga : Israel Bunuh Pimpinan Hamas Ismail Haniyeh Di Teheran
Perpres tersebut ditandatangani Presiden Jokowi pada 15 Agustus 2024, dan diundangkan pada hari yang sama.
"Sepanjang pengalaman saya sebagai Juru Bicara Presiden, tiadanya Kantor Komunikasi Presiden sebagai lembaga yang secara struktur utuh, lengkap, berdaya, dan spesifik serta tiadanya regulasi khusus yang mengaturnya, mengakibatkan kerja Juru Bicara Presiden sangat tidak efektif, tidak efisien, bahkan tanpa arah," papar Fadjroel.
Padahal, lanjutnya, Juru Bicara Presiden adalah ujung tombak strategis komunikasi presiden.
Baca juga : Hari Ini, Presiden Terbang Solo-IKN
Sekarang jelas dan tegas, ada Kantor Komunikasi Presiden yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.
"Ini keputusan sangat strategis yang pernah saya usulkan secara langsung kepada Presiden Jokowi, ketika menjabat sebagai Juru Bicara Presiden," kata Fadjroel.
Menurutnya, Kantor Komunikasi Presiden tak hanya mengelola komunikasi secara ilmiah berbasis data akurat, tetapi juga melaksanakan atau menyampaikan komunikasi dan informasi kebijakan strategis dan program prioritas presiden kepada Kementerian/Lembaga. Serta unsur-unsur pentaheliks komunikasi seperti pemerintahan pusat dan daerah, perguruan tinggi, lingkungan bisnis, komunitas/publik, dan media massa. Dalam lingkup, di dalam negeri mau pun di luar negeri, tanpa kecuali,
Baca juga : Carlos Pena Siapkan Strategi Jebol Pertahanan Arema FC
"Mari kita sambut lahirnya Kantor Komunikasi Presiden ini, khususnya bagi akademisi dan praktisi dunia komunikasi," kata Fadjroel yang juga peraih Doktor Komunikasi lulusan Universitas Indonesia, dengan spesialisasi komunikasi politik.
Fadjroel yang baru saja menerbitkan buku riset komunikasi politik berjudul "Indonesia Memilih Presiden" (KPG, 2024) mengimbau semua kalangan profesional (swasta dan pemerintah) dan akademisi di perguruan tinggi, yang selama ini bergelut di dunia komunikasi, agar dilibatkan secara aktif dalam merumuskan sebuah Kantor Komunikasi Presiden yang ideal, yang perencanaan, pengorganisasian, dan kepemimpinan.
"Hasil kerjanya juga harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, rasional dan profesional," pungkas Fadjroel.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya