Dark/Light Mode

Program TEKAD Dongkrak Status Desa di Indonesia Timur

Selasa, 1 Oktober 2024 18:28 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memberikan kontrisbusi nyata bagi percepatan pembangunan desa di kawasan Indonesia Timur.

Salah satu indikasinya adalah peningkatan status desa sasaran menjadi desa maju maupun desa berkembang.

“Terkait kenaikan status profil desa atau Desa kita sudah mencapai angka 499 Desa Indeks Desa Membangun (IDM) dan sudah menciptakan Desa maju 3 persen atau 15 desa dari sebelumnya hanya satu Desa. Kemudian Desa berkembang 35 persen dari sebelumnya hanya 7 persen,” ujar Dirjen Pembangunan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Harlina Sulistyorini, Selasa (1/10/2024).

Harlina mengungkapkan Program TEKAD dalam operasionalnya mempunyai beragam inovasi sesuai dengan kondisi lokal desa. Berbagai program TEKAD di antaranya Demonstrasi Plot (Demplot), Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD) dan Invesment Fund.

Baca juga : 3 Tahun, Pertamina Konsisten Dukung Ajang MotoGP Di Indonesia

“Program TEKAD juga telah mendorong transformasi ekonomi di desa-desa sasaran sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan pada satuan rumah tangga peserta program,” katanya.

Harlina menambahkan, Program TEKAD juga sudah mengurangi desa tertinggal dari 42,8 persen menjadi 40,8 persen dan mengurangi Desa sangat Tertinggal 36,87 persen menjadi 21,84 persen.

Sedangkan desa tertinggal dari 42,8 persen telah turun menjadi 40,8 persen.

Sementara itu, jumlah desa berkembang meningkat dari 7 persen menjadi 35 persen, dan desa maju bertambah dari hanya 1 desa menjadi 15 desa atau sekitar 3 persen.

Baca juga : MyPertamina Tebar Diskon Jajanan di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2024

Perubahan status desa ini, lanjut Harlina, mencerminkan keberhasilan TEKAD melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan Dana Desa secara optimal.

Selain itu, program TEKAD tidak hanya meningkatkan kapasitas desa dalam perencanaan pembangunan, tetapi juga memperkuat tata kelola dan kemandirian ekonomi masyarakat desa.

“Ada investasi strategis dalam berbagai kegiatan ekonomi produktif dalam program TEKAD. Misal kegiatan Demplot pada periode 2022-2023 mencapai Rp 37,6 miliar, sementara pada tahun 2024, investasi yang masih berjalan telah mencapai Rp 8,6 miliar,” bebernya.

Selain itu, kata Harlina pembangunan RITD sebagai pusat inovasi desa juga telah mendapat alokasi sebesar Rp 800 juta pada tahun 2022 dan angka yang sama untuk tahun 2024. Investment Fund sebagai dukungan permodalan bagi usaha ekonomi desa juga terus ditingkatkan, dari Rp 520 juta pada tahun 2023 menjadi Rp 780 juta pada tahun 2024.

Baca juga : LAN Dorong Percepatan Pembangunan Indonesia Timur

“Rata-rata investasi per kabupaten dalam program TEKAD mencapai Rp 10,48 miliar,” bebernya.

Melalui berbagai intervensi tersebut, program TEKAD tidak hanya menciptakan perubahan status desa tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan.

Ke depan, Harlina berharap Progam TEKAD dapat terus menjadi instrumen strategis dalam mendorong transformasi ekonomi desa di Indonesia Timur serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah yang selama ini tertinggal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.