Dark/Light Mode

Airlangga Pimpin RI Di KTT ASEAN-Kanada, Fokus Pangan Dan Energi Bersih

Jumat, 11 Oktober 2024 16:48 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri KTT Khusus ASEAN-Kanada, di Laos, Kamis (10/10/2024). (Foto: Kemenko Perekonomian)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri KTT Khusus ASEAN-Kanada, di Laos, Kamis (10/10/2024). (Foto: Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - KTT Khusus ASEAN-Kanada yang digelar di Vientiane, Laos, pada 10 Oktober 2024 mempertemukan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dengan para pemimpin ASEAN. Dalam pertemuan ini, Indonesia yang diwakili Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengusulkan peningkatan kerja sama energi bersih dan penyelesaian perundingan perdagangan bebas guna memperkuat hubungan ekonomi kawasan.

Dalam pidatonya, Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau menilai pertemuan ini penting untuk meningkatkan kerjasama. Menurut dia, ASEAN adalah kawasan yang saat ini tumbuh paling cepat di dunia, serta wilayah yang dinamis dan menarik.

Sementara itu, Menko Airlangga yang memimpin Delegasi Indonesia mewakili Wakil Presiden Maruf Amin, menekankan pentingnya ASEAN terintegrasi dengan kawasan-kawasan lain di dunia, termasuk Kanada. Menurutnya, Kanada adalah salah satu negara di kawasan Indo-Pasifik, di mana ASEAN memegang posisi sentral. Dengan Kanada sebagai mitra wicara strategis ASEAN, hal ini sejalan dengan penerapan elemen ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP). "Implementasi elemen AOIP akan memungkinkan ASEAN menjalin kerja sama inklusif guna menciptakan perdamaian dan kemakmuran bersama," jelas Menko Airlangga.

Baca juga : Plaza Mandiri Dinobatkan Jadi Gedung Dengan Manajemen Energi Terbaik

Kanada sebagai halaman depan (front yard) Amerika memiliki potensi yang sangat besar, antara lain pengembangan teknologi energi bersih, pendidikan, mineral kritis, dan akses pasar ke Amerika. Pada kesempatan ini, Airlangga menyampaikan gagasan inovatif untuk meningkatkan kerja sama ASEAN dengan Kanada ke depan.

Pertama, peningkatan kerja sama ekonomi dengan mengadopsi teknologi transisi bersih atau clean technology yang banyak berkembang di Kanada. Kanada diharapkan menjadi mitra strategis ASEAN untuk mengembangkan teknologi energi bersih melalui pendanaan dan alih teknologi. Lebih lanjut, Menko Airlangga mendorong kerja sama teknologi transisi energi, seperti Small Modular Reactor (SMR) dan bahan bakar berbasis kelapa sawit. SMR adalah teknologi energi nuklir skala kecil-menengah yang saat ini mulai banyak dikembangkan di dunia sebagai sumber bersih yang lebih murah dan aman. Indonesia sendiri sudah mulai melakukan asesmen SMR.

Selain itu, Menko Airlangga mengharapkan penyelesaian perundingan perdagangan bebas. “Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara Kanada dan ASEAN perlu segera diselesaikan tahun depan, guna meningkatkan akses pasar dan memperkuat rantai pasok global, termasuk mineral kritis (critical minerals),” ungkapnya. 

Baca juga : Arfi-Yena Pemimpin Yang Diharapkan Kota Bandung

Kedua, kerja sama di bidang ketahanan pangan. Di tahun 2023, ASEAN dan Kanada menyepakati ASEAN-Canada Joint Leaders' Statement on Strengthening Food Security and Nutrition in Response to Crises yang menjadi dasar komitmen bersama penguatan ketahanan pangan dan gizi. Sebagai tindak lanjut, Kanada telah membuka Indo-Pacific Agriculture and Agri-Food Office (IPAAO) di Manila. “Perlu dimanfaatkan untuk mendorong kerja sama yang konkrit, termasuk kolaborasi teknologi pertanian dan sistem pangan berkelanjutan guna memastikan kelancaran pasokan pupuk,” tutur Menko Airlangga.

Para pemimpin negara anggota ASEAN mengangkat beberapa isu lain seperti penguatan kerja sama sektor digital dan peningkatan people-to-people connection. Dalam rangka meningkatkan hubungan keduanya, Kanada akan membuka kedutaan di Phnom Penh, Kamboja, dan Vientiane, Laos, sehingga memiliki perwakilan di seluruh negara ASEAN. Para kepala pemerintahan juga mengangkat perlunya perluasan dan peningkatan program Canada-ASEAN Scholarships and Educational Exchanges for Development (SEED) untuk mendorong transfer pengetahuan serta peningkatan kualitas generasi muda di kawasan, termasuk untuk mendukung digitalisasi dan adopsi teknologi.

Dalam pidato penutupnya, Perdana Menteri Trudeau menyambut positif inisiatif kerja sama Small Modular Reactor yang diusulkan Indonesia, mengingat Kanada memiliki keunggulan di bidang energi nuklir dan terbarukan. Perdana Menteri Trudeau juga menyampaikan pentingnya pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang bertanggung jawab dan inklusif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh kalangan.

Baca juga : Selandia Baru Komit Dampingi Indonesia dalam Tingkatkan Energi Panas Bumi

Pertemuan KTT Khusus ASEAN-Kanada berhasil mengadopsi Joint Leaders' Statement on Enhancing ASEAN Connectivity and Resilience sebagai komitmen untuk memperkuat konektivitas dan ketahanan kawasan.

Hubungan ekonomi ASEAN dan Kanada secara umum mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir meskipun turut terdampak oleh Pandemi Covid-19 di tahun 2020 dan perlambatan perekonomian di tahun 2023. Nilai total perdagangan Kanada dan ASEAN tercatat sebesar 20,27 miliar dolar AS di tahun 2023, naik dari17,15 miliar dolar AS di tahun 2019. Investasi Kanada ke ASEAN juga menunjukkan performa relatif stabil, yaitu pada kisaran 3-4 miliar dolar AS, kecuali di tahun 2022 sebesar 825 juta dolar AS. 

Pada pertemuan KTT Khusus ASEAN-Kanada ini, Menko Airlangga didampingi oleh Menko Polhukam Hadi Tjahjanto dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.