Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Di Acara Mendengar Jiwa, Erick Thohir Ngaku Pernah Jadi Korban Bullying
Sabtu, 12 Oktober 2024 20:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri BUMN, Erick Thohir mengaku, pernah jadi korban bullying atau perundungan di sekolah. Hal ini ia ceritakan dalam acara Merayakan Hari Kesehatan Mental Sedunia bertajuk "Mendengar Jiwa" yang digagas Yayasan BUMN.
Erick bercerita, kala itu dia baru pindah dari sekolah lamanya, SMA Cikini ke SMA 3. Sebagai sosok baru dengan perawakan tubuh putih, ia menjadi korban bully teman-teman seangkatannya di sekolah baru.
Baca juga : Bertemu Menhan Slovakia, Prabowo Bahas Pertahanan Bilateral
"Wah ini anak baru nih, ya nggak. Sama teman yang satu angkatan," ungkapnya dalam gelaran acara di Pos Bloc, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu, 12 Oktober 2024 petang.
Hingga kemudian, dia dipanggil ke suatu tempat sepi dan dikelilingi sejumlah teman SMA barunya. Di sana, Erick di-bully secara fisik.
Baca juga : Cetak Lapangan Kerja, Arfi-Yena Bakal Perkuat UMKM Di Bandung
"Dicolek-colek ya, saya nggak bilang pukul lah. Ujung-ujungnya kita di-bully," ungkap Ketua PSSI ini menjelaskan situasi.
Tak gentar, Erick memberikan perlawanan. Sayangnya, ia tak menjelaskan detail bentuk perlawanannya karena tidak bagus untuk dicontoh. Pasalnya, mayoritas pengunjung acara tersebut anak-anak remaja gen Z.
Baca juga : Dexa Medica Gelar Skrining Gratis Cegah Penyakit Jantung Di Usia Muda
Dari pengalamannya ini, Erick berprinsip tak suka dengan perundungan atau bullying. Dan sebagai pemimpin, dia bukan tipe pemimpin yang suka mem-bully.
"Tetapi saya merangkul, berkolaborasi. Dan kalau ada isu-isu bully, saya lawan. Karena tadi, bagaimana itu menjadi sebuah beban yang masuk dalam jiwa kita," lanjut Erick.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya