Dark/Light Mode

Netizen Ramai Bahas Cuaca Panas Yang Tidak Biasa

Ingat, Bawa Air Jika Keluar Rumah Agar Tak Dehidrasi

Rabu, 30 Oktober 2024 07:25 WIB
Warga melintas dengan menggunakan payung untuk menghidari cuaca panas, saat berjalan kaki melintas, Kawasan Bundaran HI, Jakarta. (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)
Warga melintas dengan menggunakan payung untuk menghidari cuaca panas, saat berjalan kaki melintas, Kawasan Bundaran HI, Jakarta. (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Cuaca panas yang terjadi belakangan ini menjadi perbincangan hangat netizen di berbagai platform media sosial (medsos). Para pegiat dunia maya resah, suhu panas saat ini tidak seperti biasanya.

Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Guswanto membenarkan adanya suhu cuaca tidak biasa di sejumlah wilayah Indonesia.

Dia mengakui, Senin (28/10/2024) hingga Selasa (29/10/2024), suhu maksimum harian di Indonesia mencapai 38,3 derajat Celcius.

Baca juga : Debat Perdana Pilgub Sumut Dikawal Ketat Kepolisian

“Panas yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia disebabkan gerak semu matahari. Saat ini, bulan Oktober posisi Matahari ada di 8 atau 9 derajat Lintang Selatan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (29/10/2024).

Selain itu, menurut Guswanto, saat ini wilayah selatan Indonesia juga masih mengalami musim kemarau dan sedang menuju musim penghujan.

Menurut dia, hal tersebut membuat tutupan awan di wilayah selatan, khususnya di Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara masih dipengaruhi angin muson timur.

Baca juga : TPST Bantargebang Nyaris Over Kapasitas

“Tutupan awan masih jarang. Itu membuat suhu di wilayah selatan lebih panas,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengatakan, tngginya suhu cuaca kemungkinan masih bertahan hingga beberapa hari ke depan. Namun, pihaknya akan terus melakukan pemantauan karena perubahan cuaca bisa berubah-ubah.

“Kondisi itu terus dipantau BMKG. Sebab, perubahan cuaca sangat dinamis dan tergantung pada dinamika cuaca regional, serta pola pergerakan atmosfer secara keseluruhan yang sedang aktif di wilayah Indonesia,” ujarnya.

Baca juga : Manchester United Vs Leicester City, Momentum ‘Setan Merah’ Keluar Dari Krisis

Saat ini, sambung dia, Siklon Tropis Kong-rey sangat aktif dan turut mempengaruhi pola cuaca di kawasan. Hal itu menarik kelembapan dari wilayah sekitar, termasuk Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT), menciptakan kondisi udara yang kering dan meningkatkan suhu.

Andri mengatakan, siklon tersebut diperkirakan akan melemah dalam beberapa hari ke depan, saat bergerak menjauh. Namun, pengaruhnya pada kelembapan dan suhu di Indonesia masih dapat bertahan hingga kondisi atmosfer kembali stabil.

“Selama periode ini, penting bagi masyarakat di wilayah Jawa hingga NTT waspada terhadap adanya potensi dampak suhu tinggi,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.