Dark/Light Mode

Menteri UMKM Optimistis Target Penyaluran KUR Rp 300 T Tercapai

Senin, 11 November 2024 19:35 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam Dialog Interaktif bertajuk “Kemudahan Akses Pembiayaan KUR” di Pontianak, Kalimantan Barat. (Foto: Ist)
Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam Dialog Interaktif bertajuk “Kemudahan Akses Pembiayaan KUR” di Pontianak, Kalimantan Barat. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman optimistis, target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 300 triliun kepada 1,8 juta debitur baru bisa tercapai hingga akhir 2024.

Meskipun menargetkan jumlah yang besar, Maman menekankan, pentingnya menjaga kualitas KUR serta pembinaan yang efektif terhadap penerima manfaat.

Dalam acara Dialog Interaktif bertajuk “Kemudahan Akses Pembiayaan KUR” di Pontianak, Kalimantan Barat, Maman mengungkapkan, Kementerian UMKM bersama lembaga penyalur, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), terus memastikan bahwa penyaluran KUR tidak hanya kuantitatif, tetapi juga berkualitas. Hal ini mencakup aspek kualifikasi penerima serta pembinaan agar bantuan KUR benar-benar meningkatkan kemandirian ekonomi pelaku usaha.

Baca juga : Teken Kontrak IMO, KAI Pastikan Jaga Keandalan Prasarana Kereta Api

Maman juga menyoroti kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk menghapus piutang petani dan nelayan yang di-blacklist perbankan. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM, khususnya petani dan nelayan, untuk kembali mengakses kredit, sehingga mempercepat perputaran ekonomi. “Dengan payung hukum untuk penghapusan dari blacklist, pelaku UMKM dapat mengakses fasilitas kredit dan turut menggerakkan ekonomi nasional,” katanya.

Dalam APBN 2024, plafon KUR ditetapkan sebesar Rp 300 triliun, seiring dengan kecukupan anggaran subsidi KUR. Hingga 10 November 2024, penyaluran KUR secara nasional sudah mencapai Rp 246,58 triliun atau 88,06 persen dari target, dengan jumlah debitur mencapai 4,27 juta orang. Di Provinsi Kalimantan Barat sendiri, total penyaluran KUR mencapai Rp 3,79 triliun kepada 52.959 debitur.

Pada kesempatan yang sama, Social Entrepreneurship & Incubation Division Head PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Evi Sulistiawati, menyampaikan bahwa hingga September 2024, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 754 triliun kepada 21 juta nasabah di seluruh Indonesia. Di Kalimantan Barat, penyaluran KUR BRI mencapai Rp 9,7 triliun dengan mayoritas alokasi untuk KUR Mikro sebesar 84 persen.

Baca juga : Logis 08 Optimistis Rosan Bisa Kejar Target Investasi Rp.1.905 Triliun Di 2025

Evi menekankan, penyaluran KUR BRI terbukti mampu meningkatkan keuntungan dan kesejahteraan UMKM, dengan banyaknya usaha yang berhasil naik kelas dari UMKM kecil menjadi menengah berkat plafon KUR yang terus meningkat.

Selain itu, Linda Purnama, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Provinsi Kalimantan Barat, menyebut bahwa terdapat 164.364 pelaku UMKM di Kalbar, dengan mayoritas (99 persen) merupakan usaha mikro. Sektor perdagangan mendominasi dengan persentase 54,04 persen, diikuti oleh sektor akomodasi serta makanan dan minuman sebesar 21,67 persen, serta industri pengolahan sebesar 12,7 persen.

Maman mengingatkan, disiplin keuangan menjadi kunci keberhasilan bagi pelaku usaha. “Modal KUR ini adalah upaya besar pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Disiplin mengelola keuangan sangat penting untuk memastikan dana KUR membawa manfaat yang maksimal,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.