Dark/Light Mode

Berantas Oknum Judol

Komdigi Tanamkan Rasa Cinta Tanah Air

Selasa, 19 November 2024 07:25 WIB
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo. (Foto: Istimewa)
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan memperkuat pengawasan terhadap peredaran konten judi online (judol) di ruang digital. Penambahan pengawas dan menanamkan rasa cinta kepada Tanah Air akan menjadi strategi efektif menangani masalah tersebut.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo mengatakan, di tengah kasus yang menyeret sejumlah oknum pegawai Komdigi terkait judol, pihaknya semakin memperkuat komitmen memberantas judol.

Dia menegaskan, Komdigi mendukung Polri mengusut, menangkap dan menindak bila ada pegawai Komdigi yang terlibat judol.

Baca juga : DKI Bentuk Satgas Cegah Kasus Kekerasan Seksual

“Tadi malam (kemarin, red), kami dengar ada lagi yang ditangkap. Kami mendukung Polri dan seluruh aparat penegak hukum sekeras-kerasnya, sekuat-kuatnya membasmi judi online,” tegas Angga di Jakarta, Senin (18/11/2024).

Dia pun mengungkapkan sejumlah strategi akan dijalankan kementeriannya. Ini dilakukan sebagai wujud nyata memberantas judol di dunia maya. Salah satunya, menambah Sumber Daya Manusia (SDM) pengawas.

“Kami akan terus menambah dan meningkatkan kemampuan seluruh personel,” imbuhnya.

Baca juga : Juara Dunia MotoGP 2024, The Martinator Kubur Pecco

Selain itu, pihaknya akan meningkatkan komitmen pegawai untuk memberantas konten judi online melalui penanaman rasa cinta Tanah Air.

“Saya yakin, komitmen teman-teman di dalam semakin baik. Kemarin kan hanya oknum,” ucapnya.

Angga berharap, melalui strategi tersebut kasus yang melibatkan pegawai Kementerian Komdigi tidak terulang.

Baca juga : Medina Dina, 2 Tahun Dekat Dengan Gading

“Kami akan memastikan tidak ada moral hazard di lingkungan internal pengawas,” ucapnya.

Terpisah, pengamat kebijakan publik sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Narasi Institute Achmad Nur Hidayat menegaskan, aktivitas judol hanya menguntungkan para bandar, sementara masyarakat menanggung kerugiannya.

Dia menjelaskan, dari jutaaan pelaku judi online, sebanyak 80 persen berasal dari masyarakat kelas menengah ke bawah atau kelompok paling rentan secara ekonomi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.