Dark/Light Mode

Sri Mul Beberkan Rencana Bantuan bagi Masyarakat Miskin di 2025

Selasa, 10 Desember 2024 22:37 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: BPMI Setpres)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: BPMI Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan sejumlah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang difokuskan untuk membantu masyarakat miskin. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2025 kepada kementerian dan lembaga pemerintah di Jakarta, Selasa (10/12/2024).

"Mereka yang tidak mampu dibantu negara melalui berbagai instrumen seperti bantuan sosial; bantuan pendidikan; bantuan kesehatan, termasuk subsidi dan fasilitas pembebasan pajak," kata Sri Mulyani.

Baca juga : Pilkada Lancar, Ketua FP-NTT: Masyarakat Sudah Dewasa dalam Berdemokrasi

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, kebijakan tersebut dicapai lewat sejumlah potensi penerimaan negara yang mengedepankan aspek keadilan, di antaranya dalam bentuk gotong royong yang dilakukan kelompok masyarakat mampu melalui pemenuhan kewajiban membayar pajak secara patuh.

"Bagi kelompok yang mampu dan menikmati hasil pembangunan diminta bergotong royong untuk memenuhi kewajiban secara patuh dan jujur untuk terus membangun dan memajukan Indonesia," tambahnya.

Baca juga : Melalui Program PKM, Mercu Buana Bantu Ikaboga Berdayakan Masyarakat

Dalam kesempatan itu, ia menyebut pemerintah menargetkan pendapatan negara sebesar Rp3.005,1 triliun pada 2025. Sejumlah sumber pendapatan negara seperti pajak; bea cukai serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) akan dimaksimalkan untuk mencapai angka tersebut.

Adapun pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyepakati Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar Rp3.621,3 triliun. Nilai tersebut meningkat 8,9 persen dibandingkan belanja negara dalam APBN 2024. 

Baca juga : TB Penyakit Menular Paling Mematikan, Pakar Ajak Masyarakat Perkuat Imun Tubuh

Sri Mulyani menyebut angka belanja pemerintah pusat mencapai Rp 2.701,4 triliun, ditujukan untuk mendorong program prioritas dalam bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, ketahanan pangan dan energi, serta perumahan. 

"Program unggulan 2025, telah ditampung di APBN melalui program makan bergizi gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, renovasi sekolah, sekolah unggulan terintegrasi dan terciptanya lumbung pangan nasional daerah dan desa," ujar Sri Mulyani.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.