Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perkuat Brigade Pangan & OPLAH, Banyuasin Jadi Lumbung Padi Nasional
Kamis, 9 Januari 2025 23:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sumatera Selatan (Sumsel) kembali membuktikan posisinya sebagai salah satu penyumbang produksi padi terbesar di Indonesia.
Kabupaten Banyuasin, sebagai daerah penghasil padi terbesar di Sumsel, mencatatkan kontribusi signifikan dengan produksi padi sebesar 920.413 ton pada tahun 2023.
Hal ini menjadikan Banyuasin menempati peringkat pertama di provinsi ini dan keempat terbesar secara nasional.
Kementerian Pertanian melalui Pusat Standardisasi Instrumen Perkebunan turut memperkuat ketahanan pangan di daerah ini dengan program strategis seperti Brigade Pangan dan Optimasi Lahan (OPLAH).
Kepala Pusat Standardisasi Instrumen Perkebunan Kuntoro Boga Andri mengatakan, kesiapan Brigade Pangan di Kecamatan Suak Tapeh dan Desa Kenten Jaya, Kecamatan Talang Kelapa, mendapatkan perhatian khusus.
Baca juga : Dasco: Presiden Prabowo Bakal Evaluasi Proyek Strategis Nasional
Kuntoro meninjau langsung fasilitas Brigade Pangan yang berfungsi sebagai tulang punggung operasional program ketahanan pangan.
Dengan luas panen mencapai 521,25 ribu hektare pada 2024, Banyuasin menunjukkan peningkatan produktivitas yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kuntoro memberikan arahan kepada petugas Brigade Pangan untuk terus meningkatkan efisiensi alat dan mesin pertanian, pemanfaatan sumber daya lokal, dan kolaborasi dengan petani setempat.
"Brigade Pangan adalah garda depan ketahanan pangan. Dengan kesiapan dan sinergi seperti ini, Banyuasin tidak hanya akan memperkuat Sumsel sebagai lumbung pangan, tetapi juga mendukung target produksi padi nasional," kata Kuntoro, Kamis (9/1/2024).
Sementara saat kunjungan ke Desa Kenten Jaya yang menjadi salah satu lokasi OPLAH, Kuntoro menegaskan, pentingnya keberlanjutan program ini dalam mendukung ketahanan pangan.
Baca juga : Perkuat Ketahanan Pangan, Pemprov Jabar Dorong Pengembangan Domba Garut
Kuntoro memuji hasil positif OPLAH di tahun-tahun sebelumnya yang berhasil meningkatkan produktivitas padi di daerah tersebut.
Dalam dialog dengan masyarakat tani, Kuntoro menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi modern dan pengelolaan hasil panen yang lebih efektif.
"OPLAH memberikan dampak nyata bagi petani. Sinergi program Pemerintah, Brigade Pangan, dan masyarakat harus terus dijaga agar program ini berjalan secara berkesinambungan," ujarnya.
Adapun, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi padi di Sumsel pada 2024 diperkirakan mencapai 2.842,56 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG), dengan produksi beras sebesar 1.632,35 ribu ton untuk konsumsi penduduk.
Angka ini memperlihatkan peningkatan dibandingkan tahun 2023, yang menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara Pemerintah Pusat, daerah, dan masyarakat tani.
Baca juga : Perumnas Kembangkan Hunian Berkelanjutan Untuk Mendukung Target 3 Juta Rumah
Dengan posisi strategis sebagai daerah penghasil padi terbesar, Banyuasin diharapkan dapat menjadi model nasional dalam pengelolaan ketahanan pangan.
Program Brigade Pangan dan OPLAH memberikan fondasi kuat bagi daerah ini untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan Indonesia.
Kehadiran Kementan di Kabupaten Banyuasin tidak hanya memperlihatkan komitmen Pemerintah dalam mendukung petani dan penguatan program ketahanan pangan.
Namun juga, mendorong sinergi yang lebih erat antara seluruh pihak terkait untuk mencapai swasembada pangan nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya