Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Menkes Budi Mulai Pasang Internet Satelit Di Puskesmas Terpencil
Minggu, 4 Mei 2025 18:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Lakudo di Kabupaten Buton Tengah dan Puskesmas Watubangga di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka mendukung implementasi program cek kesehatan gratis, yang menjadi salah satu prioritas Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam sambutannya, Menteri Budi menekankan, pentingnya pemanfaatan Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) yang kini telah tersedia di seluruh Puskesmas. Aplikasi ini memungkinkan pencatatan data kesehatan masyarakat secara digital dan langsung terintegrasi ke pusat.
“Sekarang di semua Puskesmas sudah tersedia aplikasi ASIK. Ini penting agar program cek kesehatan gratis bisa tercatat secara nasional dan kita pantau bersama,” ujar Menkes dikutip laman kemenkes.
Namun demikian, Budi menggarisbawahi pentingnya konektivitas internet yang stabil agar aplikasi ASIK dapat berfungsi optimal. Oleh karena itu, Kemenkes mulai memasang internet satelit di Puskesmas yang berada di wilayah terpencil.
Baca juga : Diskusi Fdikom UIN Jakarta: Tantangan Integrasi Komunkasi & Penyiaran Islam
“Rencananya lebih dari 2.000 Puskesmas akan dipasangi internet satelit agar mereka memiliki akses internet yang bahkan bisa lebih baik daripada di kota-kota besar di Pulau Jawa,” jelasnya.
Dengan dukungan konektivitas tersebut, data dari aplikasi ASIK bisa langsung diteruskan ke kepala Puskesmas dan dinas kesehatan setempat. Hal ini mempermudah pemantauan kondisi pasien serta pengambilan tindakan yang cepat dan tepat.
Selain infrastruktur digital, Menteri Budi juga menyoroti kondisi kesehatan masyarakat yang ia temui di lapangan. Menurutnya, masalah kesehatan utama di banyak wilayah adalah hipertensi dan kesehatan gigi, yang diperparah oleh kurangnya tenaga medis.
“Masalah yang paling sering saya lihat adalah tekanan darah tinggi. Banyak yang merasa sehat karena masih bisa beraktivitas, padahal ini bisa menyebabkan stroke, serangan jantung, bahkan kematian,” ujar Menkes.
Ia menekankan, pentingnya ketersediaan obat-obatan esensial, seperti kaptopril, di seluruh Puskesmas sebagai bagian dari layanan dasar yang harus diberikan kepada masyarakat.
Baca juga : InJourney Airports Buka Kembali Penerbangan Internasional Di Tiga Bandara
Di Puskesmas Watubangga, Menkes Budi didampingi oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka dan Bupati Kolaka Amri Jamaluddin.
Menkes erpesan agar tenaga kesehatan di daerah tetap aktif melayani dan mendukung pelaksanaan program nasional ini.
“Kalau ketahuan ada yang kurang sehat, langsung diberi obat dan diajarkan untuk mengubah gaya hidup,” pesannya.
Gubernur Andi menyatakan dukungan penuh terhadap program cek kesehatan gratis dan mengajak masyarakat untuk memanfaatkannya sebagai langkah awal menjaga kesehatan.
“Begitu kita cek dan tahu kondisi kita, maka bisa segera dilakukan tindakan pencegahan. Mari kita sama-sama menjaga kesehatan,” ujar Gubernur Andi.
Baca juga : Telkomsat Bawa Internet Satelit Ke Sekolah Pedalaman Halmahera
Sementara itu, Bupati Kolaka, Amri menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap daerahnya. Ia mendorong tenaga kesehatan di Kolaka untuk memberikan pelayanan terbaik dengan penuh dedikasi.
“Saya mengajak seluruh tenaga kesehatan, para dokter, untuk melayani masyarakat Kolaka dengan ikhlas dan tulus demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” tuturnya.
Program cek kesehatan gratis ini dirancang untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi—penyebab utama kematian di Indonesia yang sering tak terdeteksi karena gejala awal yang samar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya