Dark/Light Mode

Menekraf Terima Menteri Kebudayaan Prancis, Bahas Kerja Sama Ekraf Dan SDM

Kamis, 29 Mei 2025 11:20 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menerima kunjungan Menteri Kebudayaan Prancis Rachida Dati. (Foto: Kemenekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menerima kunjungan Menteri Kebudayaan Prancis Rachida Dati. (Foto: Kemenekraf)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menerima kunjungan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, di Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta, Rabu (28/5). Pertemuan membahas tindak lanjut kerja sama strategis di sektor ekonomi kreatif.

Pertemuan berlangsung empat jam setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah Indonesia dan Prancis di Istana Negara, yang disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

“Pertemuan ini merupakan kelanjutan konkret dari penandatanganan MoU siang tadi, yang mencakup kolaborasi di subsektor film, video, animasi, fesyen, kriya, game, dan desain,” kata Menteri Riefky dalam keterangan resmi di Jakarta.

Ia menjelaskan, kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem industri kreatif, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta memperluas akses pasar bagi pelaku ekonomi kreatif di kedua negara. Kemitraan strategis ini juga akan membuka peluang partisipasi dalam berbagai event industri kreatif di Indonesia maupun Prancis.

Baca juga : Kapolri Dan Menteri LH Kerja Sama Jaga Lingkungan Hidup

Pertemuan bilateral berlangsung dalam suasana hangat dan bersahabat, diawali dengan jamuan khas Indonesia berupa kopi Gayo, teh bunga telang, dan roti buaya sebagai simbol persahabatan.

Menteri Rachida Dati menyampaikan apresiasinya atas pertemuan tersebut yang dinilainya sebagai langkah nyata untuk merealisasikan kesepakatan kerja sama bilateral.

“Saya senang sekali, apa yang telah kita sepakati langsung dapat ditindaklanjuti dalam pertemuan bilateral ini. Semoga kesepakatan ini dapat berjalan baik serta terwujud dalam tindakan konkret,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Riefky juga memaparkan pertumbuhan signifikan sektor ekonomi kreatif Indonesia dalam satu dekade terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai tambah Produk Domestik Bruto (PDB) sektor ini meningkat 119 persen dari sekitar Rp700 triliun pada 2013 menjadi Rp 1.500 triliun pada 2024. Nilai ekspor juga meningkat 67 persen, dari 15 miliar dolar AS menjadi 25,1 miliar dolar AS.

Baca juga : Bertemu Pimpinan Perusahaan Nuklir Rusia, Eddy Soeparno Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTN

Jumlah tenaga kerja di sektor ini juga tumbuh signifikan, meningkat 89 persen dari 14 juta orang menjadi 26,5 juta orang, dengan 68 persen di antaranya merupakan perempuan. Sekitar 50 persen pekerja ekonomi kreatif di Indonesia berusia di bawah 40 tahun.

“Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi kreatif merupakan sektor yang inklusif dan progresif dalam perekonomian nasional,” kata Menteri Riefky.

Menteri Rachida Dati menambahkan bahwa capaian Indonesia dalam mengembangkan ekonomi kreatif patut diapresiasi, terutama dalam hal pemberdayaan perempuan.

“Ekonomi kreatif adalah sektor yang mendapat perhatian khusus, dan pencapaian Indonesia sangat mengesankan, khususnya dari sisi partisipasi perempuan,” ujarnya.

Baca juga : Dubes China Wang Lutong Promosi Kebudayaan & Pariwisata Yunnan Di Jakarta

Kerja sama yang dijalin juga mencakup program pendidikan dan residensi, yang memungkinkan pelaku ekonomi kreatif dari kedua negara saling bertukar pengalaman untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kapabilitas.

Turut mendampingi Menteri Riefky dalam pertemuan tersebut antara lain Sekretaris Utama Kemenparekraf Dessy Ruhati, Deputi Pengembangan Strategis Ekraf Cecep Rukendi, Deputi Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu, serta Deputi Kreativitas Media Agustini Rahayu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.