Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menekraf: Festival Ronthek Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Pacitan
Senin, 7 Juli 2025 11:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menghadiri pembukaan Festival Ronthek ke-13 di Alun-alun Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (5/7/2025). Ia mengapresiasi perhelatan seni tradisional ini sebagai contoh nyata kolaborasi budaya dan ekonomi kreatif yang tumbuh dari akar lokal.
“Festival ini mencerminkan kekuatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Ini adalah contoh bagaimana subsektor seni pertunjukan dan musik bisa menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam sambutannya.
Baca juga : Bamsoet Dorong Perfilman Jadi Lokomotif Industri Kreatif Nasional
Festival Ronthek tahun ini mengusung tema “Pacitan Sumandhang Nugraha” dengan tagline “70 Miles Sea Paradise.” Ronthek sendiri merupakan seni pertunjukan khas Pacitan yang berasal dari tradisi ronda sahur di bulan Ramadan, menggunakan alat musik berbahan bambu yang dimainkan dengan cara dipukul. Kini, Ronthek berkembang menjadi atraksi budaya tahunan yang menggabungkan unsur musik, tari, dan kreasi visual masyarakat.
Sebanyak 12 perwakilan kecamatan dan tiga kelompok pelajar setingkat SMA di Pacitan turut memeriahkan panggung Ronthek. Selain pertunjukan seni, festival juga dirangkai dengan Pasar Krempyeng yang menampilkan produk ekonomi kreatif dan UMKM dari berbagai subsektor unggulan Pacitan, mulai dari kuliner hingga kriya. Gelaran ini berlangsung selama tiga hari, dari 5 hingga 7 Juli 2025, setiap malam mulai pukul 19.00 WIB.
Baca juga : ESG di Tambang Pulau Obi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Halmahera
Festival Ronthek telah menjadi bagian dari program Kharisma Event Nusantara (KEN) sejak 2023 dan kembali masuk dalam daftar resmi KEN 2025, yang merupakan program unggulan Kemenparekraf untuk mengangkat potensi lokal di berbagai daerah Indonesia.
Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), yang turut hadir, menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai wahana pembentukan karakter dan kreativitas generasi muda. “Di tanah 70 Miles of Paradise ini, kita tidak hanya melihat keindahan alam, tetapi juga kekayaan seni pertunjukan yang terus diberdayakan dan dikembangkan,” ujar Ibas.
Baca juga : Turunkan Target Pertumbuhan Ekonomi, Sri Mulyani Realistis
Festival ini dinilai menjadi contoh konkret kolaborasi hexahelix, yakni sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, pelaku industri kreatif, akademisi, komunitas, media, dan dunia usaha, dalam membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan di tingkat lokal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Wakil Bupati Gagarin Sumrambah, jajaran pejabat daerah, serta ribuan warga dan wisatawan yang memadati pusat kota untuk menyaksikan pertunjukan budaya khas daerah pesisir selatan Jawa Timur itu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya