Dark/Light Mode

Kembali Main Film

Bamsoet Dorong Perfilman Jadi Lokomotif Industri Kreatif Nasional

Minggu, 6 Juli 2025 17:17 WIB
Anggota DPR Bambang Soesatyo (berdiri) menghadiri syukuran bersama para artis, para pendukung serta kru film Bravo Romeo Production, di Parle Senayan, Jakarta, Minggu (6/7/2025). (Foto: Dok. Bamsoet)
Anggota DPR Bambang Soesatyo (berdiri) menghadiri syukuran bersama para artis, para pendukung serta kru film Bravo Romeo Production, di Parle Senayan, Jakarta, Minggu (6/7/2025). (Foto: Dok. Bamsoet)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) didapuk bermain film bersama bintang film asal Malaysia Anna Jobling dan para artis serta aktor film nasional. Bamsoet kali ini berperan sebagai seorang dokter dalam film layar lebar tersebut.

Bamsoet menegaskan pentingnya menjadikan industri perfilman sebagai salah satu pilar utama dalam penguatan ekonomi kreatif nasional. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perkembangan teknologi dunia perfilman, sinema Indonesia harus menjadi sektor strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat diplomasi budaya di tingkat global.

Baca juga : Bamsoet Dorong Alumni Unpad Jadi Motor Pembinaan UMKM Nasional

“Film bukan hanya karya seni, tetapi juga industri yang mampu menggerakkan ekonomi secara luas. Produksi satu film bisa menyerap ratusan tenaga kerja, menghidupkan UMKM lokal, hingga mengangkat potensi daerah melalui lokasi syuting,” ujar Bamsoet, saat menghadiri syukuran bersama para artis, para pendukung serta kru film Bravo Romeo Production, di Parle Senayan, Jakarta, Minggu (6/7/2025).

Kru film Bravo Romeo Production hadir antara lain Producer/Director Boy Rano, Executive Producer Jeane Sompie dan para artis Anna Jobling, Naomi Zaskia, Pangeran Lantang, Erlando, Tiara Permata, Dewi Jane, Julian Kunto, Said Bajuri dan Samuel Rizal.

Baca juga : Tugure Raih Dua Penghargaan Bergengsi Di Industri Perasuransian

Bamsoet memaparkan, kontribusi sektor film terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2024, sektor perfilman mampu menyumbang lebih dari Rp 3,4 triliun terhadap PDB ekonomi kreatif nasional. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan naiknya permintaan terhadap konten lokal dan keberhasilan film-film nasional menembus pasar global.

Di era digital, lanjutnya, peluang industri film justru semakin terbuka lebar. Kehadiran platform Over The Top (OTT) seperti Netflix, Disney+ Hotstar, Vidio, dan Amazon Prime Video membuat distribusi film tidak lagi berfokus pada layar bioskop. “Film Indonesia kini bisa dinikmati jutaan pasang mata di berbagai belahan dunia, menjangkau penonton dari lintas negara," kata Bamsoet.

Baca juga : Menteri Ekraf: Polri Punya Peran Strategis Dalam Mendukung Industri Kreatif

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini menambahkan, tantangan ke depan adalah membangun ekosistem industri film yang inklusif dan berdaya saing tinggi. Salah satunya dengan memperluas akses pendanaan, memperkuat pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perfilman, serta memperbaiki distribusi film ke luar wilayah Jawa yang selama ini masih sangat timpang. 

Seluruh pemangku kepentingan, baik dari Pemerintah, komunitas kreatif, investor swasta, maupun lembaga pendidikan, harus menjadikan dunia perfilman sebagai kekuatan bersama dalam membangun peradaban bangsa. “Perfilman tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri sebagai industri hiburan semata, melainkan harus diposisikan sebagai bagian integral dari strategi pembangunan nasional berbasis ekonomi kreatif," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.